Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e yang merupakan jawaban yang paling benar!
1
PILIHAN GANDA
Seorang guru Al-Qur'an Hadits MTs mendapati sekelompok peserta didik merasa tertekan dan cemas menghadapi target setoran hafalan surat pendek yang ditetapkan secara seragam. Merujuk pada spirit Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) KMA 1503/2025 yang menekankan well-being, langkah pedagogik apa yang paling tepat diprioritaskan oleh guru?
2
PILIHAN GANDA
Ketika menyusun modul ajar materi hadits tentang menyayangi anak yatim, guru ingin merumuskan indikator afektif yang selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Rumusan indikator yang paling mencerminkan integrasi nilai cinta kasih dan karakter rahmatan lil 'alamin adalah...
3
PILIHAN GANDA
Di kelas VII, terdapat peserta didik yang teridentifikasi mengalami hambatan membaca Al-Qur'an (slow learner) sehingga sering merasa minder dan menarik diri saat sesi tilawah bersama. Tindakan guru yang paling mencerminkan pedagogi welas asih adalah...
4
PILIHAN GANDA
Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Al-Qur'an Hadits MTs dalam kerangka kurikulum berkelanjutan harus memperhatikan beban kognitif peserta didik. Pendekatan pengurutan materi hukum bacaan tajwid yang paling proporsional dan logis dari segi beban mental adalah...
5
PILIHAN GANDA
Guru merancang pembelajaran tematik hadits tentang persaudaraan dan gotong royong. Agar tercipta pembelajaran kontekstual berbasis cinta kasih (pedagogy of care), skenario pembelajaran yang paling tepat diterapkan di madrasah adalah...
6
PILIHAN GANDA
Dalam era digitalisasi madrasah, guru berencana mengintegrasikan aplikasi tilawah interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memberikan skor kesalahan secara langsung. Pertimbangan utama guru dalam menjamin keamanan psikologis peserta didik adalah...
7
PILIHAN GANDA
Keragaman minat dan bakat peserta didik kelas VIII menuntut guru merancang diferensiasi produk pada penugasan tafsir QS. Al-Isra' ayat 23-24 tentang birrul walidain. Praktik diferensiasi produk yang paling adil dan memberdayakan adalah...
8
PILIHAN GANDA
Saat pembelajaran tafsir QS. Al-Mumtahanah ayat 8 tentang berbuat baik kepada non-muslim yang tidak memerangi, seorang peserta didik bertanya dengan nada cemas mengenai batas toleransi bergaul dengan tetangga berbeda agama. Respons dialogis guru yang paling mencerminkan penguatan moderasi beragama adalah...
9
PILIHAN GANDA
Sebelum memulai tahun ajaran baru di madrasah, guru Al-Qur'an Hadits menyusun asesmen diagnostik non-kognitif. Komponen informasi yang paling esensial digali untuk memetakan kesiapan peserta didik berbasis well-being adalah...
10
PILIHAN GANDA
Berdasarkan jurnal pemantauan mandiri, banyak peserta didik tidak melaksanakan tadarus harian di rumah karena orang tua sibuk bekerja. Langkah solutif guru dalam membangun sinergi kemitraan suportif tanpa menyalahkan orang tua adalah...
11
PILIHAN GANDA
Ketika merancang rubrik asesmen kinerja tilawah Al-Qur'an, guru ingin memastikan instrumen tersebut tidak melabeli peserta didik sebagai 'gagal' melainkan memicu motivasi tumbuh (growth mindset). Deskriptor yang paling mencerminkan prinsip asesmen autentik KBC adalah...
12
PILIHAN GANDA
Guru menugaskan peserta didik menyusun portofolio reflektif pengamalan hadits tentang menjaga kelestarian lingkungan madrasah. Bukti portofolio yang paling autentik untuk merefleksikan internalisasi karakter cinta lingkungan adalah...
13
PILIHAN GANDA
Dalam sesi latihan saling menyimak hafalan hadits (peer-assessment) antarteman sebaya, beberapa peserta didik tampak saling mengejek ketika ada yang lupa sambungan lafal hadits. Arahan fasilitasi guru yang paling tepat guna merawat iklim ukhuwah adalah...
14
PILIHAN GANDA
Hasil evaluasi sumatif pada materi Gharib menunjukkan 65% peserta didik di kelas IX mengalami kekeliruan dalam mempraktikkan bacaan imalah dan isymam, meskipun nilai tes tulis teori mereka tinggi. Berdasarkan data asesmen tersebut, kesimpulan akar persoalan pembelajaran yang paling akurat adalah...
15
PILIHAN GANDA
Empat peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan minimal pada materi hukum mim sukun (Ikhfa' Syafawi, Idgham Mimi, Idzhar Syafawi). Desain kegiatan remedial yang paling efektif dan berorientasi pada pemulihan rasa percaya diri mereka adalah...
16
PILIHAN GANDA
Bagi peserta didik yang telah melampaui tujuan pembelajaran materi hadits tentang kelestarian lingkungan dengan predikat sangat baik, kegiatan pengayaan yang paling menantang sekaligus berdampak sosial (service learning) adalah...
17
PILIHAN GANDA
Ketika menyimak tilawah seorang peserta didik, guru mendapati huruf 'ain (ع) dilafalkan menyerupai hamzah (ء). Kalimat umpan balik tertulis pada lembar catatan perkembangan peserta didik yang paling mendidik dan menumbuhkan daya juang belajar adalah...
18
PILIHAN GANDA
Dalam merumuskan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada Kurikulum Berbasis Cinta, guru ingin menghindari penggunaan angka tunggal kaku yang kerap mengabaikan keunikan proses belajar peserta didik. Pendekatan perumusan ketuntasan yang paling selaras dengan prinsip tersebut adalah...
19
PILIHAN GANDA
Guru membagikan lembar asesmen diri (self-assessment) seusai pembelajaran hadits tentang kejujuran. Butir pertanyaan reflektif yang paling efektif untuk membangun metakognisi spiritual peserta didik adalah...
20
PILIHAN GANDA
Laporan evaluasi akhir semester menunjukkan antusiasme peserta didik terhadap materi hafalan hadits sangat rendah jika disajikan secara konvensional. Rencana tindak lanjut pengembangan keprofesian berkelanjutan guru yang paling strategis adalah...
21
PILIHAN GANDA
Dalam QS. Yunus, terdapat lafal yang memiliki hukum bacaan khusus sebagaimana tertulis pada potongan ayat berikut:
ءٰۤلْـٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ
Kaidah hukum bacaan tajwid yang terdapat pada lafal pembuka ayat di atas beserta durasi panjang ketukan yang wajib dipatuhi menurut qira'at Ashim riwayat Hafsh adalah...
22
PILIHAN GANDA
Perhatikan kutipan QS. Hud ayat 41 berikut:
وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Teknik pelafalan bacaan Gharib pada kata yang berharakat khusus dalam ayat tersebut menurut riwayat Hafsh 'an 'Ashim thariq Syathibiyyah adalah...
23
PILIHAN GANDA
Dalam mushaf Al-Qur'an pada QS. Yusuf ayat 11 terdapat penandaan khusus sebagaimana tertuang dalam ayat berikut:
قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَ۫نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ
Ketika membaca kata yang bertanda khusus pada lafal di atas dengan cara Isymam, artikulasi fisik yang wajib dilakukan oleh qari adalah...
24
PILIHAN GANDA
Telaah teks QS. Fushshilat ayat 44 berikut ini:
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ ءَ۬اعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ
Cara membaca kaidah Tashil pada lafal pembuka klausa kedua ayat di atas adalah...
25
PILIHAN GANDA
Ditinjau dari kaidah Gharib dalam QS. Al-Hujurat ayat 11, perhatikan lafal berikut:
بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ
Kaidah bacaan Gharib yang terjadi saat membaca washal kata 'بِئْسَ' dengan lafal 'الِاسْمُ' dalam ayat tersebut adalah...
26
PILIHAN GANDA
Pada QS. Al-Muthaffifin ayat 14 terdapat tanda saktah sebagaimana tampak pada teks berikut:
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Ketentuan pelaksanaan hukum bacaan Saktah pada tanda khusus di atas yang membedakannya secara substansial dari waqaf biasa adalah...
27
PILIHAN GANDA
Dalam kajian sifat huruf hijaiyah, sifat 'Istithalah' (memanjangnya makhraj dari pangkal sisi lidah hingga ke depan gigi geraham) hanya dimiliki secara eksklusif oleh satu huruf hijaiyah, yaitu...
28
PILIHAN GANDA
Perhatikan dalil kewajiban bersuci dalam QS. Al-Ma'idah ayat 6 berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Dalam ilmu Qira'at, lafal 'وَأَرْجُلَكُمْ' dibaca nashab (fathah) oleh Imam Nafi', Ibnu Amir, dan Hafsh, sedangkan Imam Ibnu Katsir, Abu Amr, dan Hamzah membacanya jar/khafadh (kasrah) menjadi 'وَأَرْجُلِكُمْ'. Implikasi hukum fikih dari variasi qira'at yang sah ini adalah...
29
PILIHAN GANDA
Hukum bacaan huruf ra' sukun yang didahului kasrah asli dan sesudahnya terdapat huruf isti'la yang berharakat kasrah dalam satu kata, seperti pada lafal 'كُلُّ فِرْقٍ' (QS. Asy-Syu'ara: 63), memiliki ketetapan tajwid...
30
PILIHAN GANDA
Telaah kutipan QS. Al-Kahfi ayat 38 berikut:
لَّٰكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا
Berdasarkan kaidah Alifat Saba' dalam mushaf rasm Usmani riwayat Hafsh 'an 'Ashim, status huruf alif pada lafal 'لَّٰكِنَّا' saat dibaca adalah...
31
PILIHAN GANDA
Dalam telaah Ulumul Qur'an, ayat-ayat Makkiyah memiliki kekhasan tematik yang sangat menonjol dibandingkan ayat-ayat Madaniyah. Karakteristik utama substansi dakwah Makkiyah yang sangat fundamental bagi pembentukan karakter peserta didik madrasah adalah...
32
PILIHAN GANDA
Suatu ayat Al-Qur'an memiliki latar belakang peristiwa khusus saat diturunkan (sababun nuzul khash), namun teks redaksi yang digunakan bersifat umum (lafzh 'amm). Kaidah ushuliyah yang paling disepakati jumhur ulama tafsir dalam mengontekstualisasikan ayat tersebut pada kehidupan masa kini adalah...
33
PILIHAN GANDA
Prinsip kesetaraan dan persaudaraan antarbangsa tertuang dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 berikut:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Makna sosiologis-teologis dari klausul 'لِتَعَارَفُوا' dalam kerangka moderasi beragama dan kehidupan berbangsa yang majemuk adalah...
34
PILIHAN GANDA
Peringatan etika ekologis termaktub dalam firman Allah SWT pada QS. Ar-Rum ayat 41 berikut:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Pertalian logis antara frasa 'بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ' dengan fenomena krisis lingkungan global saat ini tercermin dalam kenyataan bahwa...
35
PILIHAN GANDA
Dalam menghadapi banjir informasi di era digital, Allah SWT memberikan panduan verifikasi pada QS. Al-Hujurat ayat 6 berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Perintah 'فَتَبَيَّنُوا' (dan dalam qira'at lain dibaca 'فَتَثَبَّتُوا') dalam ayat tersebut memberikan instruksi literasi media digital yang sangat krusial bagi warga madrasah, yaitu...
36
PILIHAN GANDA
Mukjizat Al-Qur'an dari aspek I'jaz Lughawi (kebahasaan) terbukti mampu menundukkan para sastrawan Arab Jahiliyah yang tersohor. Dimensi kemukjizatan sastra Al-Qur'an terletak pada...
37
PILIHAN GANDA
Kajian konsep Nasikh dan Mansukh dalam Ulumul Qur'an memperlihatkan adanya metode bertahap (tadarruj) dalam penetapan hukum, sebagaimana terekam pada ayat-ayat pengharaman khamr. Nilai pedagogis luhur yang dapat dipetik oleh guru dari hikmah pensyariatan bertahap tersebut adalah...
38
PILIHAN GANDA
Perumpamaan nilai sedekah digambarkan secara gamblang dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 berikut:
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ
Analisis pesan etika filantropi Islam dari tamsil sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan setiap bulir berisi seratus biji adalah...
39
PILIHAN GANDA
Konsep toleransi dan keteguhan iman terangkum dalam penggalan penutup QS. Al-Kafirun ayat 6 berikut:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Prinsip teologis-sosiologis yang termaktub pada ayat tersebut dalam konteks moderasi beragama menuntut sikap...
40
PILIHAN GANDA
Tuntunan adab terhadap orang tua dipaparkan secara mendalam dalam QS. Al-Isra' ayat 23-24 berikut:
فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ۞ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Kedalaman semantik dari ungkapan 'وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ' melukiskan adab bakti seorang peserta didik kepada orang tua dalam bentuk...
41
PILIHAN GANDA
Ditinjau dari segi kuantitas rawi dalam periwayatan hadits, perbedaan hakiki antara Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad terletak pada derajat epistemologisnya, yaitu...
42
PILIHAN GANDA
Seorang perawi berpredikat tsiqah meriwayatkan suatu hadits dengan tambahan redaksi lafal tertentu yang tidak disebutkan oleh perawi-perawi tsiqah lainnya yang lebih banyak atau lebih hafizh. Jika tambahan redaksi tersebut bertentangan secara diametral dengan riwayat mayoritas tsiqah, maka hadits yang memuat tambahan tersebut divonis...
43
PILIHAN GANDA
Dalam ilmu musthalah hadits, hadits yang gugur perawinya pada awal sanad dari sisi mukharrij/penghimpun hadits (seperti dalam kitab Shahih Bukhari tanpa menyebut sanad lengkap langsung bersabda Nabi SAW) dinamakan hadits...
44
PILIHAN GANDA
Dalam ilmu Jarh wa Ta'dil, apabila pada diri seorang perawi terdapat pertentangan data antara penilaian pujian umum (ta'dil mubham) dan kecaman yang disertai penjelasan bukti cacat secara detail (jarh mufassar), kaidah tarjih yang berlaku menurut mayoritas ulama adalah...
45
PILIHAN GANDA
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim berikut memuat pilar cinta kasih sesama mukmin:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Pensyarahan esensial hadits di atas dalam membangun kohesi sosial berlandaskan Kurikulum Berbasis Cinta adalah...
46
PILIHAN GANDA
Penegakan hukum dan tata kelola berintegritas ditekankan dalam sabda Rasulullah SAW berikut:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ
Aktualisasi pensyarahan hadits pencegahan suap-menyuap tersebut dalam konteks tata kelola dan pendidikan integritas di lingkungan madrasah adalah...
47
PILIHAN GANDA
Dalam peristiwa penyerbukan kurma di Madinah, Rasulullah SAW menyampaikan sabda:
أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
Berdasarkan telaah Asbabul Wurud sabda tersebut, kesimpulan epistemologis yang dapat dijadikan panduan berpikir ilmiah peserta didik madrasah adalah...
48
PILIHAN GANDA
Keutamaan menuntut ilmu ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Abu Hurairah r.a. berikut:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Makna filosofis pedagogis dari penegasan sabda Rasulullah SAW di atas dalam memotivasi belajar peserta didik madrasah adalah...
49
PILIHAN GANDA
Dalam metodologi kritik matan hadits (naqd al-matn), salah satu tolok ukur pengujian keotentikan isi adalah tidak bertentangan dengan prinsip umum Al-Qur'an (al-qawa'id al-kulliyyah). Apabila ditemukan hadits ber-sanad shahih namun secara lahiriah tampak berlawanan dengan ayat Al-Qur'an yang muhkam, langkah metodologis pertama muhadditsin adalah...
50
PILIHAN GANDA
Pola makan ideal demi menjaga kebugaran jasmani dan ketajaman berpikir disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat at-Tirmidzi berikut:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ ۖ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ ۖ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Dimensi pensyarahan hadits tersebut yang relevan dengan pembiasaan gaya hidup sehat (well-being) bagi peserta didik madrasah adalah...
51
PILIHAN GANDA
Suatu hadits berstatus dha'if ringan karena faktor kelemahan daya hafal (dhabth) perawinya. Hadits tersebut dapat terangkat derajatnya menjadi Hadits Hasan Li Ghairihi apabila memenuhi syarat...
52
PILIHAN GANDA
Dalam sejarah transmisi hadits, kelompok pemalsu hadits (wadhdha'un) dari kalangan kaum zindiq maupun sebagian ahli zuhud yang keliru kerap merekayasa hadits palsu (maudhu') bertema keutamaan amal (targhib wa tarhib). Bahaya fatal dari penyebaran hadits maudhu' bagi pola pikir peserta didik madrasah adalah...
53
PILIHAN GANDA
Keberagaman manifestasi iman dari ranah spiritual hingga aksi ekologis terangkum dalam sabda Rasulullah SAW berikut:
الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً ۖ فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ۖ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ ۖ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ
Pensyarahan holistik cabang iman terendah ('إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ') dalam hubungannya dengan budaya madrasah adiwiyata adalah...
54
PILIHAN GANDA
Perbedaan ontologis dan hukum antara Al-Qur'an dan Hadits Qudsi terletak pada karakteristik teks dan periwayatannya, yaitu...
55
PILIHAN GANDA
Ketika menafsirkan ayat Al-Qur'an yang memuat kosakata Gharib (kosakata arkais/langka), para mufassir merujuk pada kekayaan khazanah syair-syair Arab Jahiliyah (Syi'ir Jahili). Alasan metodologis pentingnya rujukan filologis tersebut adalah...
56
PILIHAN GANDA
Perhatikan empat kata khusus dalam mushaf Al-Qur'an berikut:
دُنْيَا - بُنْيَانٌ - قِنْوَانٌ - صِنْوَانٌ
Hukum bacaan tajwid yang berlaku pada keempat kata di atas beserta alasan fonetis larangan peng-idgham-annya adalah...
57
PILIHAN GANDA
Perhatikan kutipan ayat dari QS. Al-Ma'un ayat 4-5 berikut:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ۞ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Apabila seorang qari sengaja menghentikan bacaan (waqaf) pada lafal 'لِّلْمُصَلِّينَ' lalu bernapas dan mengakhiri tilawahnya tanpa menyambung ke ayat berikutnya, maka kategori waqaf tersebut tergolong...
58
PILIHAN GANDA
Pilar etika komunikasi lisan dan digital disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat muttafaq 'alaih berikut:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ ۖ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ ۖ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Pensyarahan matan hadits di atas dalam kaitannya dengan etika bermedia sosial di kalangan remaja madrasah menyimpulkan bahwa...
59
PILIHAN GANDA
Dalam khazanah literatur pensyarahan hadits (Kutubus Syuruh), kitab 'Fathul Bari' karya Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dan kitab 'Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim' karya Imam an-Nawawi menjadi rujukan utama madrasah. Karakteristik metodologis yang menonjol dari karya Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam menguraikan hadits adalah...
60
PILIHAN GANDA
Konsep sentral moderasi beragama dalam Islam ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 143 berikut:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
Sintesis konseptual karakter 'Ummatan Wasathan' yang wajib diinternalisasikan oleh guru Al-Qur'an Hadits kepada peserta didik di tengah tarikan arus ekstremisme dan sekularisme global adalah...
Terjawab: 0 dari 60 soal (Jawab semua soal untuk mengaktifkan tombol SELESAI)
Kuis Telah Selesai!
Berikut adalah rangkuman pencapaian skor dan nilai Anda:
Seorang guru Al-Qur'an Hadits MTs mendapati sekelompok peserta didik merasa tertekan dan cemas menghadapi target setoran hafalan surat pendek yang ditetapkan secara seragam. Merujuk pada spirit Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) KMA 1503/2025 yang menekankan well-being, langkah pedagogik apa yang paling tepat diprioritaskan oleh guru?
A. Menurunkan kriteria ketuntasan secara drastis bagi seluruh peserta didik di kelas tersebut
B. Menerapkan diferensiasi target hafalan dan durasi berbasis kesiapan individual dengan asesmen berkala yang membesarkan hati
C. Menghapus seluruh tagihan hafalan dan menggantinya semata-mata dengan tes tertulis pemahaman ayat
D. Memberikan bimbingan khusus di luar jam pelajaran dengan sanksi disiplin jika target tidak tercapai
E. Meminta peserta didik yang mahir untuk mengajar temannya tanpa perlu intervensi guru lagi
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Dalam paradigma Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) KMA 1503/2025, kesejahteraan psikologis (well-being) peserta didik dijaga melalui pembelajaran berdiferensiasi. Guru memfasilitasi kecepatan belajar yang beragam tanpa menghilangkan esensi capaian, melainkan menyesuaikan target realistis secara bertahap dengan pendampingan penuh kasih sayang.
SOAL NOMOR 2
Ketika menyusun modul ajar materi hadits tentang menyayangi anak yatim, guru ingin merumuskan indikator afektif yang selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta. Rumusan indikator yang paling mencerminkan integrasi nilai cinta kasih dan karakter rahmatan lil 'alamin adalah...
A. Menghafal redaksi hadits tentang anak yatim beserta sanadnya secara runtut
B. Menjelaskan biografi perawi hadits anak yatim dengan tepat
C. Menunjukkan kepekaan empati melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan santunan dan kepedulian sosial di lingkungan madrasah
D. Menyebutkan hukum tajwid yang terdapat pada teks hadits dengan teliti
E. Mendiskusikan perbedaan pendapat ulama tentang definisi anak yatim baligh
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Indikator afektif dalam KBC tidak sekadar mengukur pengetahuan kognitif, melainkan internalisasi rasa cinta kasih yang mewujud dalam empati dan tindakan filantropis nyata di madrasah dan masyarakat.
SOAL NOMOR 3
Di kelas VII, terdapat peserta didik yang teridentifikasi mengalami hambatan membaca Al-Qur'an (slow learner) sehingga sering merasa minder dan menarik diri saat sesi tilawah bersama. Tindakan guru yang paling mencerminkan pedagogi welas asih adalah...
A. Memintanya menyimak teman-temannya membaca di pojok kelas tanpa perlu ikut membaca secara lisan
B. Memberikan bimbingan tilawah secara personal dengan teknik fonik bertahap dan apresiasi tulus pada setiap kemajuan kecil
C. Menganjurkan orang tua peserta didik memanggil guru les privat di luar jam madrasah agar tidak membebani guru kelas
D. Menugaskannya menghafal terjemahan ayat saja agar nilainya seimbang dengan teman sekelas
E. Mengelompokkannya dengan sesama peserta didik berkemampuan lambat di meja terpisah sepanjang semester
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pendidikan humanis dan inklusif KBC mewajibkan guru mendampingi setiap peserta didik dengan sabar. Melalui bimbingan personal berpendekatan fonik serta afirmasi positif terhadap kemajuan sekecil apa pun, rasa percaya diri peserta didik akan tumbuh.
SOAL NOMOR 4
Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Al-Qur'an Hadits MTs dalam kerangka kurikulum berkelanjutan harus memperhatikan beban kognitif peserta didik. Pendekatan pengurutan materi hukum bacaan tajwid yang paling proporsional dan logis dari segi beban mental adalah...
A. Mengajarkan kaidah hukum Mad Far'i yang kompleks di awal kelas VII sebelum memantapkan hukum nun sukun dan tanwin
B. Membangun pemahaman makhraj dan shifatul huruf dasar di fase awal, dilanjutkan hukum sukun sederhana, lalu menuju mad dan gharib di fase lanjutan
C. Mengajarkan qira'at sab'ah bersamaan dengan tajwid riwayat Hafsh sejak semester pertama kelas VII
D. Mengajarkan seluruh teori tajwid dalam bentuk hafalan bait nadham sebelum praktik membaca Al-Qur'an
E. Memfokuskan pembelajaran hanya pada hafalan surat tanpa menyentuh kaidah fonetika tajwid
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Desain kurikulum berkelanjutan mensyaratkan materi disajikan secara bertahap (scaffolding). Memulai dari artikulasi huruf dasar dan hukum sukun sebelum melangkah ke ragam mad dan gharib menjaga kestabilan kognitif peserta didik.
SOAL NOMOR 5
Guru merancang pembelajaran tematik hadits tentang persaudaraan dan gotong royong. Agar tercipta pembelajaran kontekstual berbasis cinta kasih (pedagogy of care), skenario pembelajaran yang paling tepat diterapkan di madrasah adalah...
A. Meminta peserta didik menyalin hadits berulang-ulang ke buku catatan kaligrafi
B. Mengadakan cerdas cermat kilat antarkelas untuk memperebutkan gelar penghafal hadits tercepat
C. Memfasilitasi proyek kepedulian sosial di mana peserta didik merancang dan mengeksekusi bakti sosial bagi petugas kebersihan madrasah
D. Menugaskan peserta didik membaca artikel jurnal tafsir hadits tanpa bimbingan refleksi
E. Memberikan ceramah satu arah selama dua jam pelajaran tentang definisi persaudaraan menurut hadits
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Pedagogy of care menekankan internalisasi nilai melalui aksi bermakna. Proyek sosial membantu peserta didik menghubungkan teks hadits dengan kepedulian nyata terhadap sesama warga madrasah.
SOAL NOMOR 6
Dalam era digitalisasi madrasah, guru berencana mengintegrasikan aplikasi tilawah interaktif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memberikan skor kesalahan secara langsung. Pertimbangan utama guru dalam menjamin keamanan psikologis peserta didik adalah...
A. Memastikan aplikasi tersebut menampilkan peringkat skor terbuka agar peserta didik merasa tertantang dan malu jika tertinggal
B. Menggunakan aplikasi hanya sebagai alat asesmen sumatif penentu kenaikan kelas peserta didik
C. Mengondisikan aplikasi sebagai media latihan mandiri berorientasi refleksi tanpa pemeringkatan publik yang berpotensi melahirkan kecemasan performa
D. Mewajibkan peserta didik membeli ponsel pintar tercanggih agar aplikasi berjalan tanpa kendala teknis
E. Menggantikan peran bimbingan langsung guru sepenuhnya dengan deteksi algoritma aplikasi
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Aspek keamanan psikologis menuntut agar teknologi digital tidak menimbulkan stres atau fenomena 'shaming'. Aplikasi harus menjadi wadah latihan reflektif mandiri, bukan pemicu kecemasan akibat pemeringkatan publik.
SOAL NOMOR 7
Keragaman minat dan bakat peserta didik kelas VIII menuntut guru merancang diferensiasi produk pada penugasan tafsir QS. Al-Isra' ayat 23-24 tentang birrul walidain. Praktik diferensiasi produk yang paling adil dan memberdayakan adalah...
A. Mengharuskan semua peserta didik membuat makalah ilmiah akademis sepanjang minimal sepuluh halaman
B. Memberikan kebebasan memilih bentuk ekspresi pemahaman: infografis digital, esai reflektif, rekaman siniar (podcast), atau video drama singkat dengan rubrik penilaian kualitas pesan yang setara
C. Membagi tugas berdasarkan gender: peserta didik laki-laki membuat video lapangan, peserta didik perempuan membuat puisi
D. Menentukan bahwa nilai tertinggi hanya bisa diraih oleh peserta didik yang membuat karya berbasis teknologi komputer canggih
E. Menginstruksikan peserta didik menghafal tafsir Ibnu Katsir kata demi kata tanpa ruang kreasi
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Diferensiasi produk dalam KBC memberikan ruang ragam saluran ekspresi bagi peserta didik sesuai bakatnya, dengan tetap mempertahankan rubrik standar capaian kompetensi pesan yang adil dan seimbang.
SOAL NOMOR 8
Saat pembelajaran tafsir QS. Al-Mumtahanah ayat 8 tentang berbuat baik kepada non-muslim yang tidak memerangi, seorang peserta didik bertanya dengan nada cemas mengenai batas toleransi bergaul dengan tetangga berbeda agama. Respons dialogis guru yang paling mencerminkan penguatan moderasi beragama adalah...
A. Menegur peserta didik tersebut karena mempertanyakan hal yang dianggap berpotensi merusak akidah
B. Menjelaskan secara lugas dan bijak bahwa berbuat adil, ramah, dan tolong-menolong dalam urusan kemanusiaan adalah manifestasi cinta kasih Islam, seraya tetap menjaga kemurnian akidah dan ibadah
C. Melarang sama sekali peserta didik bertegur sapa dengan tetangga berbeda keyakinan demi kehati-hatian
D. Menyatakan bahwa semua agama sama persis ajarannya sehingga tidak ada batasan apa pun dalam ritual ibadah
E. Mengalihkan topik pembicaraan ke materi lain agar tidak timbul perdebatan teologis di ruang kelas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pendidik yang berjiwa moderat dan berpijak pada Kurikulum Berbasis Cinta membedakan secara tegas antara dimensi sosial-kemanusiaan (muamalah) yang dilandasi welas asih dan keadilan, dengan dimensi teologis ritual (akidah-ibadah) yang memiliki batas tersendiri tanpa harus melahirkan kebencian.
SOAL NOMOR 9
Sebelum memulai tahun ajaran baru di madrasah, guru Al-Qur'an Hadits menyusun asesmen diagnostik non-kognitif. Komponen informasi yang paling esensial digali untuk memetakan kesiapan peserta didik berbasis well-being adalah...
A. Penguasaan teori ilmu musthalah hadits tingkat lanjut yang pernah dipelajari di jenjang sebelumnya
B. Kondisi latar belakang keluarga, lingkungan belajar di rumah, minat membaca, dan tingkat kenyamanan emosional dalam mempelajari Al-Qur'an
C. Kemampuan ekonomi orang tua dalam membiayai fasilitas perlengkapan ekstrakurikuler madrasah
D. Daftar nama teman sekelas yang paling tidak disukai oleh peserta didik
E. Jumlah mushaf Al-Qur'an terjemahan mewah yang dimiliki di rumah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Asesmen diagnostik non-kognitif bertujuan mengenali kondisi psikososial, latar belakang lingkungan, serta persepsi emosional peserta didik agar pembelajaran dapat dirancang ramah peserta didik dan tepat sasaran.
SOAL NOMOR 10
Berdasarkan jurnal pemantauan mandiri, banyak peserta didik tidak melaksanakan tadarus harian di rumah karena orang tua sibuk bekerja. Langkah solutif guru dalam membangun sinergi kemitraan suportif tanpa menyalahkan orang tua adalah...
A. Memberikan sanksi denda finansial kepada orang tua peserta didik melalui komite madrasah
B. Menginisiasi program 'Tadarus Kasih Keluarga' berdurasi singkat yang fleksibel dengan panduan ramah keluarga dan sesi apresiasi berkala di madrasah
C. Menghubungi orang tua di tempat kerja dan menyampaikan keluhan dengan nada keras
D. Menghapus seluruh kegiatan literasi Al-Qur'an di rumah dan memindahkannya ke jam istirahat madrasah
E. Mengumumkan daftar nama orang tua yang lalai mendampingi peserta didik di papan pengumuman madrasah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kemitraan berlandaskan cinta kasih dibangun atas rasa saling percaya dan solutif. Program yang fleksibel, singkat, dan menghargai kesibukan orang tua justru akan menumbuhkan partisipasi sukarela yang berkelanjutan.
SOAL NOMOR 11
Ketika merancang rubrik asesmen kinerja tilawah Al-Qur'an, guru ingin memastikan instrumen tersebut tidak melabeli peserta didik sebagai 'gagal' melainkan memicu motivasi tumbuh (growth mindset). Deskriptor yang paling mencerminkan prinsip asesmen autentik KBC adalah...
A. Kategori 1: 'Sangat Buruk, tidak memiliki bakat membaca Al-Qur'an'
B. Kategori capaian berjenjang: 'Perlu bimbingan makhraj huruf tertentu', 'Mulai berkembang dalam kelancaran', 'Mahir dan konsisten menerapkan hukum tajwid'
C. Pemberian tanda silang merah besar pada setiap lafal yang salah dibaca peserta didik di lembar kerja
D. Kategori biner: 'Lulus Sempurna' atau 'Tidak Lulus dan Wajib Diisolasi'
E. Pengurangan nilai sepuluh poin setiap terjadi keraguan jeda membaca satu detik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Asesmen autentik humanis menghindari pelabelan negatif yang meruntuhkan motivasi. Deskriptor perkembangan bertahap (perlu bimbingan, berkembang, mahir) menanamkan pola pikir bertumbuh dan menghargai ikhtiar belajar peserta didik.
SOAL NOMOR 12
Guru menugaskan peserta didik menyusun portofolio reflektif pengamalan hadits tentang menjaga kelestarian lingkungan madrasah. Bukti portofolio yang paling autentik untuk merefleksikan internalisasi karakter cinta lingkungan adalah...
A. Lembaran fotokopi artikel internet tentang isu polusi tanpa ulasan pribadi peserta didik
B. Jurnal aksi mandiri peserta didik yang memuat dokumentasi pemilahan sampah di kelas, refleksi perasaan saat merawat tanaman, dan umpan balik teman sebaya
C. Daftar nilai ujian tengah semester peserta didik pada bab hadits kebersihan
D. Sertifikat kejuaraan lomba cerdas cermat keagamaan yang dimenangkan peserta didik
E. Catatan rangkuman definisi hadits lingkungan yang ditulis dengan tinta berwarna-warni
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Portofolio reflektif autentik berfokus pada rekaman proses, tindakan konkret, dan refleksi batiniah peserta didik terhadap nilai yang dipelajari, bukan sekadar kompilasi dokumen formalitas atau materi teori.
SOAL NOMOR 13
Dalam sesi latihan saling menyimak hafalan hadits (peer-assessment) antarteman sebaya, beberapa peserta didik tampak saling mengejek ketika ada yang lupa sambungan lafal hadits. Arahan fasilitasi guru yang paling tepat guna merawat iklim ukhuwah adalah...
A. Membatalkan seluruh kegiatan penilaian sebaya dan kembali ke metode setor individu kepada guru saja
B. Membangun kesepakatan kelas bahwa peran penyimak adalah sebagai 'sahabat penolong' yang memberi bisikan santun saat teman lupa serta memberi apresiasi atas usahanya
C. Menghukum peserta didik yang mengejek dengan menyuruhnya berdiri di depan kelas selama satu jam pelajaran
D. Membiarkan situasi tersebut karena dianggap wajar sebagai bentuk dinamika pergaulan remaja madrasah
E. Memberikan nilai nol bagi peserta didik yang melakukan kesalahan hafalan di hadapan temannya
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Peer-assessment dalam KBC ditujukan untuk memupuk empati dan ukhuwah. Memposisikan peserta didik sebagai 'sahabat penolong' membingkai asesmen sebagai bentuk tolong-menolong dalam kebaikan, bukan arena penghakiman antarteman.
SOAL NOMOR 14
Hasil evaluasi sumatif pada materi Gharib menunjukkan 65% peserta didik di kelas IX mengalami kekeliruan dalam mempraktikkan bacaan imalah dan isymam, meskipun nilai tes tulis teori mereka tinggi. Berdasarkan data asesmen tersebut, kesimpulan akar persoalan pembelajaran yang paling akurat adalah...
A. Peserta didik kelas IX memiliki tingkat inteligensi yang rendah dalam memahami kaidah Al-Qur'an
B. Soal tes sumatif yang disusun oleh guru terlalu mudah sehingga terjadi kesenjangan nilai
C. Proses pembelajaran sebelumnya terlalu berfokus pada hafalan kognitif teoretis dan minim latihan talaqqi-musyafahah secara praktis
D. Materi Gharib sebaiknya dihapus dari kurikulum MTs karena tidak relevan bagi peserta didik
E. Peserta didik tidak mengulang pelajaran di rumah karena ketergantungan pada gawai
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Tingginya nilai teori yang bertolak belakang dengan rendahnya kemahiran praktik menunjukkan adanya jurang metodologis; guru lebih dominan mengajar secara teoretis dan kurang memberikan waktu untuk praktik talaqqi dan musyafahah langsung.
SOAL NOMOR 15
Empat peserta didik belum mencapai kriteria ketuntasan minimal pada materi hukum mim sukun (Ikhfa' Syafawi, Idgham Mimi, Idzhar Syafawi). Desain kegiatan remedial yang paling efektif dan berorientasi pada pemulihan rasa percaya diri mereka adalah...
A. Menugaskan mereka merangkum kembali satu bab buku ajar tajwid sebanyak lima kali
B. Mengadakan sesi klinik tahsin interaktif dalam kelompok kecil dengan permainan kartu ayat berpasangan dan bimbingan artikulasi langsung yang suportif
C. Menyuruh mereka mengikuti ujian ulang langsung tanpa ada pembelajaran ulang terlebih dahulu
D. Meminta mereka belajar sendiri di perpustakaan madrasah selama jam pelajaran berlangsung
E. Menurunkan batas KKM khusus untuk empat peserta didik tersebut agar otomatis tuntas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Remedial yang bermakna bukan sekadar mengulang tes atau memberi tugas mekanis yang melelahkan, melainkan menggunakan metode alternatif yang menarik dan personal (seperti kartu permainan ayat) dalam atmosfer yang hangat.
SOAL NOMOR 16
Bagi peserta didik yang telah melampaui tujuan pembelajaran materi hadits tentang kelestarian lingkungan dengan predikat sangat baik, kegiatan pengayaan yang paling menantang sekaligus berdampak sosial (service learning) adalah...
A. Diberikan waktu luang untuk bermain di luar kelas selama teman lainnya mengikuti remedial
B. Menjadi inisiator proyek 'Duta Literasi Hijau Madrasah' yang merancang kampanye pengurangan plastik dan panduan hadits ekologis untuk mading madrasah
C. Mengerjakan seratus butir soal pilihan ganda tingkat universitas tentang sanad hadits lingkungan
D. Menyalin ulang seluruh matan hadits Arbain Nawawiyah ke dalam buku tulis bergaris
E. Membantu guru mengoreksi dan menilai lembar jawaban ujian teman-temannya di ruang guru
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kegiatan pengayaan berprinsip KBC mengarahkan potensi unggul peserta didik ke program aplikatif yang memberi manfaat bagi komunitas (service learning), seperti menginisiasi kampanye lingkungan di madrasah.
SOAL NOMOR 17
Ketika menyimak tilawah seorang peserta didik, guru mendapati huruf 'ain (ع) dilafalkan menyerupai hamzah (ء). Kalimat umpan balik tertulis pada lembar catatan perkembangan peserta didik yang paling mendidik dan menumbuhkan daya juang belajar adalah...
A. Makhraj hurufmu salah total, jangan malas berlatih agar tidak memalukan kelas!
B. Pelafalanmu cukup lancar. Coba rasakan sedikit tekanan di tengah tenggorokan saat mengucap huruf 'ain agar suaranya lebih jernih. Guru bangga dengan ketelatenanmu berlatih!
C. Masih terdengar seperti huruf hamzah, nilai tilawahmu terpaksa dikurangi separuh.
D. Huruf 'ain adalah huruf yang sulit, kamu sepertinya memang belum mampu menguasainya saat ini.
E. Bagus sekali, bacaanmu sudah sangat sempurna tanpa cacat sedikit pun.
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Umpan balik konstruktif berbasis cinta memadukan pengakuan terhadap ikhtiar peserta didik, instruksi anatomis/teknis yang spesifik dan jelas, serta kata-kata afirmasi yang membakar semangat belajar.
SOAL NOMOR 18
Dalam merumuskan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) pada Kurikulum Berbasis Cinta, guru ingin menghindari penggunaan angka tunggal kaku yang kerap mengabaikan keunikan proses belajar peserta didik. Pendekatan perumusan ketuntasan yang paling selaras dengan prinsip tersebut adalah...
A. Menetapkan nilai patokan mutlak 85 untuk seluruh aspek tanpa mempertimbangkan titik awal kemampuan peserta didik
B. Menggunakan pendekatan rubrik deskriptif interval perkembangan kemampuan yang memetakan tahapan capaian konkret peserta didik dari awal hingga mahir
C. Menggunakan kurva lonceng normal di mana pasti ada sejumlah peserta didik yang dipaksa tidak tuntas demi menjaga standar statistik
D. Menyerahkan penentuan tuntas atau tidaknya peserta didik sepenuhnya kepada voting rekan sekelas
E. Menyamakan target ketercapaian seluruh mata pelajaran umum dengan mata pelajaran Al-Qur'an Hadits secara kaku
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kurikulum merdeka dan KBC Kemenag mendorong penggunaan rubrik kualitatif berjenjang atau interval deskriptif. Cara ini menghargai proses pertumbuhan individu daripada sekadar angka baku yang menghakimi peserta didik.
SOAL NOMOR 19
Guru membagikan lembar asesmen diri (self-assessment) seusai pembelajaran hadits tentang kejujuran. Butir pertanyaan reflektif yang paling efektif untuk membangun metakognisi spiritual peserta didik adalah...
A. Apakah saya sudah menghafal seluruh nama sahabat yang meriwayatkan hadits ini di luar kepala?
B. Dalam situasi apa minggu ini saya merasa paling tergoda untuk tidak jujur, dan bagaimana hadits ini membimbing saya menentukan pilihan tindakan?
C. Berapa halaman buku catatan yang berhasil saya isi selama pembelajaran berlangsung?
D. Apakah guru memberikan penjelasan hadits dengan suara yang cukup keras dan jelas?
E. Siapakah teman di kelas yang menurut saya paling sering berkata tidak jujur?
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pertanyaan reflektif metakognitif tingkat tinggi membimbing peserta didik menganalisis pengalaman nyata, pergulatan batin, dan menghubungkan nilai wahyu dengan pengambilan keputusan etis sehari-hari.
SOAL NOMOR 20
Laporan evaluasi akhir semester menunjukkan antusiasme peserta didik terhadap materi hafalan hadits sangat rendah jika disajikan secara konvensional. Rencana tindak lanjut pengembangan keprofesian berkelanjutan guru yang paling strategis adalah...
A. Mengusulkan kepada madrasah untuk memotong jam pelajaran Al-Qur'an Hadits agar beban berkurang
B. Mengikuti pelatihan pedagogi kreatif inovatif, seperti gamifikasi dan storytelling dalam pengajaran hadits, lalu menerapkannya melalui lesson study
C. Menerapkan metode ceramah yang lebih tegas disertai ancaman pengurangan nilai bagi yang pasif
D. Menyerahkan seluruh pembelajaran semester berikutnya pada video pembelajaran dari internet tanpa tatap muka
E. Meminta bantuan pihak luar madrasah untuk mengambil alih tugas pengajaran di kelas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Guru profesional yang reflektif merespons kelemahan pembelajaran dengan proaktif meningkatkan kompetensi pedagogik diri melalui pelatihan inovatif (gamifikasi/storytelling) dan mengujinya melalui kolaborasi rekan sejawat (lesson study).
SOAL NOMOR 21
Dalam QS. Yunus, terdapat lafal yang memiliki hukum bacaan khusus sebagaimana tertulis pada potongan ayat berikut:
ءٰۤلْـٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ
Kaidah hukum bacaan tajwid yang terdapat pada lafal pembuka ayat di atas beserta durasi panjang ketukan yang wajib dipatuhi menurut qira'at Ashim riwayat Hafsh adalah...
A. Mad Wajib Muttashil dibaca panjang empat atau lima harakat
B. Mad Jaiz Munfashil dibaca panjang dua sampai empat harakat
C. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi dibaca panjang enam harakat
D. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi dibaca panjang enam harakat disertai idgham
E. Mad Badal dibaca panjang dua harakat saja
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Lafal 'ءٰۤلْـٰٔنَ' dalam QS. Yunus ayat 51 dan 91 adalah satu-satunya contoh Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi dalam riwayat Hafsh 'an 'Ashim, terjadi karena mad badal bertemu huruf sukun asli dalam satu kata tanpa diidghamkan, wajib dibaca 6 harakat.
SOAL NOMOR 22
Perhatikan kutipan QS. Hud ayat 41 berikut:
وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْر۪ىٰهَا وَمُرْسَىٰهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Teknik pelafalan bacaan Gharib pada kata yang berharakat khusus dalam ayat tersebut menurut riwayat Hafsh 'an 'Ashim thariq Syathibiyyah adalah...
A. Membaca vokal 'a' murni secara tebal (tafkhim) sepanjang dua harakat
B. Mencondongkan bunyi harakat fathah ke arah kasrah dan bunyi alif ke arah ya' (imalah kubra)
C. Memadukan dua bibir ke depan tanpa mengeluarkan suara saat melafalkan huruf jim
D. Mengganti bunyi huruf ra dengan huruf lam secara mutlak
E. Membaca jeda sejenak tanpa bernapas selama dua harakat
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pada lafal 'مَجْر۪ىٰهَا' (QS. Hud: 41), terdapat kaidah imalah kubra (mencondongkan bunyi fathah ke arah kasrah atau bunyi vokal 're' miring seperti bunyi 'e' pada kata 'sate' dalam bahasa Indonesia). Ini adalah satu-satunya bacaan imalah dalam qira'at Hafsh jalur Syathibiyyah.
SOAL NOMOR 23
Dalam mushaf Al-Qur'an pada QS. Yusuf ayat 11 terdapat penandaan khusus sebagaimana tertuang dalam ayat berikut:
قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَ۫نَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ
Ketika membaca kata yang bertanda khusus pada lafal di atas dengan cara Isymam, artikulasi fisik yang wajib dilakukan oleh qari adalah...
A. Memasukkan bunyi nun pertama ke nun kedua disertai dengungan tanpa gerakan bibir sama sekali
B. Memonyongkan kedua bibir ke depan sebagai isyarat harakat dhammah yang dibuang sesaat setelah men-sukun-kan huruf nun pertama tanpa mengeluarkan suara vokal 'u'
C. Membaca harakat fathah secara samar dan cepat sebesar sepertiga ketukan suara
D. Menghentikan bacaan selama dua ketukan dengan menahan napas secara sempurna
E. Membaca nun dengan pantulan qalqalah sughra yang kuat
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kaidah isymam pada kata 'لَا تَأْمَ۫نَّا' (QS. Yusuf: 11) dilakukan dengan cara memonyongkan kedua bibir ke depan tanpa ada suara dhammah yang terdengar saat melafalkan huruf nun yang di-idgham-kan (isyarat bisu bagi orang yang melihat). Opsi lainnya adalah ikhtilas (meringkas harakat dhammah hingga tersisa dua pertiga).
SOAL NOMOR 24
Telaah teks QS. Fushshilat ayat 44 berikut ini:
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ ءَ۬اعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ
Cara membaca kaidah Tashil pada lafal pembuka klausa kedua ayat di atas adalah...
A. Membaca kedua hamzah secara tegas dan jelas sesuai makhraj aslinya
B. Menghilangkan hamzah pertama dan hanya membaca hamzah kedua secara panjang
C. Membaca hamzah pertama secara tahqiq (jelas) dan hamzah kedua dibaca lunak/samar antara bunyi hamzah dan alif
D. Mengganti hamzah kedua menjadi huruf 'ain berharakat sukun
E. Memantulkan bunyi hamzah pertama dengan desisan napas yang nyata
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Tashil pada kata 'ءَ۬اعْجَمِيٌّ' (QS. Fushshilat: 44) bermakna meringankan hamzah kedua; hamzah pertama dibaca tahqiq (tegas), sedangkan hamzah kedua dilafalkan antara bunyi hamzah dan alif murni tanpa suara 'ha' atau hamzah tajam.
SOAL NOMOR 25
Ditinjau dari kaidah Gharib dalam QS. Al-Hujurat ayat 11, perhatikan lafal berikut:
بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ
Kaidah bacaan Gharib yang terjadi saat membaca washal kata 'بِئْسَ' dengan lafal 'الِاسْمُ' dalam ayat tersebut adalah...
A. Imalah, yaitu memiringkan harakat kasrah ke fathah
B. Naql, yaitu memindahkan harakat kasrah dari hamzah washal ke huruf lam sukun sebelumnya sehingga dibaca 'bi'sa-lismu'
C. Saktah, yaitu berhenti sejenak tanpa bernapas selama dua harakat di antara kedua kata
D. Tashil, yaitu melunakkan bunyi huruf lam sukun
E. Isymam, yaitu memonyongkan bibir saat menyuarakan huruf sin
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kaidah Naql pada QS. Al-Hujurat: 11 terjadi saat lafal 'بِئْسَ الِاسْمُ' dibaca menyambung (washal); harakat kasrah pada hamzah dipindahkan ke huruf lam sukun sebelumnya, sehingga berbunyi 'bi'sa-lismu'.
SOAL NOMOR 26
Pada QS. Al-Muthaffifin ayat 14 terdapat tanda saktah sebagaimana tampak pada teks berikut:
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Ketentuan pelaksanaan hukum bacaan Saktah pada tanda khusus di atas yang membedakannya secara substansial dari waqaf biasa adalah...
A. Berhenti membaca selama satu ketukan dengan mengambil napas panjang baru
B. Berhenti membaca sejenak sekira dua harakat dengan tetap menahan napas, kemudian melanjutkan ke lafal berikutnya
C. Menyambung bacaan secara cepat dengan memasukkan huruf lam ke dalam huruf ra'
D. Membalikkan intonasi suara dari nada rendah ke nada tinggi secara mendadak
E. Mematikan huruf terakhir dengan memanjangkannya sepanjang enam harakat
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Saktah adalah memutus suara sejenak tanpa bernapas dengan niat meneruskan bacaan sekira dua harakat. Di QS. Al-Muthaffifin: 14 (بَلْ ۜ رَانَ), saktah mencegah terjadinya idgham lam sukun ke ra' yang berpotensi merancukan arti.
SOAL NOMOR 27
Dalam kajian sifat huruf hijaiyah, sifat 'Istithalah' (memanjangnya makhraj dari pangkal sisi lidah hingga ke depan gigi geraham) hanya dimiliki secara eksklusif oleh satu huruf hijaiyah, yaitu...
A. Huruf Zha' (ظ)
B. Huruf Shad (ص)
C. Huruf Dhad (ض)
D. Huruf Tha' (ط)
E. Huruf Qaf (ق)
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Istithalah adalah memanjangnya suara huruf dari awal tepi lidah sampai ke ujungnya (menyentuh geraham atas). Sifat ghairu muthadhaddah ini secara khusus dan mutlak hanya dimiliki oleh huruf Dhad (ض).
SOAL NOMOR 28
Perhatikan dalil kewajiban bersuci dalam QS. Al-Ma'idah ayat 6 berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
Dalam ilmu Qira'at, lafal 'وَأَرْجُلَكُمْ' dibaca nashab (fathah) oleh Imam Nafi', Ibnu Amir, dan Hafsh, sedangkan Imam Ibnu Katsir, Abu Amr, dan Hamzah membacanya jar/khafadh (kasrah) menjadi 'وَأَرْجُلِكُمْ'. Implikasi hukum fikih dari variasi qira'at yang sah ini adalah...
A. Bacaan jar membatalkan kewajiban wudhu dan menggantinya dengan tayamum mutlak
B. Bacaan nashab menjadi dalil kewajiban membasuh kaki (ghasl), sedangkan bacaan jar menjadi dalil disyariatkannya mengusap khuf/sepatu (mash 'alal khuffain)
C. Perbedaan tersebut membuktikan terjadinya perselisihan teks mushaf yang saling berkontradiksi
D. Kedua bacaan mewajibkan umat Islam mencuci kaki hingga pergelangan tangan
E. Salah satu bacaan dianggap bid'ah dan tidak boleh diamalkan dalam shalat fardhu
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Variasi qira'at sab'ah yang mutawatir berfungsi memperkaya hukum fikih (tanawwu' at-tasyri'). Bacaan nashab di-'athaf-kan pada 'wujuhakum' yang bermakna mencuci kaki secara fisik, sementara bacaan jar di-'athaf-kan secara lafzhi pada 'ru'usikum' yang mengindikasikan kemudahan mengusap muzah/khuf.
SOAL NOMOR 29
Hukum bacaan huruf ra' sukun yang didahului kasrah asli dan sesudahnya terdapat huruf isti'la yang berharakat kasrah dalam satu kata, seperti pada lafal 'كُلُّ فِرْقٍ' (QS. Asy-Syu'ara: 63), memiliki ketetapan tajwid...
A. Wajib dibaca tebal (tafkhim) secara mutlak
B. Wajib dibaca tipis (tarqiq) secara mutlak
C. Boleh dibaca tebal atau tipis (jawazul wajhain)
D. Wajib dibaca imalah
E. Wajib dibaca dengan dengung (ghunnah)
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Pada lafal 'فِرْقٍ', huruf ra' sukun jatuh setelah kasrah asli dan diikuti huruf isti'la (qaf) yang berharakat kasrah. Karena huruf isti'la-nya berharakat kasrah (pangkat isti'la-nya lemah), ulama tajwid menetapkan hukum 'jawazul wajhain' (boleh tafkhim atau tarqiq).
SOAL NOMOR 30
Telaah kutipan QS. Al-Kahfi ayat 38 berikut:
لَّٰكِنَّا هُوَ اللَّهُ رَبِّي وَلَا أُشْرِكُ بِرَبِّي أَحَدًا
Berdasarkan kaidah Alifat Saba' dalam mushaf rasm Usmani riwayat Hafsh 'an 'Ashim, status huruf alif pada lafal 'لَّٰكِنَّا' saat dibaca adalah...
A. Ditetapkan sebagai mad (dua harakat) saat waqaf, dan dibuang/dibaca pendek saat washal
B. Dibaca panjang enam harakat baik dalam kondisi waqaf maupun washal
C. Dihapus secara permanen baik saat waqaf maupun saat washal
D. Dibaca dengung sepanjang tiga harakat saat waqaf
E. Dibaca imalah saat washal dan dibaca tahqiq saat waqaf
Jawaban Benar: A
Pembahasan: Kaidah Alifat Saba' (tujuh alif khusus bertanda bulatan lonjong sifr mustathil di atasnya) seperti lafal 'لَّٰكِنَّا', 'أَنَا۠', 'الظُّنُونَا۠', dan lainnya berlaku kaidah: dibaca panjang 2 harakat jika waqaf (itsbat), namun dibaca pendek/gugur alifnya jika dibaca sambung (washal).
SOAL NOMOR 31
Dalam telaah Ulumul Qur'an, ayat-ayat Makkiyah memiliki kekhasan tematik yang sangat menonjol dibandingkan ayat-ayat Madaniyah. Karakteristik utama substansi dakwah Makkiyah yang sangat fundamental bagi pembentukan karakter peserta didik madrasah adalah...
A. Rincian hukum pembagian harta waris dan pidana hudud yang ketat
B. Penataan regulasi moneter, perjanjian damai antarbangsa, dan strategi perang
C. Pemantapan akidah tauhid, pemurnian hati dari syirik, penanaman akhlak mulia, dan kabar kenabian masa lalu
D. Aturan rinci pelaksanaan tata kelola zakat mal dan pengadilan syariat
E. Kritik diplomatik mendalam terhadap kaum munafik di sekitar kota Madinah
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Fase Makkiyah berfokus pada pembangunan fondasi keimanan (tauhid), kesucian jiwa (tazkiyatun nafs), akhlak karimah, serta internalisasi cinta kepada Allah SWT dan Hari Akhir sebelum turunnya hukum-hukum syariat kemasyarakatan di fase Madaniyah.
SOAL NOMOR 32
Suatu ayat Al-Qur'an memiliki latar belakang peristiwa khusus saat diturunkan (sababun nuzul khash), namun teks redaksi yang digunakan bersifat umum (lafzh 'amm). Kaidah ushuliyah yang paling disepakati jumhur ulama tafsir dalam mengontekstualisasikan ayat tersebut pada kehidupan masa kini adalah...
A. الْعِبْرَةُ بِخُصُوصِ السَّبَبِ لَا بِعُمُومِ اللَّفْظِ (Pelajaran diambil dari kekhususan sebab, bukan umumnya lafal)
B. الْعِبْرَةُ بِعُمُومِ اللَّفْظِ لَا بِخُصُوصِ السَّبَبِ (Pelajaran diambil dari keumuman lafal, bukan dari kekhususan sebab)
C. الْأَصْلُ فِي الْأَشْيَاءِ الْإِبَاحَةُ حَتَّى يَدُلَّ الدَّلِيلُ عَلَى التَّحْرِيمِ (Asal segala sesuatu adalah mubah hingga ada dalil yang melarang)
D. الدَّفْعُ أَوْلَى مِنَ الرَّفْعِ (Mencegah lebih utama daripada menghilangkan)
E. الْمَشَقَّةُ تَجْلِبُ التَّيْسِيرَ (Kesulitan itu menarik kemudahan)
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kaidah 'Al-'ibrah bi 'umumi al-lafzhi la bi khushusi as-sabab' menyatakan bahwa keberlakuan hukum dan pesan etis Al-Qur'an bersifat universal dan lintas waktu melampaui peristiwa partikular saat ayat tersebut turun pertama kali.
SOAL NOMOR 33
Prinsip kesetaraan dan persaudaraan antarbangsa tertuang dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 berikut:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Makna sosiologis-teologis dari klausul 'لِتَعَارَفُوا' dalam kerangka moderasi beragama dan kehidupan berbangsa yang majemuk adalah...
A. Saling mendominasi dan menunjukkan superioritas suku dan ras masing-masing
B. Membangun interaksi aktif yang melahirkan saling mengenal, memahami, menghormati, dan bersinergi dalam kebajikan tanpa memandang sekat primordial
C. Mewajibkan peleburan seluruh tradisi lokal menjadi satu budaya tunggal yang seragam
D. Membatasi komunikasi hanya dengan kelompok yang memiliki kesamaan etnis
E. Mengabaikan identitas kultural dan sejarah keluarga demi kepentingan pragmatis
Jawaban Benar: B
Pembahasan: 'Li ta'arafu' dalam QS. Al-Hujurat: 13 bukan sekadar tahu identitas formal, melainkan anjuran aktif untuk saling memahami, bertukar kebaikan, memupuk empati, dan membangun sinergi kemanusiaan lintas suku bangsa atas dasar ketakwaan.
SOAL NOMOR 34
Peringatan etika ekologis termaktub dalam firman Allah SWT pada QS. Ar-Rum ayat 41 berikut:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Pertalian logis antara frasa 'بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ' dengan fenomena krisis lingkungan global saat ini tercermin dalam kenyataan bahwa...
A. Bencana alam murni takdir deterministik yang tidak memiliki korelasi dengan aktivitas manusia
B. Kerusakan ekosistem laut dan darat timbul akibat kerakusan, eksploitasi nir-etika, dan perilaku konsumtif destruktif manusia yang mengabaikan amanah khalifah
C. Perubahan iklim global semata-mata diakibatkan oleh pergeseran lempeng tektonik bumi tanpa campur tangan industri
D. Alam semesta diciptakan untuk dieksploitasi habis-habisan tanpa perlu memikirkan generasi penerus
E. Umat beriman tidak memiliki tanggung jawab moral terhadap kerusakan hutan tropis
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Klausul 'bima kasabat aydinnas' secara eksplisit menetapkan hukum kausalitas bahwa polusi, kerusakan hutan, krisis iklim, dan degradasi biosfer merupakan konsekuensi antropogenik langsung dari perbuatan serakah dan kelalaian manusia.
SOAL NOMOR 35
Dalam menghadapi banjir informasi di era digital, Allah SWT memberikan panduan verifikasi pada QS. Al-Hujurat ayat 6 berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Perintah 'فَتَبَيَّنُوا' (dan dalam qira'at lain dibaca 'فَتَثَبَّتُوا') dalam ayat tersebut memberikan instruksi literasi media digital yang sangat krusial bagi warga madrasah, yaitu...
A. Menyebarluaskan berita secara cepat ke seluruh grup media sosial demi mengejar popularitas
B. Melakukan verifikasi faktual, memeriksa keabsahan sumber, meneliti konteks data, dan menahan diri sebelum membagikan informasi agar terhindar dari hoaks dan fitnah
C. Memercayai setiap informasi yang menggunakan judul sensasional dan kutipan religius
D. Menghapus seluruh akun media sosial dan menolak pemanfaatan internet secara total
E. Menyalahkan pihak penerima informasi jika terjadi kegaduhan akibat disinformasi
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kaidah tabayyun dan tatsabbut mengamanatkan proses cek silang informasi (fact-checking), meneliti kredibilitas sumber berita, serta bersikap kritis guna menjaga keharmonisan masyarakat dari racun disinformasi dan berita bohong.
SOAL NOMOR 36
Mukjizat Al-Qur'an dari aspek I'jaz Lughawi (kebahasaan) terbukti mampu menundukkan para sastrawan Arab Jahiliyah yang tersohor. Dimensi kemukjizatan sastra Al-Qur'an terletak pada...
A. Penggunaan kosakata yang sangat asing sehingga tidak dapat dipahami maknanya oleh manusia
B. Kesempurnaan susunan kata (nazham), harmoni fonetik huruf, kedalaman makna yang padat (ijaz), serta keindahan ritme yang melampaui syair dan prosa manusia
C. Ketebalan jilid mushaf yang mengalahkan seluruh buku ensiklopedia kuno
D. Ketiadaan kaidah tata bahasa Arab baku di dalam setiap ayat-ayatnya
E. Sifat teksnya yang hanya boleh ditafsirkan oleh bangsa Arab saja
Jawaban Benar: B
Pembahasan: I'jaz Lughawi tercermin dari keselarasan fonik, kefasihan diksi, kedalaman makna (balaghah), dan ketinggian susunan bahasa (uslub) yang berada di luar jangkauan daya cipta manusia sastrawan terhebat sekalipun.
SOAL NOMOR 37
Kajian konsep Nasikh dan Mansukh dalam Ulumul Qur'an memperlihatkan adanya metode bertahap (tadarruj) dalam penetapan hukum, sebagaimana terekam pada ayat-ayat pengharaman khamr. Nilai pedagogis luhur yang dapat dipetik oleh guru dari hikmah pensyariatan bertahap tersebut adalah...
A. Mengubah aturan secara sepihak dan mendadak tanpa sosialisasi kepada peserta didik
B. Memahami kesiapan psikologis peserta didik dalam proses pembinaan karakter dengan melakukan pendekatan persuasi bertahap penuh kelembutan
C. Menoleransi kemaksiatan secara permanen di lingkungan madrasah atas nama toleransi
D. Mengharuskan peserta didik langsung menguasai materi kompleks dalam satu kali pertemuan kelas
E. Menghapus target kurikulum madrasah yang dianggap memberatkan peserta didik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Konsep tadarruj (gradualisme) dalam nasikh-mansukh merefleksikan welas asih Allah terhadap kesiapan mental manusia. Dalam pedagogi, guru harus mendidik secara bertahap, membimbing kebiasaan baik dengan telaten tanpa pemaksaan drastis.
SOAL NOMOR 38
Perumpamaan nilai sedekah digambarkan secara gamblang dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 berikut:
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ
Analisis pesan etika filantropi Islam dari tamsil sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan setiap bulir berisi seratus biji adalah...
A. Harta yang diinfakkan akan habis secara sia-sia dalam hitungan matematis
B. Infaq yang didasari keikhlasan cinta kasih lillahi ta'ala melipatgandakan keberkahan harta, menyuburkan solidaritas sosial, dan menuai balasan pahala tak terhingga
C. Sedekah hanya diwajibkan bagi individu yang memiliki lahan pertanian subur
D. Pemberian donasi harus diumumkan di depan publik agar mendapat pujian yang berlipat ganda
E. Kekayaan materiil merupakan satu-satunya indikator kemuliaan hamba di hadapan Allah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Metafora agrikultural dalam ayat ini menggambarkan hukum pelipatgandaan spiritual dan sosial: sedekah yang tulus tidak pernah memiskinkan, melainkan menumbuhkan keberkahan berlipat hingga 700 kali lipat serta mempererat ikatan kasih sesama insan.
SOAL NOMOR 39
Konsep toleransi dan keteguhan iman terangkum dalam penggalan penutup QS. Al-Kafirun ayat 6 berikut:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Prinsip teologis-sosiologis yang termaktub pada ayat tersebut dalam konteks moderasi beragama menuntut sikap...
A. Mencampuradukkan ritual peribadatan antaragama demi terciptanya kerukunan semu
B. Ketegasan dalam memegang teguh akidah dan tata cara ibadah agama sendiri, seraya memberikan penghormatan penuh atas kebebasan beragama pihak lain tanpa mencela sesembahan mereka
C. Menolak dialog sosial dengan masyarakat yang berbeda keyakinan
D. Menganggap bahwa semua ajaran ketuhanan pada akhirnya bernilai benar tanpa distingsi
E. Memusuhi individu berbeda agama dalam relasi bertetangga dan berniaga
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Ayat 'lakum dinukum waliyadin' meletakkan fondasi toleransi sejati: menghormati eksistensi dan hak beribadah agama lain (non-intervensi) tanpa mengorbankan atau mencampuradukkan kemurnian akidah dan ritual agama masing-masing.
SOAL NOMOR 40
Tuntunan adab terhadap orang tua dipaparkan secara mendalam dalam QS. Al-Isra' ayat 23-24 berikut:
فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ۞ وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Kedalaman semantik dari ungkapan 'وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ' melukiskan adab bakti seorang peserta didik kepada orang tua dalam bentuk...
A. Ketaatan pasif tanpa rasa hormat dan kasih sayang batiniah
B. Sikap merendahkan diri serendah-rendahnya laksana burung yang melipat sayapnya karena dilandasi rasa cinta, kasih sayang tulus, dan kesadaran membalas kebaikan
C. Pemberian materi finansial berlimpah meskipun disertai perkataan yang menyakitkan hati
D. Kepatuhan mutlak bahkan ketika orang tua menyuruh berbuat kemusyrikan kepada Allah
E. Menitipkan orang tua yang sudah lanjut usia ke panti jompo terbaik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Majaz (metafora) 'merendahkan sayap kerendahan hati' mengibaratkan induk burung yang melindungi anaknya. Kepada orang tua, seorang peserta didik wajib menanggalkan egonya dan memperlakukan mereka dengan kelemahlembutan cinta kasih paripurna.
SOAL NOMOR 41
Ditinjau dari segi kuantitas rawi dalam periwayatan hadits, perbedaan hakiki antara Hadits Mutawatir dan Hadits Ahad terletak pada derajat epistemologisnya, yaitu...
A. Hadits mutawatir berfaedah ilmu zhanni (dugaan kuat), sedangkan hadits ahad berfaedah ilmu qath'i (kepastian mutlak)
B. Hadits mutawatir berfaedah ilmu qath'i nazhari yang wajib diragukan validitas perawinya
C. Hadits mutawatir menghasilkan ilmu dharuri/qath'i ats-tsubut (pasti bersumber dari Nabi), sedangkan hadits ahad berfaedah ilmu zhanniy ats-tsubut
D. Hadits mutawatir hanya boleh diriwayatkan oleh sahabat Nabi dari jalur keluarga dekat (Ahlul Bait)
E. Hadits ahad tertolak secara mutlak dalam penetapan hukum fiqih empat mazhab
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Hadits mutawatir diriwayatkan oleh orang banyak dalam setiap tingkatan thabaqat yang mustahil sepakat berdusta, menghasilkan ilmu qath'i/dharuri (pasti otentik). Sebaliknya, hadits ahad berstatus zhanniy ats-tsubut meski wajib diamalkan jika berderajat shahih.
SOAL NOMOR 42
Seorang perawi berpredikat tsiqah meriwayatkan suatu hadits dengan tambahan redaksi lafal tertentu yang tidak disebutkan oleh perawi-perawi tsiqah lainnya yang lebih banyak atau lebih hafizh. Jika tambahan redaksi tersebut bertentangan secara diametral dengan riwayat mayoritas tsiqah, maka hadits yang memuat tambahan tersebut divonis...
A. Shahih Li Ghairihi
B. Hadits Syadz
C. Hadits Mahfuzh
D. Hadits Maqlub
E. Hadits Mudraj
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Hadits Syadz adalah riwayat dari rawi yang tsiqah (terpercaya) namun menyalahi/bertentangan dengan riwayat orang-orang yang lebih tsiqah (awsaq). Tambahan yang bertentangan tersebut tertolak dan riwayat mayoritas yang selamat disebut Mahfuzh.
SOAL NOMOR 43
Dalam ilmu musthalah hadits, hadits yang gugur perawinya pada awal sanad dari sisi mukharrij/penghimpun hadits (seperti dalam kitab Shahih Bukhari tanpa menyebut sanad lengkap langsung bersabda Nabi SAW) dinamakan hadits...
A. Mursal
B. Mu'dhal
C. Mu'allaq
D. Munqathi'
E. Maudhu'
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Hadits Mu'allaq adalah hadits yang terputus sanadnya di awal rantai sanad (dari pihak pengarang kitab), baik yang digugurkan satu orang rawi, beberapa perawi, atau seluruh rantai sanadnya.
SOAL NOMOR 44
Dalam ilmu Jarh wa Ta'dil, apabila pada diri seorang perawi terdapat pertentangan data antara penilaian pujian umum (ta'dil mubham) dan kecaman yang disertai penjelasan bukti cacat secara detail (jarh mufassar), kaidah tarjih yang berlaku menurut mayoritas ulama adalah...
A. التَّعْدِيلُ مُقَدَّمٌ عَلَى الْجَرْحِ مُطْلَقًا (Ta'dil dimenangkan atas jarh secara mutlak)
B. الْجَرْحُ الْمُفَسَّرُ مُقَدَّمٌ عَلَى التَّعْدِيلِ (Jarh mufassar didahulukan daripada ta'dil)
C. Kedua penilaian dibatalkan dan hadits perawi tersebut otomatis dibakar
D. Mengundi pendapat para ulama yang menilai rawi tersebut
E. Memilih penilaian ta'dil jika perawi tersebut memiliki garis keturunan bangsawan
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kaidah 'Al-Jarh al-mufassar muqaddamun 'ala at-ta'dil' berlaku karena pihak yang melakukan jarh mufassar memiliki pengetahuan tambahan yang tersembunyi mengenai aib atau cacat rawi yang tidak diketahui oleh pihak yang menta'dil.
SOAL NOMOR 45
Hadits riwayat Bukhari dan Muslim berikut memuat pilar cinta kasih sesama mukmin:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Pensyarahan esensial hadits di atas dalam membangun kohesi sosial berlandaskan Kurikulum Berbasis Cinta adalah...
A. Menafikan status keislaman seseorang secara mutlak jika berbeda pilihan politik
B. Kesempurnaan iman seorang mukmin meniscayakan hadirnya rasa empati tulus, di mana ia mencintai kebaikan, kedamaian, dan kemaslahatan hadir bagi saudaranya sebagaimana ia mencintainya untuk dirinya sendiri
C. Larangan bersedekah kepada orang lain sebelum diri sendiri menjadi kaya raya
D. Kewajiban menyerahkan seluruh harta benda pribadi kepada rekan sekelas
E. Iman seseorang dinilai hanya dari rutinitas ibadah mahdhah personalnya
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Frasa 'la yu'minu' bermakna 'tidak sempurna iman' (nafyul kamal). Hadits ini adalah poros cinta welas asih dalam Islam, melatih kepekaan altruistik untuk mendambakan kebaikan bagi sesama manusia layaknya bagi diri sendiri.
SOAL NOMOR 46
Penegakan hukum dan tata kelola berintegritas ditekankan dalam sabda Rasulullah SAW berikut:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ
Aktualisasi pensyarahan hadits pencegahan suap-menyuap tersebut dalam konteks tata kelola dan pendidikan integritas di lingkungan madrasah adalah...
A. Memaklumi pemberian hadiah gratifikasi wali peserta didik kepada guru demi mendongkrak nilai rapor
B. Membangun zona integritas madrasah yang menolak segala bentuk suap, pungutan liar, dan gratifikasi demi menjamin keadilan dan profesionalisme layanan pendidikan
C. Membolehkan suap jika dilakukan dalam kondisi terpaksa untuk meloloskan akreditasi madrasah
D. Membatasi sosialisasi bahaya korupsi hanya pada kegiatan peringatan hari besar keagamaan
E. Menyalahkan pihak penerima suap saja dan membebaskan pihak pemberi suap dari tanggung jawab moral
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Hadits laknat atas penyuap dan penerima suap menegaskan haramnya transaksi transaksional curang. Di madrasah, ini diwujudkan melalui budaya anti-korupsi, transparansi rapor, dan penolakan gratifikasi yang merusak marwah keadilan.
SOAL NOMOR 47
Dalam peristiwa penyerbukan kurma di Madinah, Rasulullah SAW menyampaikan sabda:
أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ
Berdasarkan telaah Asbabul Wurud sabda tersebut, kesimpulan epistemologis yang dapat dijadikan panduan berpikir ilmiah peserta didik madrasah adalah...
A. Agama Islam melarang umatnya mendalami riset teknologi pertanian modern
B. Nabi SAW memberikan mandat kebebasan berinovasi, meneliti, dan mengembangkan sains dan urusan teknis keduniaan secara empiris demi kemaslahatan hidup manusia
C. Semua penemuan sains empiris wajib dibatalkan jika tidak tertulis secara harfiah dalam matan hadits
D. Urusan keduniaan terpisah total dari nilai moral dan etika ketuhanan
E. Hukum syariat ibadah boleh diubah sesuai dengan perkembangan tren sains mutakhir
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Sabda 'Antum a'lamu bi umuri dunyakum' (HR. Muslim) meletakkan demarkasi ilmiah: urusan teknis sains keduniaan (agrikultur, rekayasa teknologi, kedokteran) diserahkan pada akal budi, observasi empiris, dan riset para ahlinya.
SOAL NOMOR 48
Keutamaan menuntut ilmu ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat Abu Hurairah r.a. berikut:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Makna filosofis pedagogis dari penegasan sabda Rasulullah SAW di atas dalam memotivasi belajar peserta didik madrasah adalah...
A. Menuntut ilmu cukup dilakukan melalui proses instan tanpa membutuhkan jerih payah dan pengorbanan
B. Setiap ikhtiar, rasa lelah, dan ketekunan dalam mencari ilmu pengetahuan yang bermanfaat hakikatnya merupakan jalan ibadah yang menghantarkan pada keridhaan Allah dan surga-Nya
C. Ilmu yang mengantarkan ke surga semata-mata ilmu menghafal teks Arab kuno
D. Peserta didik yang bersekolah di madrasah dijamin masuk surga tanpa perlu beramal saleh
E. Gelar akademis duniawi merupakan tolok ukur utama ketakwaan seorang penuntut ilmu
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Jalan menuntut ilmu disetarakan dengan jalan menuju surga; metafora ini memuliakan proses belajar sebagai jihad intelektual dan spiritual yang menyucikan jiwa serta membekali insan dengan kemuliaan adab.
SOAL NOMOR 49
Dalam metodologi kritik matan hadits (naqd al-matn), salah satu tolok ukur pengujian keotentikan isi adalah tidak bertentangan dengan prinsip umum Al-Qur'an (al-qawa'id al-kulliyyah). Apabila ditemukan hadits ber-sanad shahih namun secara lahiriah tampak berlawanan dengan ayat Al-Qur'an yang muhkam, langkah metodologis pertama muhadditsin adalah...
A. Langsung membuang dan membakar kitab hadits yang memuat riwayat tersebut
B. Melakukan kompromi metodologis (al-jam'u wat taufiq) dengan menempatkan konteks hadits pada kekhususan kasus atau penjelas tafsir ayat
C. Mendahulukan hadits dan menasakh ayat Al-Qur'an secara serampangan
D. Memilih salah satunya berdasarkan voting mayoritas peserta didik di kelas
E. Mengabaikan kedua dalil tersebut dan beralih pada tradisi lokal
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kaidah utama dalam kritik hadits jika tampak kontradiksi adalah 'al-jam'u awla min at-tarjih' (mengompromikan lebih diutamakan daripada membuang salah satu dalil), dengan meneliti takhshish, taqyid, atau konteks asbabul wurud-nya.
SOAL NOMOR 50
Pola makan ideal demi menjaga kebugaran jasmani dan ketajaman berpikir disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat at-Tirmidzi berikut:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ ۖ بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ ۖ فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Dimensi pensyarahan hadits tersebut yang relevan dengan pembiasaan gaya hidup sehat (well-being) bagi peserta didik madrasah adalah...
A. Anjuran untuk melakukan puasa terus-menerus tanpa pernah berbuka
B. Pengendalian nafsu konsumerisme melalui pengaturan pola makan seimbang (sepertiga makanan padat, sepertiga air, dan sepertiga ruang udara/pernapasan) demi menjaga kesehatan fisik dan kejernihan akal
C. Kewajiban menghabiskan makanan dalam porsi besar agar tidak mubazir
D. Larangan mengonsumsi air minum saat sedang menyantap makanan
E. Pemberian hukuman bagi individu yang makan lebih dari dua kali sehari
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Hadits proporsi lambung (1/3 makanan, 1/3 minuman, 1/3 udara) meletakkan kaidah preventif kedokteran modern: menjauhi 'overeating' (makan berlebih) yang memicu kelesuan fisik dan obesitas, serta memelihara kejernihan pikiran.
SOAL NOMOR 51
Suatu hadits berstatus dha'if ringan karena faktor kelemahan daya hafal (dhabth) perawinya. Hadits tersebut dapat terangkat derajatnya menjadi Hadits Hasan Li Ghairihi apabila memenuhi syarat...
A. Perawinya bertaubat dari dosa dusta yang pernah dilakukannya
B. Diriwayatkan melalui jalur rantai sanad lain yang setara atau lebih kuat dan tidak mengandung cacat berat (syadz atau 'illat qadihah)
C. Ditemukan naskah manuskrip hadits tersebut yang ditulis dengan tinta emas
D. Disetujui oleh penguasa atau khalifah pada zamannya
E. Memiliki kesamaan tema dengan dongeng masyarakat setempat
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Hadits Hasan Li Ghairihi adalah hadits dha'if yang kelemahannya ringan (bukan pendusta atau fasik) yang terbantu (terangkat) oleh adanya jalur sanad lain yang semisal atau lebih kuat (ta'addud ath-thuruq) yang saling menguatkan.
SOAL NOMOR 52
Dalam sejarah transmisi hadits, kelompok pemalsu hadits (wadhdha'un) dari kalangan kaum zindiq maupun sebagian ahli zuhud yang keliru kerap merekayasa hadits palsu (maudhu') bertema keutamaan amal (targhib wa tarhib). Bahaya fatal dari penyebaran hadits maudhu' bagi pola pikir peserta didik madrasah adalah...
A. Meningkatkan minat peserta didik untuk membaca kitab-kitab klasik
B. Mendistorsi kemurnian ajaran syariat, memicu takhayul, mengaburkan skala prioritas amal, serta merusak tradisi berpikir kritis dan berbasis bukti autentik
C. Membuat peserta didik menjadi terlalu pandai dalam ilmu bahasa Arab
D. Mengharuskan madrasah menambah jam belajar ekstrakurikuler hadits
E. Membantu hafalan surat-surat pendek peserta didik menjadi lebih lancar
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Hadits maudhu' meracuni akal sehat dan agama dengan janji/ancaman fiktif tak masuk akal, menghancurkan integritas epistemologi Islam yang bersandar pada sanad shahih, dan mematikan nalar kritis peserta didik.
SOAL NOMOR 53
Keberagaman manifestasi iman dari ranah spiritual hingga aksi ekologis terangkum dalam sabda Rasulullah SAW berikut:
الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً ۖ فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ۖ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ ۖ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ
Pensyarahan holistik cabang iman terendah ('إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ') dalam hubungannya dengan budaya madrasah adiwiyata adalah...
A. Kebersihan lingkungan madrasah semata-mata tugas pegawai kebersihan honorer
B. Kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan publik, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menyingkirkan bahaya di fasilitas madrasah, merupakan indikator keimanan nyata yang berakar dari cinta lingkungan
C. Iman seorang muslim hanya diukur dari ucapan tahlil tanpa perlu aksi sosial
D. Menyingkirkan duri di jalan hanya berpahala jika dilakukan di jalan raya protokol
E. Sifat malu hanya perlu diterapkan dalam urusan pakaian formal saja
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Menyingkirkan gangguan dari jalanan ('imathatul adza') adalah manifestasi iman aplikatif. Di madrasah, ini menjelma menjadi kesadaran ekologis kolektif: memilah sampah, menjaga sanitasi, dan merawat fasilitas publik dengan penuh cinta.
SOAL NOMOR 54
Perbedaan ontologis dan hukum antara Al-Qur'an dan Hadits Qudsi terletak pada karakteristik teks dan periwayatannya, yaitu...
A. Al-Qur'an redaksi dan maknanya dari Nabi SAW, sedangkan hadits qudsi dari malaikat Jibril
B. Al-Qur'an lafazh dan maknanya dari Allah SWT, membacanya bernilai ibadah khusus (mu'abbad bi tilawatihi) dan bersifat mukjizat, sedangkan Hadits Qudsi maknanya dari Allah namun redaksi bahasanya dari Nabi SAW serta tidak dibaca dalam shalat
C. Hadits qudsi kedudukannya lebih tinggi daripada Al-Qur'an dalam penetapan hukum fiqih
D. Hadits qudsi pasti mutawatir seluruhnya sedangkan Al-Qur'an sebagiannya ahad
E. Al-Qur'an boleh diriwayatkan secara makna saja tanpa lafal aslinya
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Al-Qur'an: lafazh & makna wahyu langsung dari Allah, bernilai ibadah membacanya per huruf, menjadi bacaan rukun shalat, dan mukjizat abadi. Hadits Qudsi: makna dari Allah, redaksi dari lisan Nabi SAW, tidak untuk bacaan shalat fardhu, dan bukan mukjizat kebahasaan.
SOAL NOMOR 55
Ketika menafsirkan ayat Al-Qur'an yang memuat kosakata Gharib (kosakata arkais/langka), para mufassir merujuk pada kekayaan khazanah syair-syair Arab Jahiliyah (Syi'ir Jahili). Alasan metodologis pentingnya rujukan filologis tersebut adalah...
A. Karena bangsa Arab Jahiliyah merupakan pencipta Al-Qur'an
B. Syair Arab berfungsi sebagai diwan/arsip autentik bahasa Arab murni yang merekam konotasi semantik asli kosakata pada masa Al-Qur'an diturunkan
C. Untuk memasukkan ajaran politeisme Jahiliyah ke dalam tafsir Al-Qur'an
D. Karena mushaf Usmani tidak memiliki arti jika tidak dicocokkan dengan dongeng kuno
E. Syair Jahiliyah kedudukannya setara dengan sabda Nabi SAW
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Sahabat Ibnu Abbas menegaskan bahwa syair Arab adalah arsip kebahasaan (Diwanul Arab). Untuk mengurai makna kata langka (Gharibul Qur'an), telaah penggunaan kata tersebut pada sastra jahiliyah menjadi rujukan semantik primer.
SOAL NOMOR 56
Perhatikan empat kata khusus dalam mushaf Al-Qur'an berikut:
دُنْيَا - بُنْيَانٌ - قِنْوَانٌ - صِنْوَانٌ
Hukum bacaan tajwid yang berlaku pada keempat kata di atas beserta alasan fonetis larangan peng-idgham-annya adalah...
A. Ikhfa' Haqiqi, karena nun sukun bertemu huruf ya' dan wawu
B. Idzhar Wajib (Mutlaq), dibaca jelas tanpa ghunnah karena nun sukun bertemu huruf ya' atau wawu dalam satu kata bersambung guna mencegah kesamaran makna dengan kata berakar huruf ganda (mudha'af)
C. Idgham Bighunnah, dibaca lebur dengan dengungan dua harakat
D. Iqlab, ditukar bunyinya menjadi huruf mim sukun
E. Mad Farqi, dibaca panjang enam ketukan
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pada 4 kata di atas (dun-ya, bun-yan, qin-wan, shin-wan), terjadi pertemuan nun sukun dengan huruf ya/wawu dalam SATU kata (kalimah wahidah). Kaidah tajwid mewajibkan Idzhar Mutlaq (wajib dibaca jelas), karena jika diidghamkan akan menyerupai kata ber-tasydid (mudha'af) yang mengubah akar kata dan maknanya.
SOAL NOMOR 57
Perhatikan kutipan ayat dari QS. Al-Ma'un ayat 4-5 berikut:
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ ۞ الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Apabila seorang qari sengaja menghentikan bacaan (waqaf) pada lafal 'لِّلْمُصَلِّينَ' lalu bernapas dan mengakhiri tilawahnya tanpa menyambung ke ayat berikutnya, maka kategori waqaf tersebut tergolong...
A. Waqaf Tam (sempurna dan tidak bergantung arti)
B. Waqaf Kafi (cukup dan maknanya selesai)
C. Waqaf Qabih (buruk/rusak, karena memotong kalimat yang menyebabkan makna berlawanan atau mencela orang shalat secara umum)
D. Waqaf Hasan (baik dan boleh dilanjutkan tanpa mengulang)
E. Waqaf Lazim (wajib berhenti)
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Waqaf Qabih adalah berhenti pada lafal yang belum sempurna susunannya dan merusak makna sejati (memberikan arti yang salah/buruk), seperti berhenti pada 'fawailul lil mushallin' (maka celakalah bagi orang yang shalat) tanpa menyambung sifat kelalaian mereka di ayat selanjutnya.
SOAL NOMOR 58
Pilar etika komunikasi lisan dan digital disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam riwayat muttafaq 'alaih berikut:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ ۖ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ ۖ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Pensyarahan matan hadits di atas dalam kaitannya dengan etika bermedia sosial di kalangan remaja madrasah menyimpulkan bahwa...
A. Kebebasan berpendapat di media digital bersifat mutlak tanpa batas etis dan pertanggungjawaban
B. Integritas keimanan kepada Allah dan Hari Pembalasan berkorelasi langsung dengan kemampuan menahan diri dari ujaran kebencian, komentar sarkastis, dan hoaks; jika tidak mampu menebar pesan kebajikan, maka diam adalah benteng keselamatan
C. Menjaga hubungan bertetangga hanya diwajibkan kepada tetangga yang satu madrasah
D. Kewajiban memuliakan tamu hanya berlaku jika tamu tersebut membawa hadiah mewah
E. Menulis status di media sosial tidak termasuk dalam kategori ucapan lisan yang dihisab
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Nabi SAW mengaitkan iman kepada Allah dan Hari Akhir dengan kendali komunikasi: 'berkata baik atau diam'. Di era digital, hadits ini menjadi pedoman literasi etika: jempol dan tulisan di media sosial sama hisabnya dengan lisan.
SOAL NOMOR 59
Dalam khazanah literatur pensyarahan hadits (Kutubus Syuruh), kitab 'Fathul Bari' karya Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dan kitab 'Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim' karya Imam an-Nawawi menjadi rujukan utama madrasah. Karakteristik metodologis yang menonjol dari karya Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam menguraikan hadits adalah...
A. Menghapus seluruh sanad dan hanya menyajikan terjemahan bahasa daerah
B. Eksplorasi riwayat sanad yang sangat komprehensif, menginventarisasi seluruh jalur transmisi hadits (takhrij), menuntaskan 'illat tersembunyi, serta mensintesis fikih perbandingan lintas mazhab secara mendalam
C. Hanya mengkaji aspek gramatika nahwu-sharaf tanpa membahas hukum fikih sama sekali
D. Menolak seluruh penafsiran sahabat dan tabi'in dalam memahami matan hadits
E. Membatasi penjelasan hanya dalam lingkup mazhab Hanafi semata
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Masterpiece Ibnu Hajar 'Fathul Bari' diakui sebagai syarah Shahih Bukhari teragung karena kemampuannya menghimpun seluruh variasi sanad, menganalisis status rawi, menyingkap 'illat, serta menguraikan fiqhul hadits lintas mazhab dengan adil.
SOAL NOMOR 60
Konsep sentral moderasi beragama dalam Islam ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 143 berikut:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
Sintesis konseptual karakter 'Ummatan Wasathan' yang wajib diinternalisasikan oleh guru Al-Qur'an Hadits kepada peserta didik di tengah tarikan arus ekstremisme dan sekularisme global adalah...
A. Sikap acuh tak acuh dan kompromistis terhadap segala bentuk penyimpangan moral
B. Sikap moderat yang berkeadilan (i'tidal), seimbang (tawazun), berada di jalan tengah yang teguh (tawassuth), menjauhi sikap ekstrem berlebihan (ghuluw) maupun peremehan ajaran (tafrith), serta memancarkan cinta kasih bagi semesta
C. Sikap fanatisme buta terhadap golongan sendiri seraya mengafirkan pihak lain yang berbeda pandangan
D. Menolak modernitas dan teknologi demi menjaga keaslian peradaban kuno
E. Menyerahkan penafsiran ayat Al-Qur'an kepada kehendak hawa nafsu masing-masing individu
Jawaban Benar: B
Pembahasan: 'Ummatan Wasathan' bermakna umat pilihan yang adil dan seimbang (wasathiyah). Penerapan karakter ini dalam KBC Kemenag menyeimbangkan teks dan konteks, menjauhkan peserta didik dari ekstremisme kaku (tatharruf/ghuluw) maupun liberalisme permisif (tafrith), menegakkan moderasi Islam rahmatan lil 'alamin.
JALURPPG.ID
JP/CERT/12052026
Sertifikat Penghargaan
Sertifikat ini secara resmi diberikan kepada:
Peserta Kuis
Atas pencapaian dan kompetensi yang ditunjukkan pada kuis interaktif Paket 1 Soal AKGTK Guru Al-Qur'an Hadits MTs: Kompetensi Pedagogik dan Profesional
dengan perolehan nilai akhir:
Capaian Skor
0
Tanggal Penerbitan:
12 Mei 2026
JALURPPG.ID
Direktur Platform Pendidikan
Lokasi:
Berbagi :
Posting Komentar
untuk "Paket 1 Soal AKGTK Guru Al-Qur'an Hadits MTs: Kompetensi Pedagogik dan Profesional"
Posting Komentar untuk "Paket 1 Soal AKGTK Guru Al-Qur'an Hadits MTs: Kompetensi Pedagogik dan Profesional"