Paket 1 Soal AKGTK Guru Bahasa Arab MA: Kompetensi Pedagogik dan Profesional
Materi / Topik:
Kompetensi Pedagogik: Perancangan Pembelajaran dan Asesmen Bahasa Arab MA berbasis KMA 1503/2025, Kompetensi Pedagogik: Pemanfaatan Media Digital dan TPACK dalam Pembelajaran Maharah Lughawiyyah, Kompetensi Profesional: Analisis Kaidah Kebahasaan (Nahwu dan Sharaf Tingkat Lanjut), Kompetensi Profesional: Kajian Balaghah (Bayan, Ma'ani, Badi') dan Stilistika Teks Sastra Arab, Kompetensi Profesional: Pemahaman dan Analisis Ragam Teks Bahasa Arab (Fahmul Maqru' Kontemporer dan Klasik), Kompetensi Profesional: Metodologi dan Pendekatan Pengajaran Empat Kemahiran Berbahasa Arab (Maharah Al-Kalam, Al-Istima', Al-Qira'ah, Al-Kitabah)
Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, d, atau e yang merupakan jawaban yang paling benar!
1
PILIHAN GANDA
Seorang guru Bahasa Arab di madrasah aliyah mengamati adanya sekelompok peserta didik yang merasa tertekan dan enggan berpartisipasi setiap kali diminta berbicara di depan kelas. Mengacu pada paradigma Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sesuai KMA 1503/2025, guru tersebut berniat menata kembali skenario pembelajaran agar tercipta suasana psikologis yang aman dan memberdayakan. Tindakan pedagogis yang paling mencerminkan prinsip tersebut adalah...
2
PILIHAN GANDA
Dalam merancang asesmen sumatif akhir bab bertema 'At-Tasawwuq' (Berbelanja), seorang pendidik ingin mengukur kompetensi kemahiran berbahasa sekaligus menumbuhkan dimensi moderasi beragama dan kepedulian sosial secara integratif. Desain penugasan yang paling relevan memenuhi kriteria asesmen otentik KBC adalah...
3
PILIHAN GANDA
Struktur kurikulum madrasah menuntut fleksibilitas perencanaan tanpa terbelenggu format administrasi yang kaku. Ketika mendapati capaian kemampuan awal peserta didik pada satu kelas sangat heterogen dalam penguasaan tata bahasa dasar, modifikasi modul ajar yang paling bijaksana adalah...
4
PILIHAN GANDA
Ketika peserta didik melakukan kesalahan pelafalan atau struktur kalimat saat berbicara, guru mengamati raut wajah malu dan keengganan untuk melanjutkan tuturan. Pendekatan umpan balik humanis yang selaras dengan nilai welas asih pedagogis adalah...
5
PILIHAN GANDA
Untuk mengintegrasikan nilai moderasi beragama dan saling menghargai (tasamuh) dalam materi teks qira'ah di Madrasah Aliyah, kriteria pemilihan bahan bacaan yang paling tepat oleh pendidik adalah...
6
PILIHAN GANDA
Seorang guru ingin menata suasana kelas Bahasa Arab agar merangsang pemerolehan bahasa secara natural tanpa membebani mental peserta didik. Langkah manajerial lingkungan kelas yang paling efektif yaitu...
7
PILIHAN GANDA
Pada draf karangan peserta didik ditemukan kalimat:
ذَهَبَ الطَّالِبَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ أَمْسِ
Catatan umpan balik tertulis yang mencerminkan bimbingan apresiatif sekaligus mendidik pemahaman kaidah adalah...
8
PILIHAN GANDA
Di kelas XII, kemampuan membaca teks Arab gundul bervariasi dari yang belum lancar membaca hingga yang mampu menganalisis wacana turats. Strategi diferensiasi konten yang paling proporsional untuk diterapkan guru adalah...
9
PILIHAN GANDA
Pendidik menyelenggarakan penilaian antarteman (peer-assessment) dalam unjuk kemahiran kalam. Agar proses asesmen tidak berubah menjadi ajang saling menjatuhkan atau memicu rasa rendah diri, langkah preventif terbaik adalah...
10
PILIHAN GANDA
Seorang peserta didik mengalami kesulitan berulang dalam membedakan penggunaan dhomir muttashil lil jar dan lil nashab. Tindakan remedial yang paling mendidik dan berempati yaitu...
11
PILIHAN GANDA
Berdasarkan kerangka TPACK, seorang guru merancang pembelajaran Maharah Al-Istima' dengan memanfaatkan rekaman penutur asli (native speaker) bertema lingkungan hidup. Agar integrasi teknologi berjalan optimal mendukung pedagogi pemahaman mendalam, rancangan kegiatan yang tepat adalah...
12
PILIHAN GANDA
Pemanfaatan aplikasi penulisan kolaboratif daring (seperti Google Docs atau Etherpad Arab) dalam kemahiran kitabah paling berdaya guna ketika difungsikan untuk...
13
PILIHAN GANDA
Guru memfasilitasi penugasan pembuatan podcast berbahasa Arab bertajuk 'Suara Madrasah untuk Dunia'. Kriteria perancangan proyek yang paling mendorong kemandirian dan kreativitas peserta didik yaitu...
14
PILIHAN GANDA
Aplikasi kuis gamifikasi daring (seperti Quizizz atau Wordwall) sering digunakan untuk menguji kaidah nahwu. Evaluasi kritis yang harus diperhatikan guru agar penggunaan aplikasi ini tidak merusak pemahaman konsep mendalam adalah...
15
PILIHAN GANDA
Ketika melaksanakan pembelajaran blended learning, guru mendapati beberapa peserta didik mengalami kendala kepemilikan gawai dan kuota internet yang terbatas di rumahnya. Keputusan paling inklusif yang harus diambil adalah...
16
PILIHAN GANDA
Dalam melatih peserta didik menemukan kolokasi kata (syai'u al-isti'mal) yang lazim dalam Bahasa Arab modern, pemanfaatan korpus digital (seperti ArabiCorpus atau Sketch Engine) paling tepat diposisikan dalam aktivitas...
17
PILIHAN GANDA
Guru mendorong peserta didik menginstal aplikasi kamus digital Arab-Indonesia (seperti Almaany). Agar peserta didik tidak salah memilih padanan leksikal saat menerjemahkan kalimat, keterampilan penting yang harus dilatihkan guru adalah...
18
PILIHAN GANDA
Materi morfologi (sharaf) sering kali dianggap menjemukan jika diajarkan hanya lewat tabel hafalan. Inovasi gamifikasi digital yang paling efektif memantik keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami wazan dan derivasi adalah...
19
PILIHAN GANDA
Dalam memanfaatkan media sosial untuk penugasan Bahasa Arab, guru meminta peserta didik mengunggah reels/vlog singkat tentang kampanye kebersihan lingkungan madrasah. Kebijakan protektif yang wajib diintegrasikan guru adalah...
20
PILIHAN GANDA
Seorang guru menyusun salindia (slide) presentasi materi Tarkib Na'at dan Man'ut dengan memasukkan terlalu banyak warna teks berkedip, animasi gerak acak, musik latar kencang, dan teks Arab berukuran sangat padat. Berdasarkan Cognitive Load Theory, kendala yang dihadapi peserta didik adalah...
21
PILIHAN GANDA
Dalam tuturan sastrawi: صَبَرَ الْعَالِمُ عَلَى أَذَى الْجُهَّالِ صَبْرًا جَمِيلًا لَا شَكْوَى فِيهِ, fungsi semantis kedudukan maf'ul muthlaq pada lafal 'صَبْرًا' adalah...
22
PILIHAN GANDA
Perhatikan konstruksi sintaksis berikut:
امْتَلَأَتْ نُفُوسُ الْمُتَعَلِّمِينَ يَقِينًا حِينَ أَقْبَلَ الْمُعَلِّمُ مُبْتَسِمًا
Analisis i'rab yang tepat terhadap lafal 'يَقِينًا' dan 'مُبْتَسِمًا' secara berturut-turut pada kalimat tersebut adalah...
23
PILIHAN GANDA
Ditelaah dari kaidah istitsna' dalam kalam manfi tam pada kalimat:
مَا قَرَأَ الْبَاحِثُونَ الْمَرَاجِعَ الْقَدِيمَةَ إِلَّا كِتَابًا وَاحِدًا
Status sintaksis dan kemungkinan harakat i'rab pada kata 'كِتَابًا' adalah...
24
PILIHAN GANDA
Ditinjau dari kaidah tarkib syarth wa jawab pada kalimat:
إِنْ تَسْعَ فِي نَشْرِ الْمَحَبَّةِ بَيْنَ النَّاسِ فَلَنْ يَضِيعَ أَجْرُكَ
Sebab gramatikal wajibnya penyertaan huruf fa' (rabithah li jawābisy syarth) pada klausa 'فَلَنْ يَضِيعَ' adalah...
25
PILIHAN GANDA
Bandingkan dua variasi kalimat nida' berikut:
(١) يَا رَجُلُ خُذْ بِيَدِي
(٢) يَا رَجُلًا خُذْ بِيَدِي
Perbedaan makna mendasar serta implikasi status i'rab antara kata 'رَجُلُ' (1) dan 'رَجُلًا' (2) adalah...
26
PILIHAN GANDA
Pada struktur kalimat af'al asy-syuru' berikut:
أَنْشَأَ الْمُهَنْدِسُونَ يُصَمِّمُونَ الْجِسْرَ الْجَدِيدَ
Ketentuan gramatikal khabar dari fi'il 'أَنْشَأَ' yang tepat adalah...
27
PILIHAN GANDA
Pada verba 'اتَّصَلَ', asal bentuk fonemis (ashlul kalimah) serta proses perubahan morfologis (i'lal/ibdal) yang dialaminya adalah...
28
PILIHAN GANDA
Berdasarkan makna morfologis dalam kalimat: تَعَاوَنَ أَبْنَاءُ الْوَطَنِ فِي رِعَايَةِ الضُّعَفَاءِ, faidah gramatikal (faidah as-shighah) dari imbuhan pada verba 'تَعَاوَنَ' yang berwazan 'تَفَاعَلَ' adalah...
29
PILIHAN GANDA
Ditelaah dari aspek semantik kebahasaan pada ragam jamak 'أَنْفُس' dan 'نُفُوس', fungsi pemakaian wazan 'أَفْعُل' (jamak qillah) dan 'فُعُول' (jamak katsrah) secara tepat adalah...
30
PILIHAN GANDA
Ketika kata 'عَصَا' (tongkat - isim maqshur alif ketiga) hendak diubah ke dalam bentuk isim mansub (diberi ya' nisbah), bentuk bentukan morfologis yang benar sesuai kaidah sharaf adalah...
31
PILIHAN GANDA
Dalam wacana puitis: الْعِلْمُ نُورٌ يَهْدِي الْحَائِرِينَ فِي ظُلُمَاتِ الْجَهْلِ, kajian ilmu Bayan mengkategorikan ungkapan 'الْعِلْمُ نُورٌ' sebagai Tasybih Baligh karena...
32
PILIHAN GANDA
Pada tuturan oratoris: أَلْقَى الْخَطِيبُ كَلِمَةً كَانَ لَهَا أَثَرٌ بَالِغٌ فِي نُفُوسِ الْحَاضِرِينَ, lafal 'كَلِمَةً' mengandung majaz mursal dengan relasi ('alaqah)...
Dalam tradisi retorika bangsa Arab, ungkapan figuratif 'فُلَانٌ كَثِيرُ الرَّمَادِ' diklasifikasikan ke dalam jenis kinayah dan rahasia makna stilistika berupa...
35
PILIHAN GANDA
Pada munajat Nabi Zakariya dalam Al-Qur'an: رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا, tujuan pragmatis (faidah al-kalam / khurūj 'an zāhiril khabar) dari kalam khabari tersebut menurut ilmu Ma'ani adalah...
36
PILIHAN GANDA
Ditinjau dari uslub al-qashr dalam firman Allah: إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ, penentuan metode qashr (thariqatul qashr) beserta maqsūr dan maqsūr 'alaih yang tepat adalah...
37
PILIHAN GANDA
Dalam ungkapan balaghis: يَقِينِي بِاللَّهِ يَقِينِي شُرُورَ الدُّنْيَا, sentuhan estetika lafal (muhassināt lafzhiyyah) yang mendominasi kalimat tersebut adalah...
38
PILIHAN GANDA
Ditinjau dari kaidah ilmu Badi' ma'nawi, ayat Al-Qur'an: فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا merefleksikan karakteristik stilistika...
39
PILIHAN GANDA
Cermati teks kontemporer berikut:
تُعَدُّ الطَّاقَةُ الْمُتَجَدِّدَةُ رَكِيزَةً أَسَاسِيَّةً فِي التَّنْمِيَةِ الْمُسْتَدَامَةِ، حَيْثُ تُسْهِمُ فِي خَفْضِ الِانْبِعَاثَاتِ الْكَرْبُونِيَّةِ وَحِمَايَةِ الْبِيئَةِ مِنَ التَّغَيُّرَاتِ الْمُنَاخِيَّةِ الْحَادَّةِ، فَضْلًا عَنْ تَوْفِيرِ مَصَادِرَ بَدِيلَةٍ لِلطَّاقَةِ تَتَّسِمُ بِالاسْتِمْرَارِيَّةِ وَالْأَمَانِ الِاقْتِصَادِيِّ لِلْأَجْيَالِ الْقَادِمَةِ.
Ide pokok yang mendasari wacana artikel lingkungan di atas adalah...
40
PILIHAN GANDA
Cermati teks tajuk rencana berikut:
إِنَّ الْمُحَاوَلَاتِ الْحَثِيثَةَ لِإِقْصَاءِ الْهُوِيَّةِ الثَّقَافِيَّةِ فِي عَصْرِ الْعَوْلَمَةِ تَحْتَ ذَرِيعَةِ التَّحْدِيثِ لَيْسَتْ سِوَى انْتِكَاسَةٍ حَضَارِيَّةٍ، فَالْأُمَمُ الَّتِي تُفَرِّطُ فِي لِسَانِهَا وَتُرَاثِهَا تَفْقِدُ بَوْصَلَةَ التَّقَدُّمِ الْحَقِيقِيِّ.
Sikap atau tendensi ideologis penulis yang tersirat di balik kutipan tajuk rencana di atas adalah...
41
PILIHAN GANDA
Pada kalimat wacana: تَمَسَّكَتِ الْمَجَالِسُ التَّرْبَوِيَّةُ بِقِيَمِ التَّسَامُحِ، وَأَكَّدَتْ هَذِهِ الْقِيَمُ أَهَمِّيَّتَهَا فِي بِسَاطِ التَّعَايُشِ؛ لِأَنَّهَا تُعَزِّزُ رَوَابِطَ الْأُخُوَّةِ بَيْنَ كَافَّةِ أَطْيَافِ الْمُجْتَمَعِ, kata ganti 'هَا' pada lafal 'لِأَنَّهَا' secara gramatikal merujuk (marji' ad-dhamīr) kepada...
42
PILIHAN GANDA
Cermati teks khutbah klasik berikut:
أَيُّهَا النَّاسُ، اسْمَعُوا وَعُوا، إِنَّهُ مَنْ عَاشَ مَاتَ، وَمَنْ مَاتَ فَاتَ، وَكُلُّ مَا هُوَ آتٍ آتٍ، لَيْلٌ دَاجٍ، وَنَهَارٌ سَاجٍ، وَسَمَاءٌ ذَاتُ أَبْرَاجٍ.
Karakteristik stilistika dominan dari teks khutbah klasik Quss bin Sa'idah di atas adalah...
43
PILIHAN GANDA
Cermati teks kutipan kitab turats berikut:
وَزَعَمَ بَعْضُهُمْ أَنَّ اللُّغَةَ اصْطِلَاحٌ مَحْضٌ لَا مَدْخَلَ لِلْإِلْهَامِ فِيهَا، وَهَذَا قَوْلٌ يَدْحَضُهُ وُجُودُ أَسْمَاءِ الْأَشْيَاءِ الَّتِي لَا تَهْتَدِي إِلَيْهَا الْعُقُولُ إِلَّا بِتَوْقِيفٍ.
Argumen bantahan yang dibangun pengarang turats terhadap pandangan rivalnya dalam kutipan di atas berpijak pada premis...
44
PILIHAN GANDA
Cermati teks berita media berikut:
وَقَدْ وَصَفَتْ جِهَاتٌ مُتَشَدِّدَةٌ هَذِهِ الْمُبَادَرَةَ الْإِنْسَانِيَّةَ بِأَنَّهَا مُجَرَّدُ 'مُؤَامَرَةٍ مَشْبُوهَةٍ'، رَغْمَ أَنَّهَا حَظِيَتْ بِإِشَادَةٍ دَوْلِيَّةٍ وَاسِعَةٍ.
Penggunaan frasa 'مُؤَامَرَةٍ مَشْبُوهَةٍ' (konspirasi mencurigakan) diapit tanda petik dalam teks jurnalistik di atas menunjukkan...
45
PILIHAN GANDA
Dalam peribahasa Arab klasik: عَلَى أَهْلِهَا جَنَتْ بَرَاقِشُ, latar kultural-historis dan konteks pemakaian ungkapan tersebut adalah...
Perhatikan perbandingan semantik pada dua konstruksi kalimat berikut:
(١) قَضَى الْقَاضِي بَيْنَ الْخَصْمَيْنِ بِالْعَدْلِ
(٢) قَضَى الرَّجُلُ نَحْبَهُ بَعْدَ حَيَاةٍ حَافِلَةٍ بِالْعَطَاءِ
Perbedaan nuansa makna kata 'قَضَى' pada kalimat (1) dan (2) secara berurutan adalah...
48
PILIHAN GANDA
Lengkapilah bagian rumpang pada kalimat berikut agar kohesif:
لَمْ يَقْتَصِرِ التَّعَاوُنُ بَيْنَ الْمَدْرَسَتَيْنِ عَلَى تَبَادُلِ الْمَنَاهِجِ، ... تَجَاوَزَ ذَلِكَ إِلَى إِقَامَةِ مُخَيَّمَاتٍ لُغَوِيَّةٍ مُشْتَرَكَةٍ.
Penanda wacana (adawāt ar-rabth) yang paling tepat dan baku adalah...
49
PILIHAN GANDA
Dalam merancang kegiatan post-listening pada pembelajaran Maharah Al-Istima' berbasis pendekatan komunikatif, aktivitas yang paling merangsang berpikir tingkat tinggi peserta didik adalah...
50
PILIHAN GANDA
Guru membedakan dua strategi pengolahan informasi dalam menyimak: Bottom-Up dan Top-Down. Aktivitas menyimak yang secara spesifik mencerminkan penerapan strategi Top-Down adalah...
51
PILIHAN GANDA
Seorang guru ingin melatih kemahiran berbicara (Maharah Al-Kalam) peserta didik melalui teknik role-play yang bermakna. Rancangan instruksi yang paling efektif mendukung ketercapaian tujuan tersebut adalah...
52
PILIHAN GANDA
Dalam sesi latihan kelancaran (fluency practice) Maharah Al-Kalam, seorang peserta didik membuat kekeliruan tata bahasa minor namun tuturan idenya mengalir dengan runtut. Sikap pedagogis guru yang paling tepat adalah...
53
PILIHAN GANDA
Penerapan kerangka Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam Maharah Al-Kalam terdiri atas fase Pre-Task, Task-Cycle, dan Language Focus. Aktivitas yang seharusnya berlangsung pada fase Task-Cycle adalah...
54
PILIHAN GANDA
Ketika peserta didik ditugaskan menemukan informasi spesifik berupa 'tahun berdirinya universitas al-Azhar dan nama pendirinya' dari sebuah teks biografi sejarah panjang, instruksi teknik membaca yang wajib dilatihkan guru adalah...
55
PILIHAN GANDA
Penerapan strategi Reciprocal Teaching dalam Maharah Al-Qira'ah melibatkan empat tahapan kognitif terstruktur. Urutan tahapan yang benar untuk membimbing kelompok peserta didik memahami teks analitis adalah...
56
PILIHAN GANDA
Saat membaca nyaring (qira'ah jahriyyah), seorang peserta didik berhenti pada posisi jeda yang keliru:
عَرَفْتُ الْحَقَّ (jeda napas panjang) مُنْتَصِرًا
sehingga merusak intonasi hubungan makna amil dan ma'mul (hal). Intervensi pedagogis yang tepat diberikan guru adalah...
57
PILIHAN GANDA
Dalam menerapkan Process Writing Approach pada Maharah Al-Kitabah, alur tahapan pembimbingan yang sistematis bagi peserta didik dalam menghasilkan esai argumentatif adalah...
58
PILIHAN GANDA
Aktivitas guided writing (al-insyā' al-muwajjah) dirancang guru untuk menjembatani peserta didik dari tingkat kalimat menuju paragraf mandiri. Bentuk scaffolding yang paling efektif dalam tahapan ini adalah...
59
PILIHAN GANDA
Seorang guru merancang unit tematik berbasis Integrated Skills Approach bertopik 'Kearifan Lokal dan Budaya Nusantara'. Urutan skenario aktivitas belajar yang memadukan keempat kemahiran berbahasa secara logis dan terpadu adalah...
60
PILIHAN GANDA
Dalam menyusun rubrik analitik untuk asesmen Maharah Al-Kitabah esai argumentatif, bobot dan indikator penilaian yang paling mencerminkan prinsip evaluasi menulis komprehensif adalah...
Terjawab: 0 dari 60 soal (Jawab semua soal untuk mengaktifkan tombol SELESAI)
Kuis Telah Selesai!
Berikut adalah rangkuman pencapaian skor dan nilai Anda:
Seorang guru Bahasa Arab di madrasah aliyah mengamati adanya sekelompok peserta didik yang merasa tertekan dan enggan berpartisipasi setiap kali diminta berbicara di depan kelas. Mengacu pada paradigma Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sesuai KMA 1503/2025, guru tersebut berniat menata kembali skenario pembelajaran agar tercipta suasana psikologis yang aman dan memberdayakan. Tindakan pedagogis yang paling mencerminkan prinsip tersebut adalah...
A. Memberikan dispensasi penuh kepada peserta didik yang cemas untuk tidak perlu berbicara Bahasa Arab hingga akhir semester
B. Membangun lingkaran dialog suportif berpasangan dengan topik keseharian sederhana sebelum meminta unjuk wicara di kelompok yang lebih luas
C. Menunjuk langsung peserta didik yang bersangkutan secara spontan pada setiap pertemuan agar terbiasa menghadapi kecemasan
D. Mengganti seluruh asesmen lisan dengan ujian tertulis demi menjaga ketenangan jiwa peserta didik
E. Memberikan sanksi akademik berupa pengurangan nilai keaktifan bagi siapa pun yang menolak berbicara di depan kelas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menekankan well-being dan rasa aman psikologis peserta didik tanpa menafikan ketercapaian kompetensi. Mengembangkan tahapan bertahap dari interaksi berpasangan suportif ke kelompok yang lebih luas menumbuhkan efikasi diri dan mereduksi afektif penghambat (affective filter) secara humanis.
SOAL NOMOR 2
Dalam merancang asesmen sumatif akhir bab bertema 'At-Tasawwuq' (Berbelanja), seorang pendidik ingin mengukur kompetensi kemahiran berbahasa sekaligus menumbuhkan dimensi moderasi beragama dan kepedulian sosial secara integratif. Desain penugasan yang paling relevan memenuhi kriteria asesmen otentik KBC adalah...
A. Mengerjakan 50 butir tes pilihan ganda tentang kosakata harga dan transaksi jual beli di aplikasi ujian digital madrasah
B. Mendemonstrasikan simulasi tawar-menawar barang mewah di pusat perbelanjaan modern menggunakan rekaman monolog individual
C. Menyusun naskah drama transaksi di pasar tradisional yang memuat nilai kejujuran timbangan, empati terhadap pedagang kecil, dan etika tawar-menawar Islam
D. Menghafalkan dialog jual beli dari buku teks cetak dan melafalkannya kata per kata di meja pendidik secara bergantian
E. Menerjemahkan teks fikih jual beli klasik bab riba ke dalam bahasa Indonesia secara literal tanpa analisis kontekstual
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Asesmen otentik integratif dalam KBC KMA 1503/2025 memadukan dimensi kognitif/linguistik dengan dimensi spiritual dan sosial. Proyek simulasi drama yang menonjolkan nilai kejujuran, empati, dan adab bermuamalah membuktikan pencapaian kompetensi berbahasa riil yang sarat nilai karakter luhur.
SOAL NOMOR 3
Struktur kurikulum madrasah menuntut fleksibilitas perencanaan tanpa terbelenggu format administrasi yang kaku. Ketika mendapati capaian kemampuan awal peserta didik pada satu kelas sangat heterogen dalam penguasaan tata bahasa dasar, modifikasi modul ajar yang paling bijaksana adalah...
A. Mempertahankan alur tujuan pembelajaran awal secara seragam agar target silabus tahunan madrasah selesai tepat waktu
B. Menyederhanakan target kompetensi kelas menjadi level pemula absolut dan menghapus materi pengayaan bagi peserta didik mahir
C. Menyusun jalur pembelajaran berjenjang (tiered assignment) dengan penyediaan scaffolding bertahap bagi yang membutuhkan bantuan dasar
D. Memisahkan kelas secara permanen menjadi kelompok cerdas dan kelompok lambat tanpa rotasi pembelajaran bersama
E. Menyerahkan seluruh tanggung jawab pemahaman konsep kepada tugas pekerjaan rumah mandiri tanpa pendampingan di kelas
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Pembelajaran berdiferensiasi dan fleksibel dalam bingkai KBC menghendaki pendekatan bertingkat (tiered assignment) yang menyediakan tangga perancah (scaffolding) bagi yang membutuhkan bantuan sembari tetap memfasilitasi percepatan kelompok mahir, sehingga hak belajar setiap insan terpenuhi secara adil.
SOAL NOMOR 4
Ketika peserta didik melakukan kesalahan pelafalan atau struktur kalimat saat berbicara, guru mengamati raut wajah malu dan keengganan untuk melanjutkan tuturan. Pendekatan umpan balik humanis yang selaras dengan nilai welas asih pedagogis adalah...
A. Menghentikan pembicaraan peserta didik seketika saat terjadi kesalahan dan meminta teman sekelas membetulkannya bersama-sama
B. Membiarkan kesalahan fonetis berulang secara permanen tanpa perbaikan karena takut menyinggung perasaan peserta didik
C. Menerapkan teknik recast secara luwes dengan mengulang maksud tuturan peserta didik dalam struktur yang benar tanpa memutus alur komunikasinya
D. Menuliskan nama peserta didik yang keliru beserta daftar kesalahannya di papan tulis untuk dibahas di akhir pelajaran
E. Mengurangi poin unjuk kerja setiap kali peserta didik melakukan jeda bicara lebih dari tiga detik
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Teknik recast (menyuarakan kembali tuturan dalam bentuk gramatikal/fonetis yang benar secara natural) memberikan koreksi implisit yang sangat efektif tanpa meruntuhkan rasa percaya diri atau mempermalukan peserta didik di tengah interaksi lisan.
SOAL NOMOR 5
Untuk mengintegrasikan nilai moderasi beragama dan saling menghargai (tasamuh) dalam materi teks qira'ah di Madrasah Aliyah, kriteria pemilihan bahan bacaan yang paling tepat oleh pendidik adalah...
A. Memilih teks wacana yang mengeksplorasi tradisi kerja sama kemanusiaan antarbangsa dan kerukunan sosial di berbagai negara muslim
B. Menggunakan teks perdebatan doktrinal teologis aliran-aliran klasik yang mengklaim kebenaran sepihak
C. Menghindari teks-teks sosiokultural dan hanya membatasi materi bacaan pada topik tata bahasa murni
D. Menyajikan teks politik kontemporer yang sarat provokasi antarkelompok demi melatih peserta didik berdebat keras
E. Mengadopsi teks terjemahan mentah tanpa mempertimbangkan konteks keragaman budaya masyarakat Indonesia
Jawaban Benar: A
Pembahasan: Bahan ajar moderasi beragama KMA 1503/2025 harus mengusung pesan universal Islam rahmatan lil 'alamin, seperti kerja sama kemanusiaan, toleransi, dan keharmonisan sosial yang relevan dengan kehidupan global dan kebangsaan.
SOAL NOMOR 6
Seorang guru ingin menata suasana kelas Bahasa Arab agar merangsang pemerolehan bahasa secara natural tanpa membebani mental peserta didik. Langkah manajerial lingkungan kelas yang paling efektif yaitu...
A. Mewajibkan denda finansial bagi peserta didik yang menyelipkan kata bahasa Indonesia di dalam ruangan kelas
B. Menciptakan print-rich environment berupa kutipan mutiara Arab penuh motivasi kasih sayang, label benda bilingual, dan sudut baca santai
C. Mengharuskan peserta didik duduk kaku menghadap papan tulis tanpa interaksi antarteman selama jam tatap muka
D. Menghilangkan semua ornamen dinding agar konsentrasi peserta didik hanya tertuju pada ucapan guru di mimbar
E. Mengunci akses perangkat gawai sepenuhnya meskipun sedang mencari padanan leksikon baru
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Lingkungan kelas yang kaya cetakan (print-rich environment) humanis dengan pesan inspiratif dan sudut baca santai memicu ketertarikan visual dan pemerolehan input bahasa secara bawah sadar tanpa intimidasi.
SOAL NOMOR 7
Pada draf karangan peserta didik ditemukan kalimat:
ذَهَبَ الطَّالِبَةُ إِلَى الْمَكْتَبَةِ أَمْسِ
Catatan umpan balik tertulis yang mencerminkan bimbingan apresiatif sekaligus mendidik pemahaman kaidah adalah...
A. Salah total! Kamu tidak mengerti kaidah kesesuaian mudzakkar dan muannats sama sekali.
B. Gagasan ceritamu sangat runtut dan jelas. Perhatikan kecocokan antara kata kerja dan subjek pelakunya; coba teliti kembali bentuk kata ذَهَبَ jika pelakunya perempuan.
C. Tulis ulang seluruh karangan ini lima kali karena mengandung kekeliruan fatal pada kalimat pertama.
D. Kalimat ini tidak layak dinilai sebelum kamu memperbaikinya secara mandiri tanpa bertanya.
E. Bagus sekali, tidak ada yang perlu diperbaiki sama sekali dari karangan ini.
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Umpan balik berbasis cinta mengedepankan apresiasi substansi terlebih dahulu (gagasan cerita runtut), disusul panduan pemantik pemikiran (koreksi kaidah fa'il muannats) sehingga peserta didik terpacu belajar dari kesilapannya tanpa rasa putus asa.
SOAL NOMOR 8
Di kelas XII, kemampuan membaca teks Arab gundul bervariasi dari yang belum lancar membaca hingga yang mampu menganalisis wacana turats. Strategi diferensiasi konten yang paling proporsional untuk diterapkan guru adalah...
A. Menyamaratakan satu teks panjang bertaraf tinggi kepada seluruh peserta didik demi standar mutu madrasah
B. Menyajikan tema bahasan yang seragam, tetapi menyediakan teks bertingkat: teks berharakat lengkap dengan glosarium untuk pemula, dan teks autentik beranalisis untuk kelompok mahir
C. Meniadakan materi membaca teks dan menggantinya dengan menyanyi lagu berbahasa Arab bersama-sama
D. Menyuruh peserta didik yang belum mahir untuk belajar mandiri di perpustakaan tanpa pendampingan
E. Memberikan nilai KKM otomatis kepada semua peserta didik agar administrasi cepat selesai
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Diferensiasi konten yang adil mempertahankan kesatuan topik inti pembelajaran, namun menyajikan keragaman kompleksitas teks (tingkat bantuan harakat dan glosarium) sesuai zone of proximal development (ZPD) masing-masing peserta didik.
SOAL NOMOR 9
Pendidik menyelenggarakan penilaian antarteman (peer-assessment) dalam unjuk kemahiran kalam. Agar proses asesmen tidak berubah menjadi ajang saling menjatuhkan atau memicu rasa rendah diri, langkah preventif terbaik adalah...
A. Membuat rubrik yang hanya fokus menilai jumlah kesalahan sesama peserta didik secara kuantitatif
B. Menyusun instrumen penilaian berbasis apresiasi kekuatan komunikasi terlebih dahulu, lalu memberikan satu saran konstruktif yang disepakati bersama kriterianya
C. Merahasiakan identitas penilai lalu mengumumkan skor terendah di depan seluruh peserta didik
D. Meminta peserta didik menilai temannya tanpa panduan rubrik agar berjalan spontan dan subjektif
E. Menyerahkan penentuan nilai rapor mutlak kepada penilaian antarteman tanpa verifikasi guru
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Penilaian sejawat yang humanis membiasakan peserta didik mengenali kekuatan komunikasi temannya (appreciation first) diikuti saran perbaikan terfokus berdasarkan rubrik deskriptif yang transparan, menumbuhkan budaya saling mendukung.
SOAL NOMOR 10
Seorang peserta didik mengalami kesulitan berulang dalam membedakan penggunaan dhomir muttashil lil jar dan lil nashab. Tindakan remedial yang paling mendidik dan berempati yaitu...
A. Memberikan latihan soal identifikasi tambahan sebanyak 100 butir untuk dikerjakan dalam waktu satu malam
B. Mendiagnosis letak miskonsepsi melalui dialog personal, lalu menyajikan analogi visual kepemilikan vs objek penderita melalui kartu kata interaktif
C. Menyuruh peserta didik menghafal bagan dhomir di depan kelas sambil berdiri hingga hafal
D. Mengumumkan di grup komunikasi wali peserta didik bahwa peserta didik tersebut tidak memiliki bakat bahasa
E. Mengabaikan masalah tersebut karena materi nahwu dianggap akan dipahami dengan sendirinya seiring waktu
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Remedial berbasis empati mencari akar kesalahpahaman konsep (miskonsepsi), bukan menambah beban hukuman tugas. Penggunaan media taktil/kartu visual dan dialog personal menghadirkan rasa dihargai dan memperjelas perbedaan logika gramatika.
SOAL NOMOR 11
Berdasarkan kerangka TPACK, seorang guru merancang pembelajaran Maharah Al-Istima' dengan memanfaatkan rekaman penutur asli (native speaker) bertema lingkungan hidup. Agar integrasi teknologi berjalan optimal mendukung pedagogi pemahaman mendalam, rancangan kegiatan yang tepat adalah...
A. Memperdengarkan audio sekali tanpa jeda lalu meminta peserta didik langsung mengerjakan tes tertulis terisolasi
B. Mengintegrasikan rekaman ke dalam platform audio interaktif yang memungkinkan jeda otomatis pada segmen kunci disertai pertanyaan reflektif kontekstual
C. Menyalin transkrip audio ke papan tulis sebelum peserta didik mendengarkan materi suara
D. Menggunakan pengeras suara berkekuatan sangat tinggi agar seluruh madrasah mendengar rekaman tersebut
E. Menugaskan peserta didik mengunduh audio tanpa memberikan panduan fokus penyimakan sama sekali
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Prinsip TPACK menuntut keselarasan antara teknologi (platform audio interaktif), materi (istima' penutur asli), dan pedagogi (strategi jeda terpandu dan pertanyaan reflektif) untuk memfasilitasi konstruksi pemahaman makna secara terarah.
SOAL NOMOR 12
Pemanfaatan aplikasi penulisan kolaboratif daring (seperti Google Docs atau Etherpad Arab) dalam kemahiran kitabah paling berdaya guna ketika difungsikan untuk...
A. Mendeteksi plagiasi tanpa memberi ruang bagi peserta didik untuk merevisi karyanya
B. Memfasilitasi proses penulisan bersama, pemberian komentar langsung antar-peserta didik, dan pelacakan riwayat revisi draf paragraf secara real-time
C. Menggantikan peran guru sepenuhnya dalam memberikan nilai akhir esai
D. Menyimpan berkas tanpa perlu dibaca atau dianalisis kembali oleh anggota kelompok
E. Memaksa peserta didik mengetik secepat mungkin dalam batasan waktu hitungan detik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Nilai pedagogis utama peranti kolaboratif daring terletak pada keterbukaan proses (process writing approach): peserta didik saling memberi masukan, mengoreksi kohesi paragraf, dan menyaksikan evolusi revisi tulisan secara interaktif.
SOAL NOMOR 13
Guru memfasilitasi penugasan pembuatan podcast berbahasa Arab bertajuk 'Suara Madrasah untuk Dunia'. Kriteria perancangan proyek yang paling mendorong kemandirian dan kreativitas peserta didik yaitu...
A. Mendiktekan skrip kata per kata dari guru dan mewajibkan pelafalan dengan kecepatan penutur berita televisi
B. Memberikan kebebasan memilih subtema kemanusiaan/remaja, memandu tahapan penyusunan draf narasi, dan memfasilitasi rekaman audio dengan asesmen rubrik komunikatif
C. Mengharuskan rekaman dilakukan di studio profesional berbayar di luar lingkungan madrasah
D. Menilai podcast hanya dari durasi terpanjang tanpa memedulikan kelancaran dan ketepatan diksi
E. Membatasi proyek hanya untuk peserta didik yang menduduki peringkat tiga besar di kelas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Proyek berbasis TPACK yang humanis memadukan otonomi tema yang bermakna, pembimbingan proses (drafting skrip), dan penilaian otentik yang berorientasi pada keberhasilan penyampaian pesan komunikasi peserta didik.
SOAL NOMOR 14
Aplikasi kuis gamifikasi daring (seperti Quizizz atau Wordwall) sering digunakan untuk menguji kaidah nahwu. Evaluasi kritis yang harus diperhatikan guru agar penggunaan aplikasi ini tidak merusak pemahaman konsep mendalam adalah...
A. Mempercepat batasan waktu per butir soal hingga kurang dari lima detik agar peserta didik terbiasa panik
B. Memastikan bahwa soal tidak sekadar menguji hafalan bentuk harakat instan secara terisolasi, melainkan menyajikan konteks kalimat yang menuntut penalaran makna sintaksis
C. Menghilangkan semua animasi visual karena dianggap tidak ada kaitannya dengan bahasa Arab
D. Menggunakan kuis daring sebagai satu-satunya tolok ukur penentu kelulusan akhir peserta didik
E. Menolak penggunaan aplikasi kuis apa pun karena dinilai bertentangan dengan metode salaf
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kelemahan kuis digital berkecepatan tinggi adalah terjebak pada guessing (tebak-tebakan) hafalan harakat tanpa perenungan. Guru bijak memastikan butir soal menyajikan konteks fungsional bermakna sehingga penalaran sintaksis tetap terbangun.
SOAL NOMOR 15
Ketika melaksanakan pembelajaran blended learning, guru mendapati beberapa peserta didik mengalami kendala kepemilikan gawai dan kuota internet yang terbatas di rumahnya. Keputusan paling inklusif yang harus diambil adalah...
A. Memberikan nilai nol pada tugas daring peserta didik yang tidak memiliki gawai mandiri
B. Menyediakan stasiun komputer perpustakaan madrasah saat jam istirahat serta menyediakan alternatif modul cetak interaktif tanpa mengurangi bobot esensi belajar
C. Menghentikan penggunaan teknologi untuk seluruh kelas selamanya tanpa evaluasi alternatif
D. Mewajibkan peserta didik yang bersangkutan membeli gawai baru demi menyamakan standar kelas
E. Meminta peserta didik menumpang di rumah rekan peserta didik setiap malam tanpa memperhatikan kendala transportasi
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Prinsip keadilan dan kasih sayang KBC menolak diskriminasi akibat kesenjangan fasilitas. Penyediaan fasilitas komunal madrasah dan modul cetak ekuivalen menjamin hak belajar setiap peserta didik tetap terpenuhi setara.
SOAL NOMOR 16
Dalam melatih peserta didik menemukan kolokasi kata (syai'u al-isti'mal) yang lazim dalam Bahasa Arab modern, pemanfaatan korpus digital (seperti ArabiCorpus atau Sketch Engine) paling tepat diposisikan dalam aktivitas...
A. Menghafal daftar ratusan kata tunggal terisolasi di awal pertemuan tatap muka
B. Melakukan penyelidikan mandiri (data-driven learning) untuk mengamati pasangan preposisi dan kata kerja yang kerap muncul dalam jutaan data teks autentik
C. Menggantikan fungsi guru dalam menerangkan definisi dasar isim dan fi'il
D. Menerjemahkan teks secara mekanis kata demi kata menggunakan mesin otomatis
E. Membuat grafik statistik tanpa menelaah makna kata yang disajikan korpus
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pemanfaatan korpus digital secara pedagogis melahirkan Data-Driven Learning (DDL), di mana peserta didik bertindak sebagai peneliti bahasa mandiri yang menelaah pola kolokasi nyata kata dan preposisi langsung dari basis data teks autentik.
SOAL NOMOR 17
Guru mendorong peserta didik menginstal aplikasi kamus digital Arab-Indonesia (seperti Almaany). Agar peserta didik tidak salah memilih padanan leksikal saat menerjemahkan kalimat, keterampilan penting yang harus dilatihkan guru adalah...
A. Memilih lema arti teratas tanpa memperhatikan konteks kalimat yang sedang dianalisis
B. Keterampilan mengidentifikasi akar kata (mashdar/fi'il madhi) serta mencermati variasi makna leksikal berdasarkan preposisi (shilah) yang mengiringinya
C. Menghafal seluruh nomor halaman kamus digital dari awal hingga akhir
D. Mengabaikan jenis kata (nomina atau verba) saat menelusuri lema di kotak pencarian
E. Menyalin semua arti yang tertera ke dalam lembar kerja tanpa seleksi makna
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kamus bahasa Arab berakar kata (tashrif). Membekali peserta didik kemahiran mengenali bentuk akar kata dan pengaruh preposisi (seperti raghiban fii vs raghiban 'an) menghindarkan kekeliruan fatal dalam interpretasi makna teks.
SOAL NOMOR 18
Materi morfologi (sharaf) sering kali dianggap menjemukan jika diajarkan hanya lewat tabel hafalan. Inovasi gamifikasi digital yang paling efektif memantik keterlibatan aktif peserta didik dalam memahami wazan dan derivasi adalah...
A. Meminta peserta didik menyalin tabel tashrif sebanyak sepuluh lembar buku tulis
B. Permainan drag-and-drop digital yang menantang peserta didik mengelompokkan kata ke wadah wazan yang tepat dengan sistem poin dan lencana prestasi
C. Menguji hafalan wazan satu per satu secara acak dengan berdiri di depan kelas
D. Memberikan hukuman push-up bagi siapa saja yang salah melafalkan fi'il amar
E. Menghapus materi morfologi dan hanya fokus pada keterampilan percakapan bebas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Mekanisme permainan drag-and-drop berbasis klasifikasi wazan memberikan umpan balik visual seketika, mengondisikan otak belajar melalui asosiasi pola tanpa rasa takut bersalah yang berlebihan.
SOAL NOMOR 19
Dalam memanfaatkan media sosial untuk penugasan Bahasa Arab, guru meminta peserta didik mengunggah reels/vlog singkat tentang kampanye kebersihan lingkungan madrasah. Kebijakan protektif yang wajib diintegrasikan guru adalah...
A. Membebaskan peserta didik berinteraksi dengan siapa pun di kolom komentar tanpa batasan privasi
B. Menyusun pedoman etika digital, pembatasan privasi akun untuk lingkup edukatif, serta saling apresiasi komentar santun antar-peserta didik
C. Mewajibkan konten meraih minimal seribu likes agar mendapatkan nilai tuntas
D. Menuntut peserta didik menggunakan riasan wajah tebal layaknya selebritas media sosial
E. Melarang sama sekali peserta didik menyentuh media sosial apa pun meski untuk proyek belajar
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Literasi digital etis dalam KBC menekankan keselamatan siber, adab bermedia (digital citizenship), dan perlindungan psikologis peserta didik dari potensi cyberbullying melalui panduan tata krama interaksi daring yang sehat.
SOAL NOMOR 20
Seorang guru menyusun salindia (slide) presentasi materi Tarkib Na'at dan Man'ut dengan memasukkan terlalu banyak warna teks berkedip, animasi gerak acak, musik latar kencang, dan teks Arab berukuran sangat padat. Berdasarkan Cognitive Load Theory, kendala yang dihadapi peserta didik adalah...
A. Meningkatnya germane load yang mempercepat pemahaman kaidah
B. Beban extraneous cognitive load yang berlebihan sehingga menyita kapasitas memori kerja peserta didik untuk fokus pada inti konsep
C. Turunnya intrinsic load materi tata bahasa sehingga pelajaran menjadi terlalu gampang
D. Terbangunnya otomatisasi skema gramatika secara instan di memori jangka panjang
E. Tidak ada pengaruh apa pun terhadap penyerapan materi tata bahasa Arab
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Extraneous cognitive load adalah beban mental sia-sia yang dipicu buruknya perancangan media (animasi berlebih, tata letak acak). Hal ini menguras working memory peserta didik sehingga gagal memahami hakikat kaidah na'at man'ut.
SOAL NOMOR 21
Dalam tuturan sastrawi: صَبَرَ الْعَالِمُ عَلَى أَذَى الْجُهَّالِ صَبْرًا جَمِيلًا لَا شَكْوَى فِيهِ, fungsi semantis kedudukan maf'ul muthlaq pada lafal 'صَبْرًا' adalah...
A. Ta'kid li fi'lihi semata tanpa menerangkan hal lain
B. Bayan li 'adadi marratil fi'li
C. Bayan li nau'il fi'li karena disifati oleh kata sesudahnya
D. Bayan li zamani wuqū'il fi'li
E. Bayan li makani hudutsil fi'li
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Lafal صَبْرًا adalah maf'ul muthlaq. Karena diikuti oleh na'at (جَمِيلًا) yang menyifati jenis kesabarannya, fungsinya beralih dari sekadar menguatkan kata kerja (ta'kid) menjadi menerangkan jenis/sifat perbuatan (bayan li nau'il fi'li).
SOAL NOMOR 22
Perhatikan konstruksi sintaksis berikut:
امْتَلَأَتْ نُفُوسُ الْمُتَعَلِّمِينَ يَقِينًا حِينَ أَقْبَلَ الْمُعَلِّمُ مُبْتَسِمًا
Analisis i'rab yang tepat terhadap lafal 'يَقِينًا' dan 'مُبْتَسِمًا' secara berturut-turut pada kalimat tersebut adalah...
A. Hal manshub dan Tamyiz manshub
B. Tamyiz manshub penjelas ketidakjelasan nisbat dan Hal manshub penjelas keadaan fa'il
C. Maf'ul bih tsani dan Maf'ul li ajlih manshub
D. Maf'ul muthlaq manshub dan Sifat manshubah
E. Mustatsna manshub dan Badal manshub
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Lafal يَقِينًا berfungsi sebagai tamyiz muhawwal 'an al-fa'il (menghilangkan kesamaran nisbat pada fi'il imtala'at), sedangkan مُبْتَسِمًا berfungsi sebagai hal (keadaan sesaat) yang menerangkan kondisi guru (fa'il) saat menghadap.
SOAL NOMOR 23
Ditelaah dari kaidah istitsna' dalam kalam manfi tam pada kalimat:
مَا قَرَأَ الْبَاحِثُونَ الْمَرَاجِعَ الْقَدِيمَةَ إِلَّا كِتَابًا وَاحِدًا
Status sintaksis dan kemungkinan harakat i'rab pada kata 'كِتَابًا' adalah...
A. Hanya wajib dibaca nashab sebagai maf'ul bih bagi fi'il qara'a
B. Hanya wajib dibaca rafa' sebagai fa'il muakhkhar
C. Boleh dibaca nashab sebagai mustatsna atau nashab sebagai badal dari al-maraji'
D. Wajib dibaca jar karena didahului oleh huruf nafi
E. Boleh dibaca rafa' sebagai badal atau jar sebagai mudhaf ilaih
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Kalimat tersebut berpola kalam manfi tam (ada mustatsna minhu 'al-maraji'' dan ada penafian 'ma'). Kaidah menetapkan: boleh dibaca nashab atas dasar istitsna' (كِتَابًا) atau mengikuti i'rab mustatsna minhu sebagai badal (karena al-maraji' manshub, maka badalnya pun tetap كِتَابًا).
SOAL NOMOR 24
Ditinjau dari kaidah tarkib syarth wa jawab pada kalimat:
إِنْ تَسْعَ فِي نَشْرِ الْمَحَبَّةِ بَيْنَ النَّاسِ فَلَنْ يَضِيعَ أَجْرُكَ
Sebab gramatikal wajibnya penyertaan huruf fa' (rabithah li jawābisy syarth) pada klausa 'فَلَنْ يَضِيعَ' adalah...
A. Khabar syarat berupa jumlah fi'liyyah yang fi'ilnya jamid
B. Jawab syarat diawali oleh partikel penafian 'lan'
C. Jawab syarat berupa jumlah ismiyyah muthlaqah
D. Jawab syarat didahului oleh huruf qasam sumpah
E. Jawab syarat merupakan fi'il thalabi berupa amar
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Berdasarkan kaidah nahwu (bait: اسمية طلبية وبجامد + وبما ولن وبقد وبالتنفيس), apabila jawab syarat berupa jumlah fi'liyyah yang diawali oleh partikel 'lan' (لَنْ), maka jawab syarat wajib dihubungkan dengan fa' rabithah.
SOAL NOMOR 25
Bandingkan dua variasi kalimat nida' berikut:
(١) يَا رَجُلُ خُذْ بِيَدِي
(٢) يَا رَجُلًا خُذْ بِيَدِي
Perbedaan makna mendasar serta implikasi status i'rab antara kata 'رَجُلُ' (1) dan 'رَجُلًا' (2) adalah...
A. Kalimat pertama nakirah ghairu maqsudah bersuara mabni rafa', kalimat kedua nakirah maqsudah bersuara mu'rab nashab
B. Kalimat pertama ditujukan kepada orang tertentu yang ada di hadapan (nakirah maqsudah) sehingga mabni dhammah, sedangkan kalimat kedua ditujukan kepada siapa saja tanpa target spesifik (nakirah ghairu maqsudah) sehingga mu'rab manshub
C. Keduanya sama-sama berstatus mudhaf ilaih yang terbuang mudhaf-nya
D. Kalimat pertama salah secara kaidah nahwu, kalimat kedua yang baku
E. Kalimat pertama menunjukkan jamak, kalimat kedua menunjukkan tunggal
Jawaban Benar: B
Pembahasan: يَا رَجُلُ adalah munada nakirah maqsudah (menunjuk figur spesifik di hadapannya), hukumnya mabni atas tanda rafa'-nya (dhammah). Sebaliknya, يَا رَجُلًا adalah nakirah ghairu maqsudah (misal ucapan tunanetra minta tolong pada sembarang orang), hukumnya mu'rab manshub.
SOAL NOMOR 26
Pada struktur kalimat af'al asy-syuru' berikut:
أَنْشَأَ الْمُهَنْدِسُونَ يُصَمِّمُونَ الْجِسْرَ الْجَدِيدَ
Ketentuan gramatikal khabar dari fi'il 'أَنْشَأَ' yang tepat adalah...
A. Wajib dimasuki partikel 'an' mashdariyyah
B. Boleh memilih antara menggunakan 'an' atau membuangnya
C. Wajib berupa fi'il mudhari' dan tercegah/dilarang (yamtani') dimasuki partikel 'an'
D. Harus berupa isim mufrad isim fail
E. Boleh berupa jumlah ismiyyah yang diawali isim nakirah
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Af'al asy-syuru' (seperti ansya'a, thafiqa, ja'ala, syara'a) mensyaratkan khabarnya berupa jumlah fi'liyyah mudhari' dan terlarang mutlak (yamtani') disertai partikel 'an', karena 'an' memberi faedah istiqbal (masa depan) yang kontradiktif dengan makna memulai seketika (al-haal).
SOAL NOMOR 27
Pada verba 'اتَّصَلَ', asal bentuk fonemis (ashlul kalimah) serta proses perubahan morfologis (i'lal/ibdal) yang dialaminya adalah...
A. Berasal dari اِئْتَصَلَ lalu hamzah diganti ta'
B. Berasal dari اِوْتَصَلَ (akar kata و-ص-ل pada wazan اِفْتَعَلَ), lalu wawu di-ibdal menjadi ta' dan diidghamkan ke dalam ta' wazan
C. Berasal dari اِتْسَصَلَ karena asimilasi fonetis
D. Berasal dari تَوَصَّلَ lalu huruf ta' digandakan
E. Berasal dari اِتَّيْصَلَ lalu ya' dibuang demi meringankan bacaan
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Akar katanya adalah wau, shad, lam (و-ص-ل). Ketika diikutkan wazan ifta'ala (اِفْتَعَلَ), bentuk asalnya adalah اِوْتَصَلَ. Kaidah ibdal menyatakan: fa' fi'il berupa wawu pada wazan ifta'ala wajib diganti (ibdal) menjadi ta', lalu diidghamkan sehingga menjadi اتَّصَلَ.
SOAL NOMOR 28
Berdasarkan makna morfologis dalam kalimat: تَعَاوَنَ أَبْنَاءُ الْوَطَنِ فِي رِعَايَةِ الضُّعَفَاءِ, faidah gramatikal (faidah as-shighah) dari imbuhan pada verba 'تَعَاوَنَ' yang berwazan 'تَفَاعَلَ' adalah...
A. At-Takalluf (memaksakan diri melakukan perbuatan)
B. Al-Musyarakah baina itsnaini fa aktsar (kemitraan resiprokal)
C. At-Tadrij (terjadi secara berangsur-angsur)
D. Ash-Shairurah (perubahan wujud menjadi sesuatu)
E. Al-Muthawa'ah (akibat dari fi'il muta'addi)
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Wazan تَفَاعَلَ pada lafal تَعَاوَنَ berfaedah al-musyarakah baina itsnaini fa aktsar (dua pihak atau lebih saling bekerja sama melakukan substansi fi'il).
SOAL NOMOR 29
Ditelaah dari aspek semantik kebahasaan pada ragam jamak 'أَنْفُس' dan 'نُفُوس', fungsi pemakaian wazan 'أَفْعُل' (jamak qillah) dan 'فُعُول' (jamak katsrah) secara tepat adalah...
A. Lafal anfus hanya digunakan untuk benda mati, sedangkan nufus untuk manusia
B. Lafal anfus digunakan untuk menyatakan hitungan sedikit (antara 3 sampai 10), sedangkan nufus digunakan untuk menyatakan entitas jamak yang banyak (di atas 10) atau tanpa batas
C. Lafal anfus merupakan bentuk muannats, sedangkan nufus bentuk mudzakkar
D. Lafal anfus tergolong isim ghairu munsharif, sedangkan nufus munsharif
E. Tidak ada perbedaan makna apa pun, keduanya bebas dipertukarkan tanpa implikasi konteks
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Wazan af'ul (أَفْعُل) merupakan salah satu dari 4 wazan jamak taksir qillah yang diperuntukkan bagi rentang jumlah 3 sampai 10. Sedangkan wazan fu'ul (فُعُول) adalah jamak katsrah untuk jumlah sebelas ke atas hingga tak terbatas.
SOAL NOMOR 30
Ketika kata 'عَصَا' (tongkat - isim maqshur alif ketiga) hendak diubah ke dalam bentuk isim mansub (diberi ya' nisbah), bentuk bentukan morfologis yang benar sesuai kaidah sharaf adalah...
A. عَصَيِيٌّ
B. عَصَوِيٌّ
C. عَصَائِيٌّ
D. عَصْتِيٌّ
E. عَصِيٌّ
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kaidah nisbah pada isim maqshur yang alif-nya berada pada urutan ketiga mensyaratkan alif tersebut wajib dikembalikan ke asal wau (karena berasal dari wau) atau diganti wau, kemudian ditambah ya' musyaddadah: عَصَا menjadi عَصَوِيٌّ.
SOAL NOMOR 31
Dalam wacana puitis: الْعِلْمُ نُورٌ يَهْدِي الْحَائِرِينَ فِي ظُلُمَاتِ الْجَهْلِ, kajian ilmu Bayan mengkategorikan ungkapan 'الْعِلْمُ نُورٌ' sebagai Tasybih Baligh karena...
A. Disebutkan seluruh rukun tasybih secara terperinci
B. Dibuang adatus tasybih dan wajhus syabah, menyisakan musyabbah dan musyabbah bih semata
C. Disertai partikel ka'anna yang menegaskan keraguan
D. Wajhus syabah-nya berupa gambaran majemuk yang bergerak
E. Musyabbah bih-nya diletakkan di awal kalimat mendahului musyabbah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Tasybih Baligh adalah tingkatan tasybih paling tinggi keindahannya karena membuang perangkat tasybih (adat) sekaligus titik keserupaannya (wajh syabah), menyatukan musyabbah (al-'ilmu) dan musyabbah bih (nuur) seolah-olah keduanya adalah zat yang sama.
SOAL NOMOR 32
Pada tuturan oratoris: أَلْقَى الْخَطِيبُ كَلِمَةً كَانَ لَهَا أَثَرٌ بَالِغٌ فِي نُفُوسِ الْحَاضِرِينَ, lafal 'كَلِمَةً' mengandung majaz mursal dengan relasi ('alaqah)...
A. Kulliyyah, karena menyebut sebagian padahal yang dimaksud adalah keseluruhan
B. Juz'iyyah, karena menyebut satu kata (sebagian) padahal yang dimaksud adalah satu pidato utuh (keseluruhan)
C. Mahalliyyah, karena menyebut tempat tuturan
D. Sababiyyah, karena menyebut faktor pemicu pembicaraan
E. I'tibaru ma kana, karena meninjau status masa lalunya
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Menyebut lafal 'kalimat' (sebagian kecil) padahal maksud hakikinya adalah seluruh rangkaian khutbah/pidato utuh (keseluruhan) merupakan majaz mursal dengan 'alaqah juz'iyyah (ithlaqul juz'i wa iradatul kull).
A. Isti'arah Tashrihiyyah, karena musyabbah bih ditegaskan secara eksplisit
B. Isti'arah Makniyyah, karena musyabbah bih (binatang buas pemangsa) dibuang lalu disisakan ciri/kelazimannya (kuku cengkeraman)
C. Isti'arah Tamtsiliyyah, karena perumpamaannya bersifat peribahasa umum
D. Majaz Aqli, karena penyandaran kata kerja kepada waktu
E. Tasybih Mujmal, karena wajh syabah tidak disebutkan
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Isti'arah Makniyyah terjadi ketika musyabbah (al-maniyyah / kematian) diserupakan dengan binatang buas (musyabbah bih), namun binatang buasnya disembunyikan/dibuang dan hanya ditunjukkan oleh sifat kelazimannya, yaitu kuku cakar (azhfaraha).
SOAL NOMOR 34
Dalam tradisi retorika bangsa Arab, ungkapan figuratif 'فُلَانٌ كَثِيرُ الرَّمَادِ' diklasifikasikan ke dalam jenis kinayah dan rahasia makna stilistika berupa...
A. Kinayah 'an maushuf untuk menunjukkan orang yang gemar membakar kayu
B. Kinayah 'an nisbah untuk menyandarkan debu pada tempat tinggal
C. Kinayah 'an shifah yang mengindikasikan sifat kedermawanan dan kemuliaan menjamu banyak tamu
D. Isti'arah ashliyyah tentang musibah kebakaran rumah
E. Tasybih dhimni tentang kemiskinan yang ekstrem
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Ungkapan 'banyak abu dapurnya' (katsirur ramad) adalah kinayah 'an shifah (sifat kedermawanan/al-karam), karena banyaknya abu menunjukkan ia sering menyalakan api untuk memasak menjamu tamu yang datang silih berganti.
SOAL NOMOR 35
Pada munajat Nabi Zakariya dalam Al-Qur'an: رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا, tujuan pragmatis (faidah al-kalam / khurūj 'an zāhiril khabar) dari kalam khabari tersebut menurut ilmu Ma'ani adalah...
A. Al-Fakhr (membanggakan diri di hadapan kaumnya)
B. Izhharu adh-dha'fi wa al-inkisar (menampakkan kelemahan dan ketundukan pasrah kepada Allah)
C. Tahdzir (memberi peringatan bahaya ketuaan)
D. Istihza' (mencela kondisi fisik manusia)
E. Thalab lil 'ilmi (meminta penjelasan hakikat tulang)
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Secara zhahir penutur mengabarkan fisik yang rapuh dan rambut yang memutih. Namun secara ilmu Ma'ani, tujuan fungsionalnya bukan mengabarkan sesuatu yang Allah tidak tahu, melainkan izhharudh dha'fi (menampakkan kelemahan, ketakberdayaan, dan ketundukan mutlak).
SOAL NOMOR 36
Ditinjau dari uslub al-qashr dalam firman Allah: إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ, penentuan metode qashr (thariqatul qashr) beserta maqsūr dan maqsūr 'alaih yang tepat adalah...
A. Metode athaf dengan 'la'; maqshur adalah al-khasyyah dan maqshur 'alaih adalah al-'ibad
B. Metode 'innama'; maqshur adalah rasa takut yang sempurna (al-khasyyah) dan maqshur 'alaih adalah para ulama (al-'ulama')
C. Metode taqdim al-haqqahu at-ta'khir; maqshur adalah para hamba dan maqshur 'alaih adalah Allah
D. Metode nafi dan istitsna'; maqshur adalah ibadah dan maqshur 'alaih adalah ilmu
E. Metode dhomir fashl tanpa pembatasan makna tertentu
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pada uslub qashr dengan إِنَّمَا, bagian maqsūr 'alaih selalu terletak di akhir tuturan. Maka, rasa takut yang hakiki (al-khasyyah) berstatus maqsūr, dan dibatasi hanya berada pada para ulama (al-'ulama') sebagai maqsūr 'alaih.
SOAL NOMOR 37
Dalam ungkapan balaghis: يَقِينِي بِاللَّهِ يَقِينِي شُرُورَ الدُّنْيَا, sentuhan estetika lafal (muhassināt lafzhiyyah) yang mendominasi kalimat tersebut adalah...
A. Thibaq Ijab antara dunia dan akhirat
B. Jinas Tam antara 'يَقِينِي' (keyakinanku - isim) dan 'يَقِينِي' (menjagaku - fi'il)
C. Saja' murashsha' pada akhiran klausa
D. Raddul 'ajuz 'alash shadr yang berulang
E. Muqabalah antara dua gagasan kontradiktif
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Jinas Tam adalah keserasian dua kata dalam empat aspek (jenis huruf, harakat, jumlah, dan urutan huruf) dengan makna yang sama sekali berlainan. Kata pertama 'yaqīnī' bermakna keyakinanku, kata kedua 'yaqīnī' bermakna melindungiku.
SOAL NOMOR 38
Ditinjau dari kaidah ilmu Badi' ma'nawi, ayat Al-Qur'an: فَلْيَضْحَكُوا قَلِيلًا وَلْيَبْكُوا كَثِيرًا merefleksikan karakteristik stilistika...
A. Thibaq Salab semata
B. Muqabalah, karena menghadirkan dua konsep secara berurutan (tertawa - sedikit) lalu menghadapkan padanannya secara seimbang dan berlawanan (menangis - banyak)
C. Iltifat dari kata ganti ketiga ke kata ganti pertama
D. Husnut ta'lil terhadap peristiwa tangisan
E. Tauriyah yang menyamarkan arti dekat dan jauh
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Muqabalah berbeda dengan thibaq tunggal. Muqabalah menyajikan dua makna atau lebih secara berurutan, lalu mendatangkan lawan dari masing-masing makna tersebut secara tertib (yadh-hakuu lawannya yabkuu, qaliilan lawannya katsiiran).
SOAL NOMOR 39
Cermati teks kontemporer berikut:
تُعَدُّ الطَّاقَةُ الْمُتَجَدِّدَةُ رَكِيزَةً أَسَاسِيَّةً فِي التَّنْمِيَةِ الْمُسْتَدَامَةِ، حَيْثُ تُسْهِمُ فِي خَفْضِ الِانْبِعَاثَاتِ الْكَرْبُونِيَّةِ وَحِمَايَةِ الْبِيئَةِ مِنَ التَّغَيُّرَاتِ الْمُنَاخِيَّةِ الْحَادَّةِ، فَضْلًا عَنْ تَوْفِيرِ مَصَادِرَ بَدِيلَةٍ لِلطَّاقَةِ تَتَّسِمُ بِالاسْتِمْرَارِيَّةِ وَالْأَمَانِ الِاقْتِصَادِيِّ لِلْأَجْيَالِ الْقَادِمَةِ.
Ide pokok yang mendasari wacana artikel lingkungan di atas adalah...
A. Krisis bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbarui
B. Urgensi energi terbarukan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan dan penyelamatan iklim
C. Dampak buruk industrialisasi terhadap kerusakan lapisan ozon bumi
D. Tingginya biaya investasi pengadaan panel surya di kawasan Timur Tengah
E. Ketergantungan ekonomi global pada sumber daya konvensional
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Wacana secara eksplisit dan koheren menegaskan bahwa energi terbarukan merupakan pilar fundamental (rakizah asasiyyah) bagi pembangunan berkelanjutan berkat kontribusinya mereduksi karbon dan menjamin keamanan ekonomi generasi mendatang.
SOAL NOMOR 40
Cermati teks tajuk rencana berikut:
إِنَّ الْمُحَاوَلَاتِ الْحَثِيثَةَ لِإِقْصَاءِ الْهُوِيَّةِ الثَّقَافِيَّةِ فِي عَصْرِ الْعَوْلَمَةِ تَحْتَ ذَرِيعَةِ التَّحْدِيثِ لَيْسَتْ سِوَى انْتِكَاسَةٍ حَضَارِيَّةٍ، فَالْأُمَمُ الَّتِي تُفَرِّطُ فِي لِسَانِهَا وَتُرَاثِهَا تَفْقِدُ بَوْصَلَةَ التَّقَدُّمِ الْحَقِيقِيِّ.
Sikap atau tendensi ideologis penulis yang tersirat di balik kutipan tajuk rencana di atas adalah...
A. Mendukung penghapusan budaya lokal demi menyambut modernisasi global sepenuhnya
B. Menolak klaim bahwa modernisasi harus mengorbankan identitas bahasa dan tradisi warisan leluhur
C. Mengajak masyarakat memboikot seluruh produk sains dari peradaban luar
D. Menganggap bahwa globalisasi tidak membawa pengaruh apa pun pada eksistensi budaya
E. Menilai bahwa bahasa Arab sudah tidak relevan dengan kemajuan peradaban era modern
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Penulis menggunakan frasa peyoratif 'intikasah hadhariyyah' (kemunduran peradaban) terhadap upaya penghapusan identitas atas dalih modernisasi, yang secara tersirat menegaskan penolakannya terhadap pengorbanan bahasa dan tradisi lokal.
SOAL NOMOR 41
Pada kalimat wacana: تَمَسَّكَتِ الْمَجَالِسُ التَّرْبَوِيَّةُ بِقِيَمِ التَّسَامُحِ، وَأَكَّدَتْ هَذِهِ الْقِيَمُ أَهَمِّيَّتَهَا فِي بِسَاطِ التَّعَايُشِ؛ لِأَنَّهَا تُعَزِّزُ رَوَابِطَ الْأُخُوَّةِ بَيْنَ كَافَّةِ أَطْيَافِ الْمُجْتَمَعِ, kata ganti 'هَا' pada lafal 'لِأَنَّهَا' secara gramatikal merujuk (marji' ad-dhamīr) kepada...
A. Al-Majalis at-Tarbawiyyah
B. Qiyam at-Tasamuh
C. Bisath at-Ta'ayusy
D. Athyaf al-Mujtama'
E. Rawabith al-Ukhuwwah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Klausa 'karena ia memperkuat ikatan persaudaraan' merujuk secara semantis dan gramatikal (muannats majazi jamak taksir li ghairi 'aaqil) kepada nilai-nilai toleransi (قِيَم التَّسَامُح).
SOAL NOMOR 42
Cermati teks khutbah klasik berikut:
أَيُّهَا النَّاسُ، اسْمَعُوا وَعُوا، إِنَّهُ مَنْ عَاشَ مَاتَ، وَمَنْ مَاتَ فَاتَ، وَكُلُّ مَا هُوَ آتٍ آتٍ، لَيْلٌ دَاجٍ، وَنَهَارٌ سَاجٍ، وَسَمَاءٌ ذَاتُ أَبْرَاجٍ.
Karakteristik stilistika dominan dari teks khutbah klasik Quss bin Sa'idah di atas adalah...
A. Penggunaan kalimat majemuk bertingkat yang panjang dan rumit tanpa rima
B. Kepadatan kalimat pendek (ijaz), keindahan sajak teratur pada akhir frasa, dan ungkapan retoris yang menyentuh kesadaran kefanaan hidup
C. Dominasi istilah logika mantiq Yunani dan silogisme ilmiah
D. Kritik sosial terhadap rezim politik kontemporer
E. Penggunaan diksi serapan dari bahasa asing non-Arab
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Ciri khas prosa khutbah masa jahiliyah dan awal Islam adalah kalimat-kalimat yang ringkas dan padat (ijaz), ritme sajak fashilah yang sangat serasi (maat - faat - aat, daaj - saaj - abraaj), sarat nasihat eksistensial kefanaan.
SOAL NOMOR 43
Cermati teks kutipan kitab turats berikut:
وَزَعَمَ بَعْضُهُمْ أَنَّ اللُّغَةَ اصْطِلَاحٌ مَحْضٌ لَا مَدْخَلَ لِلْإِلْهَامِ فِيهَا، وَهَذَا قَوْلٌ يَدْحَضُهُ وُجُودُ أَسْمَاءِ الْأَشْيَاءِ الَّتِي لَا تَهْتَدِي إِلَيْهَا الْعُقُولُ إِلَّا بِتَوْقِيفٍ.
Argumen bantahan yang dibangun pengarang turats terhadap pandangan rivalnya dalam kutipan di atas berpijak pada premis...
A. Bahwa seluruh bahasa manusia terbentuk murni atas kesepakatan sosial tanpa wahyu
B. Keterbatasan akal manusia dalam merumuskan nama-nama hakikat metafisik membuktikan adanya peran tauqif (bimbingan wahyu ilahi)
C. Ketiadaan bukti sejarah tertulis tentang asal-usul bahasa Arab
D. Superioritas ras penutur bahasa Arab dibandingkan penutur bahasa lain
E. Kesepakatan mutlak ulama dari seluruh mazhab fikih
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pengarang membantah teori konvensi sosial murni (ishthilah mahdh) dengan argumen logika bahwa ada entitas leksikal nama-nama esensial yang tidak mungkin dijangkau akal manusia tanpa adanya petunjuk wahyu (tauqif).
SOAL NOMOR 44
Cermati teks berita media berikut:
وَقَدْ وَصَفَتْ جِهَاتٌ مُتَشَدِّدَةٌ هَذِهِ الْمُبَادَرَةَ الْإِنْسَانِيَّةَ بِأَنَّهَا مُجَرَّدُ 'مُؤَامَرَةٍ مَشْبُوهَةٍ'، رَغْمَ أَنَّهَا حَظِيَتْ بِإِشَادَةٍ دَوْلِيَّةٍ وَاسِعَةٍ.
Penggunaan frasa 'مُؤَامَرَةٍ مَشْبُوهَةٍ' (konspirasi mencurigakan) diapit tanda petik dalam teks jurnalistik di atas menunjukkan...
A. Dukungan penuh redaksi terhadap tuduhan kelompok tersebut
B. Jarak kritis dan pelabelan peyoratif dari kelompok penentang yang diposisikan redaksi sebagai opini subjektif tanpa dasar valid
C. Kesepakatan internasional atas bahaya proyek kemanusiaan tersebut
D. Ketidakmampuan redaksi menerjemahkan istilah asing
E. Fakta hukum yang telah diputuskan oleh pengadilan resmi
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Dalam analisis wacana kritis jurnalistik, pengutipan kata bersayap atau peyoratif dengan tanda petik yang dikontraskan dengan 'isyaadah dauliyyah' memperlihatkan upaya redaksi mendemarkasi narasi negatif penentang sebagai klaim sepihak.
SOAL NOMOR 45
Dalam peribahasa Arab klasik: عَلَى أَهْلِهَا جَنَتْ بَرَاقِشُ, latar kultural-historis dan konteks pemakaian ungkapan tersebut adalah...
A. Kisah keberhasilan seorang saudagar dalam perdagangan kafilah unta
B. Kisah seekor anjing peliharaan yang gonggongannya membongkar persembunyian tuannya kepada musuh, digunakan untuk menyindir orang yang tindakannya mencelakakan keluarga/kelompoknya sendiri
C. Kisah kepahlawanan wanita ksatria di medan pertempuran Badar
D. Anjuran untuk memelihara hewan ternak dengan kasih sayang
E. Peringatan agar tidak keluar rumah pada waktu malam hari
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Matsal 'Baraqisy' berakar dari kisah anjing bernama Baraqisy yang menggonggong saat musuh mencari tuannya di persembunyian, sehingga tuannya tertangkap. Digunakan sebagai peribahasa untuk orang yang petaka tindakannya berbalik menimpa kaumnya sendiri.
A. Kerusakan terumbu karang memicu peningkatan penyerapan karbon oleh air laut
B. Tingginya kadar karbon yang diserap lautan meningkatkan keasaman air, yang memicu kepunahan ekosistem terumbu karang
C. Kelangkaan fauna laut menyebabkan air laut menjadi semakin asam
D. Ekosistem laut tetap stabil meskipun terumbu karang mengalami degradasi kalsifikasi
E. Penurunan populasi ikan merupakan penyebab utama pemanasan suhu permukaan samudra
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Rantai kausalitas teks: penyerapan gas CO₂ oleh laut (sebab 1) → meningkatkan keasaman laut (akibat 1 / sebab 2) → erosi terumbu karang (akibat 2) → runtuhnya ekosistem dan hilangnya habitat (akibat akhir).
SOAL NOMOR 47
Perhatikan perbandingan semantik pada dua konstruksi kalimat berikut:
(١) قَضَى الْقَاضِي بَيْنَ الْخَصْمَيْنِ بِالْعَدْلِ
(٢) قَضَى الرَّجُلُ نَحْبَهُ بَعْدَ حَيَاةٍ حَافِلَةٍ بِالْعَطَاءِ
Perbedaan nuansa makna kata 'قَضَى' pada kalimat (1) dan (2) secara berurutan adalah...
A. Menghabiskan waktu dan memutuskan perkara
B. Memutuskan vonis hukum dan meninggal dunia/menyelesaikan janji hidup
C. Membayar utang dan membatalkan puasa
D. Menghukum penjara dan merayakan kemenangan
E. Memerintahkan kebaikan dan mendamaikan sengketa
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kata 'qadha' memiliki polisemi luas: pada konteks hakim 'qadha al-qadhi bainahuma' bermakna memutuskan perkara (fashala al-hukm), sedangkan kolokasi 'qadha nahbahu' merupakan idiom fasih yang bermakna wafat / meninggal dunia.
SOAL NOMOR 48
Lengkapilah bagian rumpang pada kalimat berikut agar kohesif:
لَمْ يَقْتَصِرِ التَّعَاوُنُ بَيْنَ الْمَدْرَسَتَيْنِ عَلَى تَبَادُلِ الْمَنَاهِجِ، ... تَجَاوَزَ ذَلِكَ إِلَى إِقَامَةِ مُخَيَّمَاتٍ لُغَوِيَّةٍ مُشْتَرَكَةٍ.
Penanda wacana (adawāt ar-rabth) yang paling tepat dan baku adalah...
A. لِأَنَّ
B. بَلْ
C. لِكَيْ
D. إِذَنْ
E. حَتَّى لَا
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Frasa penafian pembatasan 'lam yaqtashir... 'ala' (tidak terbatas hanya pada...) secara stilistika dan gramatika Arab modern menuntut konjungsi peralihan/penegasan yang lebih luas menggunakan partikel 'بَلْ' (bahkan / melainkan).
SOAL NOMOR 49
Dalam merancang kegiatan post-listening pada pembelajaran Maharah Al-Istima' berbasis pendekatan komunikatif, aktivitas yang paling merangsang berpikir tingkat tinggi peserta didik adalah...
A. Menuliskan kembali secara persis setiap kata yang didengarnya (dikte/imla')
B. Menjawab pertanyaan pilihan ganda terkait nama tokoh dan angka yang disebutkan dalam rekaman
C. Mengadakan sesi debat meja bundar untuk mengkritisi solusi masalah sosial yang diusulkan oleh narasumber dalam rekaman
D. Mengulang pelafalan ujaran audio bersama-sama dengan tempo cepat
E. Mencocokkan kata Arab dengan gambar kartun statis di lembar kerja
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Post-listening komunikatif tingkat tinggi (HOTS) menuntut peserta didik melampaui rekognisi literal dengan mengevaluasi, mengkritisi, dan menanggapi substansi argumen audio melalui diskusi dialogis pemecahan masalah.
SOAL NOMOR 50
Guru membedakan dua strategi pengolahan informasi dalam menyimak: Bottom-Up dan Top-Down. Aktivitas menyimak yang secara spesifik mencerminkan penerapan strategi Top-Down adalah...
A. Meminta peserta didik menghitung jumlah bunyi vokal panjang (mad) dalam kalimat rekaman
B. Mengaktifkan skemata peserta didik melalui gambar dan prediksi isi wacana sebelum mendengarkan rekaman ceramah budaya
C. Menganalisis perbedaan bunyi huruf jim dan tsa' pada pasangan minimal (minimal pairs)
D. Mengidentifikasi bentuk shighah fi'il madhi dari setiap kata yang diujarkan penutur
E. Menuliskan harakat baris akhir dari nomina yang didengar dalam rekaman
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Strategi Top-Down memanfaatkan pengetahuan latar (prior knowledge/schemata) dan konteks makro untuk membangun hipotesis serta memprediksi makna tuturan, berbeda dengan Bottom-Up yang merangkai bunyi fonemis menjadi kata.
SOAL NOMOR 51
Seorang guru ingin melatih kemahiran berbicara (Maharah Al-Kalam) peserta didik melalui teknik role-play yang bermakna. Rancangan instruksi yang paling efektif mendukung ketercapaian tujuan tersebut adalah...
A. Mengharuskan peserta didik menghafal teks dialog resmi diplomatik selama sepuluh halaman
B. Membagikan kartu peran dengan skenario dilematis (seperti musyawarah ketua asrama menangani keluhan fasilitas) dengan target menghasilkan kesepakatan solusi
C. Meminta peserta didik membaca naskah dialog di bangku masing-masing tanpa saling menatap
D. Menilai unjuk kerja bermain peran semata-mata dari kelancaran tanpa memedulikan kejelasan isi pesan
E. Melarang improvisasi kosakata di luar buku teks wajib kementerian
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Role-play komunikatif menuntut authentic task dan information gap, di mana peserta didik menggunakan bahasa fungsional secara dinamis untuk bernegosiasi dan mencapai mufakat solusi atas kasus nyata.
SOAL NOMOR 52
Dalam sesi latihan kelancaran (fluency practice) Maharah Al-Kalam, seorang peserta didik membuat kekeliruan tata bahasa minor namun tuturan idenya mengalir dengan runtut. Sikap pedagogis guru yang paling tepat adalah...
A. Menyela pembicaraan setiap kali mendengar kekeliruan nahwu agar peserta didik sadar letak salahnya
B. Mencatat kekeliruan tipikal tersebut tanpa memotong antusiasme berbicara peserta didik, lalu menjadikannya bahan evaluasi kolektif anonim di akhir sesi
C. Menghentikan giliran bicara peserta didik dan menyuruhnya duduk kembali dengan teguran tegas
D. Membiarkan kesalahan tanpa pernah berniat membahasnya di masa depan
E. Meminta seluruh kelas menertawakan kekeliruan tersebut sebagai metode terapi kejut
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pada fase pengembangan fluency (kelancaran), interupsi koreksi langsung (direct correction) akan merusak alur komunikasi dan menurunkan afeksi peserta didik. Strategi terbaik adalah delayed feedback yang dibahas secara umum dan humanis.
SOAL NOMOR 53
Penerapan kerangka Task-Based Language Teaching (TBLT) dalam Maharah Al-Kalam terdiri atas fase Pre-Task, Task-Cycle, dan Language Focus. Aktivitas yang seharusnya berlangsung pada fase Task-Cycle adalah...
A. Guru menyajikan penjelasan teoretis aturan i'rab bab isim-isim fa'il di papan tulis
B. Peserta didik bekerja dalam kelompok kecil merancang rencana kegiatan amal madrasah dan menyiapkan laporan lisan tentang hasil diskusi mereka
C. Peserta didik mengerjakan soal latihan pilihan ganda di buku tugas
D. Guru memberikan nilai akhir di buku rapor tanpa proses presentasi
E. Peserta didik menyalin ulang kosakata baru dari kamus besar
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Inti fase Task-Cycle dalam TBLT adalah keterlibatan peserta didik menyelesaikan tugas nyata (task), merencanakan penyampaian (planning), dan melaporkan hasilnya (reporting) menggunakan target bahasa secara komunikatif.
SOAL NOMOR 54
Ketika peserta didik ditugaskan menemukan informasi spesifik berupa 'tahun berdirinya universitas al-Azhar dan nama pendirinya' dari sebuah teks biografi sejarah panjang, instruksi teknik membaca yang wajib dilatihkan guru adalah...
A. Skimming untuk menangkap gagasan umum dari awal hingga akhir paragraf
B. Scanning dengan mengarahkan pandangan cepat untuk mencari kata kunci angka tahun dan nama diri tanpa membaca kata per kata
C. Membaca bersuara keras (qira'ah jahriyyah) secara bergantian satu per satu peserta didik
D. Menerjemahkan teks kata demi kata ke dalam buku tulis
E. Menganalisis tarkib i'rab setiap kalimat dalam teks sejarah tersebut
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Scanning (al-qira'ah al-mashiyyah) adalah teknik membaca memindai untuk mencari informasi khusus (seperti angka tahun, nama tokoh) dengan cepat tanpa membaca keseluruhan teks secara mendalam.
SOAL NOMOR 55
Penerapan strategi Reciprocal Teaching dalam Maharah Al-Qira'ah melibatkan empat tahapan kognitif terstruktur. Urutan tahapan yang benar untuk membimbing kelompok peserta didik memahami teks analitis adalah...
A. Membuat ringkasan - Menghafal kosakata - Menganalisis harakat - Menulis teks baru
B. Predicting (memprediksi isi wacana) - Questioning (mengajukan pertanyaan kritis) - Clarifying (mengklarifikasi bagian sulit) - Summarizing (merangkum gagasan)
Pembahasan: Reciprocal Teaching yang dikembangkan Palincsar & Brown mengandalkan empat pilar metakognitif: memprediksi (predicting), bertanya (questioning), mengklarifikasi diksi sulit (clarifying), dan merangkum poin inti (summarizing).
SOAL NOMOR 56
Saat membaca nyaring (qira'ah jahriyyah), seorang peserta didik berhenti pada posisi jeda yang keliru:
عَرَفْتُ الْحَقَّ (jeda napas panjang) مُنْتَصِرًا
sehingga merusak intonasi hubungan makna amil dan ma'mul (hal). Intervensi pedagogis yang tepat diberikan guru adalah...
A. Meminta peserta didik menghafal kembali definisi isim nakirah manshub
B. Melatih teknik pemenggalan frasa bermakna (chunking / waqaf fashl) dan pemodelan intonasi gramatikal agar keutuhan makna kalimat terjaga
C. Memberikan hukuman tidak boleh membaca selama satu semester
D. Menyuruh peserta didik membaca dalam hati saja selamanya
E. Mengganti teks dengan kalimat tunggal yang terdiri atas dua kata saja
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kekeliruan pemenggalan napas di tengah kaitan sintaksis amil-ma'mul merusak makna. Pelatihan chunking (pemenggalan frasa terpadu) dan pemodelan intonasi intensional membimbing peserta didik memahami struktur sekaligus retorika bacaan.
SOAL NOMOR 57
Dalam menerapkan Process Writing Approach pada Maharah Al-Kitabah, alur tahapan pembimbingan yang sistematis bagi peserta didik dalam menghasilkan esai argumentatif adalah...
A. Penilaian akhir - Penulisan draf - Publikasi - Pemilihan judul
B. Pra-menulis (brainstorming ide dan outline) - Penyusunan draf awal - Merevisi konten dan organisasi - Mengedit tata bahasa dan ejaan - Publikasi karya
C. Menyalin teks dari internet - Menerjemahkan ke bahasa Arab - Mengumpulkan tugas
D. Menulis langsung di lembar ujian - Dinilai dengan tinta merah - Remedial tertulis
E. Menghafal contoh karangan baku - Menuliskannya kembali di kertas - Selesai
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pendekatan proses (Process Writing) memandang menulis sebagai siklus dinamis: pre-writing (perancangan), drafting (penulisan draf), revising (perbaikan substansi/koherensi), editing (pembetulan mekanika/qawa'id), dan publishing (penyajian).
SOAL NOMOR 58
Aktivitas guided writing (al-insyā' al-muwajjah) dirancang guru untuk menjembatani peserta didik dari tingkat kalimat menuju paragraf mandiri. Bentuk scaffolding yang paling efektif dalam tahapan ini adalah...
A. Memberikan kertas kosong dan memerintahkan peserta didik menulis esai bebas tanpa tema
B. Menyediakan peta pikiran (mind map), bank kosakata kunci (word bank), serta kerangka kalimat rumpang dengan penanda kohesi
C. Mengharuskan peserta didik mendiktekan tulisan guru tanpa mengubah satu huruf pun
D. Menugaskan penerjemahan novel tebal tanpa kamus bantu
E. Menilai tulisan hanya berdasarkan kerapian tulisan tangan khat riq'ah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Guided writing berfungsi menyangga peserta didik melalui instrumen scaffolding: mind-mapping mengarahkan alur gagasan, word bank memperkaya leksikon, dan sentence frame melatih penyusunan struktur kalimat yang koheren.
SOAL NOMOR 59
Seorang guru merancang unit tematik berbasis Integrated Skills Approach bertopik 'Kearifan Lokal dan Budaya Nusantara'. Urutan skenario aktivitas belajar yang memadukan keempat kemahiran berbahasa secara logis dan terpadu adalah...
A. Peserta didik menulis karangan di rumah, lalu menyerahkannya tanpa dibahas di kelas
B. Peserta didik menyimak laporan audio tentang festival budaya (istima'), mendiskusikan pesan kearifannya dalam kelompok (kalam), menelaah artikel mendalam tentang tradisi tersebut (qira'ah), lalu menyusun esai ulasan reflektif (kitabah)
C. Peserta didik membaca teks nyaring selama jam pelajaran penuh tanpa aktivitas menyimak atau berbicara
D. Peserta didik hanya menghafal daftar kosakata baru lalu diuji dengan kuis pilihan ganda
E. Peserta didik menonton video hiburan tanpa target kompetensi berbahasa
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pendekatan keterampilan terpadu (Integrated Skills) mengalirkan input reseptif (istima' dan qira'ah) menuju elaborasi interaktif lisan (kalam), yang berpuncak pada ekspresi produktif tertulis yang komprehensif (kitabah).
SOAL NOMOR 60
Dalam menyusun rubrik analitik untuk asesmen Maharah Al-Kitabah esai argumentatif, bobot dan indikator penilaian yang paling mencerminkan prinsip evaluasi menulis komprehensif adalah...
A. Menilai 100% dari kesesuaian kaidah i'rab akhir kata saja
B. Memadukan kriteria kelayakan isi gagasan, organisasi dan koherensi paragraf, kekayaan variasi leksikal, ketepatan gramatika sintaksis, serta mekanika ejaan (insya')
C. Menilai esai semata-mata dari banyaknya jumlah halaman yang berhasil diketik
D. Memberikan nilai berdasarkan kedekatan personal antara peserta didik dan guru
E. Hanya menilai keindahan gaya kaligrafi khat Arab tanpa membaca maknanya
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Rubrik analitik penulisan bahasa Arab yang terstandar (seperti rubrik Jacobs dkk.) mencakup 5 komponen esensial: isi (content), organisasi (organization), kosakata (vocabulary), penggunaan tata bahasa (language use), dan mekanika (mechanics).
JALURPPG.ID
JP/CERT/12052026
Sertifikat Penghargaan
Sertifikat ini secara resmi diberikan kepada:
Peserta Kuis
Atas pencapaian dan kompetensi yang ditunjukkan pada kuis interaktif Paket 1 Soal AKGTK Guru Bahasa Arab MA: Kompetensi Pedagogik dan Profesional
dengan perolehan nilai akhir:
Capaian Skor
0
Tanggal Penerbitan:
12 Mei 2026
JALURPPG.ID
Direktur Platform Pendidikan
Lokasi:
Berbagi :
Posting Komentar
untuk "Paket 1 Soal AKGTK Guru Bahasa Arab MA: Kompetensi Pedagogik dan Profesional"
Posting Komentar untuk "Paket 1 Soal AKGTK Guru Bahasa Arab MA: Kompetensi Pedagogik dan Profesional"