Paket 1 Soal AKGTK Guru RA: Kompetensi Pedagogik dan Profesional
Materi / Topik:
Pedagogik: Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini dan Diferensiasi Pembelajaran RA, Pedagogik: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Media Pembelajaran Berbasis Bermain (Play-Based Learning), Pedagogik: Perancangan dan Pengelolaan Asesmen Autentik Perkembangan Anak RA, Profesional: Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) KMA 1503/2025 dan Nilai Kerapatan Madrasah di RA, Profesional: Penguasaan 6 Aspek Fondasi Perkembangan Anak (Nilai Agama dan Moral, Fisik-Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial-Emosional, Seni), Profesional: Moderasi Beragama dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin (P5-PPRA) di Lingkungan RA
I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d yang merupakan jawaban yang paling benar!
1
PILIHAN GANDA
Sewaktu kegiatan melipat kertas origami di kelompok B, Guru mendapati tiga orang peserta didik tampak kesulitan melipat garis lurus dan mulai frustrasi, sementara peserta didik lainnya telah menyelesaikan lipatan bentuk perahu secara mandiri. Langkah diferensiasi proses yang paling tepat dilakukan Guru yaitu...
2
PILIHAN GANDA
Di sudut keaksaraan awal sentra bahasa, peserta didik menunjukkan variasi minat yang kontras: sebagian sangat tertarik dengan buku cerita bergambar binatang, sedangkan kelompok lainnya lebih asyik mengeksplorasi kartu huruf bergambar kendaraan. Rancangan diferensiasi konten yang paling efektif diterapkan oleh Pendidik adalah...
3
PILIHAN GANDA
Seorang peserta didik di RA sering kali menutup telinga rapat-rapat, menangis, dan berlari menjauh setiap kali bel masuk berbunyi kencang atau saat teman-temannya bernyanyi bersama dengan tepuk tangan meriah. Tindakan akomodasi sensori yang paling tepat diambil oleh Guru kelas adalah...
4
PILIHAN GANDA
Ketika mengeksplorasi tema 'Keluargaku yang Penuh Berkah', Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan pemahamannya tentang peran anggota keluarga. Guru merancang diferensiasi produk dengan cara...
5
PILIHAN GANDA
Saat waktu bermain bebas di halaman sentra telah usai dan Guru mengajak masuk ke dalam kelas, seorang peserta didik usia 4 tahun menangis histeris, melempar pasir, dan menolak beranjak. Penanganan berbasis perancah emosi (scaffolding) yang paling bijaksana adalah...
6
PILIHAN GANDA
Sejumlah wali peserta didik di RA mendesak pihak madrasah agar memberlakukan tes calistung tertulis harian dan pemberian pekerjaan rumah (PR) buku paket agar putra-putri mereka siap memasuki jenjang madrasah ibtidaiyah. Respon pedagogis Guru yang paling tepat dalam kerangka transisi PAUD-MI yang menyenangkan adalah...
7
PILIHAN GANDA
Pengamatan Guru menunjukkan bahwa seorang peserta didik sudah sangat mahir menyusun puzzle kayu 12 keping dalam waktu kurang dari dua menit tanpa bantuan. Untuk mengoptimalkan zona perkembangan proksimal (ZPD) peserta didik tersebut, tindakan stimulasi lanjutan yang ideal adalah...
8
PILIHAN GANDA
Di kelas RA terdapat peserta didik dengan tipe temperamen slow-to-warm-up yang selalu menolak bergabung dalam lingkaran saat awal kedatangan dan cenderung mengamati dari kejauhan. Strategi komunikasi suportif yang seharusnya diterapkan Guru adalah...
9
PILIHAN GANDA
Dalam aktivitas menata manik-manik membentuk pola kalung, seorang peserta didik membutuhkan waktu jauh lebih lama (slow-paced) dibanding rekan-rekannya karena kecermatan jemarinya yang lambat namun teliti. Manakah keputusan manajemen kelas yang mencerminkan diferensiasi waktu yang berpihak pada peserta didik?
10
PILIHAN GANDA
Guru merancang pembelajaran tematik bernuansa islami tentang rukun Islam dengan memperhatikan keragaman gaya belajar auditori dan kinestetik. Desain aktivitas pembelajaran yang paling selaras adalah...
11
PILIHAN GANDA
Guru RA menata lingkungan main loose parts bertema 'Ciptaan Allah di Sekitarku' dengan menyusun ranting, bebatuan kerikil, cangkang kerang, potongan bambu, dan daun kering di atas nampan anyaman. Tujuan pedagogis utama dari penataan invitasi loose parts ini adalah...
12
PILIHAN GANDA
Dua orang peserta didik di sentra balok tampak duduk berdampingan. Keduanya saling meminjamkan balok silinder dan sesekali bercakap-cakap tentang 'jembatan tol', namun bangunan balok yang didirikan masing-masing memiliki rancangan terpisah tanpa pembagian peran formal. Menurut teori tahapan bermain Parten, dinamika tersebut berada pada tahap...
13
PILIHAN GANDA
Ketika beberapa peserta didik sedang menuangkan air ke dalam corong dan pipa transparan di sentra bahan alam, timbul pertanyaan mengapa air mengalir deras ke bawah. Respon lisan Guru berupa pertanyaan terbuka (open-ended) yang memicu nalar kritis tingkat tinggi adalah...
14
PILIHAN GANDA
Guru merencanakan aktivitas luar ruangan menggunakan media ranting pohon bercabang dan bebatuan kali beraneka ukuran. Pertimbangan keselamatan pedagogis (risk-benefit assessment) yang paling tepat diterapkan adalah...
15
PILIHAN GANDA
Dalam setting bermain peran makro dengan tema 'Pasar Barokah', Guru hendak menanamkan nilai empati sosial dan kejujuran bermuamalah. Properti dan penataan lingkungan main yang paling mendukung terwujudnya tujuan tersebut adalah...
16
PILIHAN GANDA
Ketika peserta didik sedang asyik menyusun menara balok yang miring, seorang Pendidik tiba-tiba datang dan langsung membongkar balok tersebut sambil berkata: 'Bukan begitu caranya, susunannya harus seperti ini biar tidak roboh!'. Ditinjau dari hakikat pembelajaran berbasis bermain, tindakan pendidik tersebut keliru karena...
17
PILIHAN GANDA
Guru mengajak peserta didik mengeksplorasi pembuatan cat warna alami dari parutan rimpang kunyit dan perasan daun pandan. Rangkaian aktivitas berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) yang terpadu secara runtut tampak pada kegiatan...
18
PILIHAN GANDA
Setelah kegiatan main sentra selesai dan seluruh alat telah dirapikan bersama, Guru memandu sesi recalling (mengingat kembali). Cara memfasilitasi recalling yang menumbuhkan metakognisi peserta didik usia dini adalah...
19
PILIHAN GANDA
Sebuah ruang kelas RA memiliki luas terbatas, namun Guru ingin menghadirkan lingkungan belajar yang fleksibel dan mendukung mobilitas mandiri peserta didik. Strategi penataan ruang kelas yang paling fungsional adalah...
20
PILIHAN GANDA
Dalam mengenalkan kearifan lokal nusantara yang sarat muatan fisik-motorik dan kebersamaan, Guru memilih permainan tradisional 'Gobak Sodor / Bentengan' yang dimodifikasi. Nilai karakter mulia yang terbangun paling dominan saat peserta didik memainkan permainan tersebut secara berkelompok adalah...
21
PILIHAN GANDA
Perhatikan petikan catatan observasi guru berikut:
'Fulan tampak malas sekali hari ini, ia tidak mau berbagi pensil warna dan bersikap nakal kepada teman sebangkunya.'
Ditinjau dari kaidah asesmen autentik catatan anekdot objektif, catatan tersebut perlu diperbaiki karena...
22
PILIHAN GANDA
Guru mendokumentasikan hasil karya melukis seorang peserta didik selama tiga bulan berturut-turut. Pada bulan pertama tampak goresan acak (scribbling), bulan kedua mulai muncul bentuk lingkaran tertutup dengan garis kepala-kaki (tadpole figure), dan bulan ketiga terdapat gambar manusia utuh berbusana muslim lengkap dengan matahari dan pepohonan. Analisis perkembangan yang paling valid dari data portofolio tersebut adalah...
23
PILIHAN GANDA
Dalam tujuan pembelajaran: 'Peserta didik mampu melakukan praktik wudhu secara mandiri dan tertib', rumusan indikator ketercapaian perilaku teramati (observable behavior) pada instrumen ceklis asesmen yang paling tepat adalah...
24
PILIHAN GANDA
Selama dua minggu pelaksanaan projek menanam biji kacang hijau, Guru mengambil foto berseri setiap tiga hari sekali yang menangkap ekspresi rasa takjub peserta didik, cara mereka mengukur tunas dengan jengkal jari, dan mencatat pertumbuhan dengan simbol titik air. Pemanfaatan foto berseri tersebut dalam asesmen autentik berfungsi sebagai...
25
PILIHAN GANDA
Praktik pemberian lembar kerja peserta didik (LKS) berupa tes tertulis pilihan ganda dan menjodohkan garis setiap hari di kelas RA dikritik keras oleh pakar PAUD dan kurikulum madrasah. Alasan ilmiah mendasar mengapa asesmen paper-and-pencil test tidak cocok bagi peserta didik usia dini adalah...
26
PILIHAN GANDA
Melihat seorang peserta didik berinisiatif mengembalikan balok-balok kayu ke rak sesuai bentuk dan warnanya tanpa disuruh, Guru ingin memberikan umpan balik penguatan proses (process praise). Kalimat apresiasi yang paling mendidik adalah...
27
PILIHAN GANDA
Dalam menyusun Laporan Capaian Pembelajaran (Rapor Narasi) di RA, Guru mendapati seorang peserta didik masih belum lancar memegang sendok dan sering menumpahkan bekal makannya. Redaksi narasi rapor yang humanis, akurat, dan memotivasi orang tua adalah...
28
PILIHAN GANDA
Pada akhir sesi unjuk karya seni, Guru menyediakan cermin kecil dan tiga kartu ekspresi wajah (senang, biasa, butuh bantuan). Guru memfasilitasi refleksi diri (self-reflection) bagi peserta didik dengan cara menanyakan...
29
PILIHAN GANDA
Saat pembagian laporan perkembangan pertengahan tahun, seorang wali peserta didik memprotes mengapa anaknya belum diajari membaca lancar dengan kartu kata drill layaknya bimbingan belajar privat. Pendekatan komunikasi persuasif Guru berbasis asesmen autentik dilakukan melalui...
30
PILIHAN GANDA
Berdasarkan rekapitulasi asesmen formatif selama sebulan pertama, Guru menemukan fenomena bahwa sebagian besar peserta didik sering berebut mainan di sentra pembangunan dan belum mengenal konsep bergantian. Tindak lanjut kurikuler yang paling tepat dirancang Guru pada modul ajar berikutnya adalah...
31
PILIHAN GANDA
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) KMA 1503 Tahun 2025 menekankan transformasi atmosfer madrasah dari iklim hierarkis kaku menuju iklim cinta kasih (mahabbah). Cerminan perilaku pendidik yang paling mewakili paradigma ini di kelas RA adalah...
32
PILIHAN GANDA
Konsep 'Nilai Kerapatan Madrasah' dalam KMA 1503 Tahun 2025 menuntut kelekatan relasional antara madrasah, orang tua, dan ekosistem sosial sekitar. Wujud nyata sinergi kerapatan madrasah yang paling harmonis pada jenjang RA tampak pada program...
33
PILIHAN GANDA
Pendidik mendapati jadwal harian di RA sangat padat oleh hafalan surat pendek, doa, kosakata bahasa asing, dan penulisan huruf Arab sambung sehingga peserta didik tampak lesu, mudah menangis, dan kehilangan keceriaan belajar. Langkah evaluasi jadwal yang berorientasi pada well-being peserta didik adalah...
34
PILIHAN GANDA
Dalam menyusun Modul Ajar RA sesuai semangat KMA 1503 Tahun 2025, Guru tidak lagi dibebani oleh format administrasi puluhan lembar yang kaku, melainkan dokumen yang berfokus pada esensi pembelajaran bermakna. Ciri utama modul ajar yang mencerminkan Kurikulum Berbasis Cinta adalah...
35
PILIHAN GANDA
Seorang peserta didik di RA melempar balok kayu ke arah cermin sentra karena merasa kesal menaranya tersenggol oleh kawan yang sedang melintas. Penerapan disiplin positif (positive discipline) bernafaskan kasih sayang yang dilakukan Guru adalah...
36
PILIHAN GANDA
Guru mengajak peserta didik memunguti sampah daun dan menyiram tanaman bunga di halaman madrasah sambil bersenandung tentang keagungan Allah yang meniupkan kehidupan pada tumbuhan. Nilai kerapatan dan cinta semesta (hubb al-khalq) yang sedang ditumbuhkan oleh Pendidik adalah...
37
PILIHAN GANDA
Dalam penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) di jenjang RA, tim pengembang kurikulum mencantumkan misi: 'Mewujudkan ekosistem madrasah yang ramah, menghargai keberagaman fitrah, dan melandaskan seluruh interaksi pada nilai ar-Rahman'. Indikator keterlaksanaan misi tersebut dalam keseharian adalah...
38
PILIHAN GANDA
Seorang peserta didik tampak ragu-ragu dan gemetar saat diminta memilih balok kayu di sentra karena takut pilihannya salah dan dimarahi oleh orang dewasa. Kalimat afirmasi yang paling mencerminkan prinsip keselamatan psikologis (psychological safety) dalam KBC adalah...
39
PILIHAN GANDA
Seorang pendidik menolak menegur peserta didik yang memukul rekannya dengan alasan: 'Dalam Kurikulum Berbasis Cinta, kita tidak boleh melarang peserta didik dan harus mencintai apapun perilakunya tanpa aturan pembatas'. Kekeliruan konseptual yang terjadi pada pendidik tersebut adalah...
40
PILIHAN GANDA
Madrasah menginisiasi program paguyuban 'Ayah Hebat Madrasah' yang mengundang para ayah peserta didik untuk mendampingi putra-putrinya membaca buku dongeng di pojok baca setiap hari Sabtu pagi. Program ini mencerminkan implementasi KBC KMA 1503/2025 dalam hal...
41
PILIHAN GANDA
Cermati ayat Al-Qur'an berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Dalam menanamkan nilai agama dan moral sejak dini berdasarkan inspirasi ayat di atas, strategi pembiasaan ibadah praktis shalat dhuha di RA yang paling bermakna batiniah adalah...
42
PILIHAN GANDA
Pendidik menyusun lintasan rintangan motorik kasar di halaman RA berupa: melompat di dalam lingkaran ban karet, merangkak di bawah terowongan kain, meniti balok kayu selebar 15 cm, dan mendarat di matras empuk. Aspek fondasi perkembangan fisik yang distimulasi secara terintegrasi pada kegiatan tersebut adalah...
43
PILIHAN GANDA
Di sentra persiapan, Guru menyediakan biji saga merah, cangkang kerang putih, dan kerikil abu-abu. Pendidik mencontohkan susunan baris: kerang - kerikil - kerang - kerikil, lalu menanyakan objek apa berikutnya yang harus diletakkan. Keterampilan fondasi kognitif pra-matematika yang sedang diasah pada kegiatan ini adalah...
44
PILIHAN GANDA
Sewaktu membacakan buku cerita bergambar bertema 'Kisah Semut yang Pandai Bersyukur' (metode Interactive Read Aloud), Guru berhenti sejenak pada halaman di mana awan mendung mulai gelap dan bertanya: 'Wah, langitnya mulai menghitam, kira-kira apa yang akan dilakukan semut-semut kecil ini ya?'. Tujuan teknik interupsi interaktif ini adalah...
45
PILIHAN GANDA
Dua peserta didik saling tarik-menarik sebuah gerobak kayu kecil di halaman sentra dan keduanya mulai berteriak kencang: 'Ini punyaku! Aku yang pegang duluan!'. Pendekatan resolusi konflik restoratif yang seharusnya difasilitasi oleh Guru adalah...
46
PILIHAN GANDA
Dalam sesi eksplorasi seni dan kreativitas, Pendidik memutar musik instrumental rebana nusantara bertempo ceria. Pendidik membagikan selendang kain warna-warni dan mengajak peserta didik bergerak bebas mengikuti irama musik. Manfaat stimulasi tersebut bagi perkembangan seni peserta didik usia dini adalah...
47
PILIHAN GANDA
Sebelum mengajarkan peserta didik memegang pensil untuk menulis abjad, Guru merancang aktivitas di sentra bahan alam: meremas adonan tepung (playdough), menjepit biji kenari dengan capitan kue berbahan kayu, dan merobek daun kering menjadi potongan kecil. Rasional pedagogis dari kegiatan ini adalah...
48
PILIHAN GANDA
Ketika melantunkan syair bertema keagamaan: 'Bulan terang benderang, hatiku riang senang', Guru mengajak peserta didik bertepuk tangan pada kata 'terang' dan 'senang' lalu menanyakan kesamaan bunyi akhirnya. Stimulasi fondasi kebahasaan yang sedang dikembangkan adalah...
49
PILIHAN GANDA
Di bak air sentra sains, peserta didik memasukkan spons kering, batu kerikil, dan daun mangga. Peserta didik terkejut melihat spons mula-mula terapung lalu perlahan tenggelam setelah menyerap banyak air. Bimbingan penyelidikan saintifik yang paling tepat dilontarkan Pendidik adalah...
50
PILIHAN GANDA
Dalam subtema 'Tubuhku Karunia Allah yang Sempurna', Guru menyediakan cermin besar dan meminta peserta didik mengamati mata, telinga, hidung, dan mulut mereka sambil berbisik: 'Alhamdulillah, terima kasih ya Allah telah memberiku mata untuk melihat bunga yang indah'. Pembelajaran ini memperkokoh fondasi perkembangan berupa...
51
PILIHAN GANDA
Di taman bermain madrasah, hanya tersedia dua unit ayunan sementara ada enam peserta didik yang ingin memainkannya secara bersamaan. Pendidik mengajak mereka berdialog dan menggunakan jam pasir mini berdurasi tiga menit sebagai penanda waktu giliran bergantian. Penerapan nilai moderasi beragama tawasuth (moderat/tengah-tengah) yang tercermin pada situasi tersebut adalah...
52
PILIHAN GANDA
Pada peringatan Hari Santri dan Budaya Nusantara di RA, para peserta didik mengenakan aneka busana adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Ada peserta didik yang menertawakan penutup kepala khas daerah kawan lainnya yang terlihat asing. Sikap pedagogis Guru dalam menanamkan nilai tasamuh (toleransi) adalah...
53
PILIHAN GANDA
Dalam projek P5-PPRA tema 'Aku Sayang Bumi' di RA, Guru mendapati banyak tumpukan kertas bekas lembar fotokopi yang tidak terpakai di kantor madrasah. Rangkaian alur projek kontekstual yang paling tepat melibatkan agensi peserta didik adalah...
54
PILIHAN GANDA
Saat awal tahun ajaran baru di RA, Guru hendak membangun kesepakatan keyakinan kelas. Langkah pembimbingan yang selaras dengan nilai syura (musyawarah) dalam P5-PPRA adalah...
55
PILIHAN GANDA
Madrasah menyelenggarakan apel pagi ceria setiap hari Senin untuk mengenalkan cinta tanah air (muwathanah). Praktik pedagogis yang paling tepat agar nilai kebangsaan tumbuh natural dan menyenangkan bagi peserta didik RA adalah...
56
PILIHAN GANDA
Pada dimensi Bergotong Royong projek P5-PPRA bertema 'Masjid Indah Kebanggaan Kami', sekelompok peserta didik membuat maket kubah dan menara dari kardus bekas. Indikator ketercapaian perilaku gotong royong yang paling otentik tampak ketika...
57
PILIHAN GANDA
Ketika kegiatan makan bekal bersama di madrasah, Guru mendapati salah seorang peserta didik tidak membawa bekal karena orang tuanya sakit. Guru membimbing kawan-kawannya untuk menyisihkan sebagian lauk buahnya secara sukarela ke wadah baru untuk dinikmati bersama. Nilai moderasi beragama yang terefleksi secara mendalam pada peristiwa ini adalah...
58
PILIHAN GANDA
Seorang peserta didik pindahan dari luar pulau berbicara dengan aksen dan dialek daerah yang berbeda, sehingga beberapa peserta didik di kelas enggan mengajaknya bermain di sentra balok. Intervensi pedagogik Pendidik yang paling selaras dengan prinsip Rahmatan Lil Alamin adalah...
59
PILIHAN GANDA
Pada penghujung semester, RA menyelenggarakan 'Gelar Karya dan Perayaan Belajar Projek P5-PPRA'. Pengaturan peran peserta didik yang paling mendidik dan menumbuhkan kepemilikan belajar (student agency) adalah...
60
PILIHAN GANDA
Setelah menyelesaikan projek P5-PPRA tentang pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos ramah lingkungan, Guru ingin memastikan bahwa nilai Rahmatan Lil Alamin tersebut melekat menjadi habituasi permanen. Langkah evaluasi keberlanjutan program yang paling efektif adalah...
Terjawab: 0 dari 60 soal (Jawab semua soal untuk mengaktifkan tombol SELESAI)
Kuis Telah Selesai!
Berikut adalah rangkuman pencapaian skor dan nilai Anda:
Sewaktu kegiatan melipat kertas origami di kelompok B, Guru mendapati tiga orang peserta didik tampak kesulitan melipat garis lurus dan mulai frustrasi, sementara peserta didik lainnya telah menyelesaikan lipatan bentuk perahu secara mandiri. Langkah diferensiasi proses yang paling tepat dilakukan Guru yaitu...
A. Menggantikan seluruh proses melipat bagi ketiga peserta didik tersebut agar karya origami selesai tepat waktu
B. Menyediakan panduan garis lipatan yang ditebalkan dengan spidol warna dan mendampingi lewat teknik hand-over-hand bertahap
C. Meminta ketiga peserta didik berpindah ke sentra lain dan tidak perlu mengikuti kegiatan melipat kertas
D. Menugaskan peserta didik yang sudah mahir untuk menyelesaikan lipatan milik ketiga temannya tersebut
E. Memberikan lembar kerja mewarnai pola lipatan perahu sebagai ganti kegiatan keterampilan motorik halus
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Diferensiasi proses dilakukan dengan memberikan perancah (scaffolding) sesuai kebutuhan peserta didik tanpa mengambil alih tugasnya. Memberi garis bantu tebal dan bimbingan bertahap (hand-over-hand) menghargai tempo perkembangan motorik halus peserta didik.
SOAL NOMOR 2
Di sudut keaksaraan awal sentra bahasa, peserta didik menunjukkan variasi minat yang kontras: sebagian sangat tertarik dengan buku cerita bergambar binatang, sedangkan kelompok lainnya lebih asyik mengeksplorasi kartu huruf bergambar kendaraan. Rancangan diferensiasi konten yang paling efektif diterapkan oleh Pendidik adalah...
A. Mewajibkan seluruh peserta didik hanya mempelajari kartu huruf bergambar kendaraan demi keseragaman materi ajar
B. Menyediakan beragam media keaksaraan kontekstual berbasis binatang dan kendaraan seperti stempel huruf, loose parts, dan buku cerita tematik
C. Menghilangkan kedua media tersebut dan menggantinya dengan papan tulis hitam untuk mengeja kata bersama-sama
D. Memisahkan ruang kelas menjadi dua kelompok terisolasi tanpa interaksi pertukaran media antarsentra
E. Membatasi pengenalan huruf hanya pada abjad vokal tanpa melibatkan konteks minat lingkungan peserta didik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Diferensiasi konten dilakukan melalui penyediaan ragam bahan ajar kontekstual yang mengakomodasi minat belajar yang berbeda, sehingga keterlibatan peserta didik dalam literasi awal meningkat optimal.
SOAL NOMOR 3
Seorang peserta didik di RA sering kali menutup telinga rapat-rapat, menangis, dan berlari menjauh setiap kali bel masuk berbunyi kencang atau saat teman-temannya bernyanyi bersama dengan tepuk tangan meriah. Tindakan akomodasi sensori yang paling tepat diambil oleh Guru kelas adalah...
A. Memaksa peserta didik bertahan di tengah lingkaran bernyanyi agar terbiasa dengan kebisingan lingkungan
B. Menempatkan peserta didik di ruang kepala madrasah seharian penuh agar tidak terganggu suara di kelas
C. Menyediakan headphone peredam bising (earmuff) serta ruang tenang (calming corner) yang nyaman saat transisi kegiatan
D. Melarang seluruh peserta didik lainnya bernyanyi atau bertepuk tangan sepanjang pembelajaran berlangsung
E. Meminta orang tua membawa pulang peserta didik setiap kali ada sesi bernyanyi atau kegiatan musik
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Peserta didik yang memiliki hipersensitivitas auditori memerlukan akomodasi sensori berupa pelindung telinga dan sudut penenang (calming corner) untuk menciptakan rasa aman tanpa membatasi hak ekspresi teman sekelasnya.
SOAL NOMOR 4
Ketika mengeksplorasi tema 'Keluargaku yang Penuh Berkah', Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengekspresikan pemahamannya tentang peran anggota keluarga. Guru merancang diferensiasi produk dengan cara...
A. Mengharuskan semua peserta didik menggambar rumah dan ayah-ibu dengan pola pewarnaan krayon yang seragam
B. Membuka pilihan bagi peserta didik untuk bercerita lisan, bermain peran mikro dengan boneka jari, atau melukis bebas
C. Menilai unjuk kerja peserta didik semata-mata dari kerapian garis arsiran pada lembar fotokopi yang dibagikan
D. Menolak hasil kreasi peserta didik yang tidak mencantumkan figur ayah dan ibu secara lengkap dalam karyanya
E. Memberikan skor tertinggi hanya kepada peserta didik yang mampu menuliskan nama-nama anggota keluarga dengan rapi
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Diferensiasi produk memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk mendemonstrasikan pemahaman melalui beragam modalitas ekspresi yang mereka sukai, baik melalui bahasa lisan, simbolik-seni, maupun gestur bermain peran.
SOAL NOMOR 5
Saat waktu bermain bebas di halaman sentra telah usai dan Guru mengajak masuk ke dalam kelas, seorang peserta didik usia 4 tahun menangis histeris, melempar pasir, dan menolak beranjak. Penanganan berbasis perancah emosi (scaffolding) yang paling bijaksana adalah...
A. Menghukum peserta didik berdiri di depan kelas sebagai konsekuensi tidak mematuhi instruksi waktu dari guru
B. Menghampiri peserta didik, menyejajarkan kontak mata, memvalidasi perasaannya, serta menawarkan pilihan transisi yang menenangkan
C. Membiarkan peserta didik sendirian di halaman madrasah sampai ia merasa lelah dan masuk kelas dengan sendirinya
D. Mengancam peserta didik bahwa guru tidak akan mengizinkannya bermain pasir lagi pada hari esok
E. Memberikan permen manis agar peserta didik langsung berhenti menangis dan segera duduk tenang
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Scaffolding emosi dilakukan dengan mendekat secara tenang, menyejajarkan posisi tubuh, mengakui/memvalidasi emosi kekecewaan karena harus menyudahi mainan, lalu membimbingnya beralih kegiatan dengan kasih sayang.
SOAL NOMOR 6
Sejumlah wali peserta didik di RA mendesak pihak madrasah agar memberlakukan tes calistung tertulis harian dan pemberian pekerjaan rumah (PR) buku paket agar putra-putri mereka siap memasuki jenjang madrasah ibtidaiyah. Respon pedagogis Guru yang paling tepat dalam kerangka transisi PAUD-MI yang menyenangkan adalah...
A. Menuruti seluruh tuntutan wali peserta didik demi menjaga popularitas madrasah di mata masyarakat sekitar
B. Menolak mentah-mentah tanpa memberikan penjelasan ilmiah mengenai tahapan perkembangan literasi peserta didik usia dini
C. Menyelenggarakan forum dialog edukasi keluarga untuk memaparkan bahwa pondasi literasi-numerasi dibangun melalui pengalaman bermain bermakna
D. Memberikan drill calistung secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan pengawas madrasah kemenag
E. Mengurangi jam istirahat dan bermain bebas lalu menggantinya dengan sesi dikte kata di buku tulis bergaris
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Kesiapan transisi PAUD-SD/MI berfokus pada fondasi holistik (kemandirian, motivasi belajar, regulasi emosi). Guru perlu mengedukasi orang tua melalui pendekatan komunikatif mengenai esensi literasi alami lewat bermain.
SOAL NOMOR 7
Pengamatan Guru menunjukkan bahwa seorang peserta didik sudah sangat mahir menyusun puzzle kayu 12 keping dalam waktu kurang dari dua menit tanpa bantuan. Untuk mengoptimalkan zona perkembangan proksimal (ZPD) peserta didik tersebut, tindakan stimulasi lanjutan yang ideal adalah...
A. Meminta peserta didik mengulang menyusun puzzle 12 keping yang sama sebanyak sepuluh kali agar tidak jenuh
B. Menantang peserta didik menyusun puzzle 24 keping bergambar pola geometris atau menciptakan puzzle buatannya sendiri dari stik es krim
C. Menyuruh peserta didik duduk tenang melipat tangan sambil menunggu seluruh temannya selesai mengerjakan puzzle dasar
D. Mengambil puzzle tersebut dan melarangnya bermain balok atau puzzle selama satu pekan ke depan
E. Menurunkan tingkat kesulitan menjadi puzzle 6 keping agar peserta didik tidak mengalami kelelahan berpikir
Jawaban Benar: B
Pembahasan: ZPD bekerja optimal jika tingkat tantangan dinaikkan satu tahap di atas kemampuan aktual (scaffolding). Memberikan tingkat kesulitan lebih tinggi atau proyek kreatif mandiri akan menjaga rasa ingin tahu dan perkembangan kognitifnya.
SOAL NOMOR 8
Di kelas RA terdapat peserta didik dengan tipe temperamen slow-to-warm-up yang selalu menolak bergabung dalam lingkaran saat awal kedatangan dan cenderung mengamati dari kejauhan. Strategi komunikasi suportif yang seharusnya diterapkan Guru adalah...
A. Menarik tangan peserta didik secara paksa ke dalam lingkaran agar cepat membaur bersama teman-temannya
B. Membiarkan dan tidak pernah menyapa peserta didik tersebut karena dianggap tidak memiliki minat bersosialisasi
C. Menyambut ramah, memberi ruang observasi di dekat guru, dan secara bertahap mengajaknya terlibat tanpa paksaan
D. Membandingkan sikapnya dengan teman sebaya yang langsung aktif berlari masuk ke dalam ruang kelas
E. Memberi label kepada orang tua bahwa peserta didik memiliki gangguan interaksi sosial yang parah
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Peserta didik slow-to-warm-up memerlukan waktu untuk adaptasi dan pemindaian lingkungan. Guru harus menyambut hangat, memberi rasa aman dengan kedekatan fisik, dan memfasilitasi keterlibatan bertahap.
SOAL NOMOR 9
Dalam aktivitas menata manik-manik membentuk pola kalung, seorang peserta didik membutuhkan waktu jauh lebih lama (slow-paced) dibanding rekan-rekannya karena kecermatan jemarinya yang lambat namun teliti. Manakah keputusan manajemen kelas yang mencerminkan diferensiasi waktu yang berpihak pada peserta didik?
A. Mengambil paksa manik-manik yang belum selesai dirangkai karena jam kegiatan sentra telah berganti jadwal
B. Mengizinkan peserta didik melanjutkan karyanya di sudut minat tenang atau menyimpannya untuk dilanjutkan esok hari
C. Mencatat di buku penghubung bahwa peserta didik mengalami keterbelakangan gerak motorik halus
D. Menghukum peserta didik untuk tidak mengikuti sesi bermain bebas di luar kelas sampai rangkaian manik selesai
E. Meminta bantuan asisten guru untuk menyelesaikan separuh sisa kalung agar selesai berbarengan dengan teman lain
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Menghormati ritme belajar peserta didik (pacing) merupakan inti pembelajaran terdiferensiasi. Memberi fleksibilitas waktu atau wadah karya yang belum tuntas menjaga rasa berharga dan ketekunan belajarnya.
SOAL NOMOR 10
Guru merancang pembelajaran tematik bernuansa islami tentang rukun Islam dengan memperhatikan keragaman gaya belajar auditori dan kinestetik. Desain aktivitas pembelajaran yang paling selaras adalah...
A. Membagikan lembar kerja berisi teks rukun Islam untuk dibaca dalam hati selama tiga puluh menit berturut-turut
B. Memadukan lantunan nasyid gerak berirama tentang lima rukun Islam yang disertai simulasi langkah tawaf mengelilingi miniatur kabah
C. Menampilkan ceramah satu arah di depan kelas menggunakan proyektor tanpa memberi kesempatan bergerak
D. Meminta peserta didik menyalin angka 1 sampai 5 berulang-ulang di buku kotak-kotak kecil
E. Melarang peserta didik bernyanyi dan bergerak selama materi rukun Islam disampaikan di depan kelas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Perpaduan nasyid berirama (menstimulasi auditori) dengan gerakan tubuh/simulasi langkah (menstimulasi kinestetik) menciptakan pembelajaran yang bermakna dan mengakomodasi kebutuhan ragam modalitas belajar.
SOAL NOMOR 11
Guru RA menata lingkungan main loose parts bertema 'Ciptaan Allah di Sekitarku' dengan menyusun ranting, bebatuan kerikil, cangkang kerang, potongan bambu, dan daun kering di atas nampan anyaman. Tujuan pedagogis utama dari penataan invitasi loose parts ini adalah...
A. Mengharuskan peserta didik membuat tiruan miniatur masjid persis seperti contoh yang telah dibuat guru di meja peraga
B. Memancing rasa ingin tahu, daya eksplorasi kreatif, dan pemecahan masalah terbuka sesuai imajinasi peserta didik
C. Menghemat pengeluaran anggaran madrasah dengan tidak pernah membeli media edukatif pabrikan sama sekali
D. Menguji ketahanan fisik peserta didik saat mengumpulkan bahan-bahan berat dari pekarangan madrasah
E. Memastikan ruang kelas selalu dalam keadaan hening tanpa suara interaksi antarkelompok main
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Media lepasan (loose parts) dan provokasi visual ditata untuk memantik eksplorasi terbuka (open-ended play), mengembangkan imajinasi, kreasi tak terbatas, dan keterampilan berpikir kritis peserta didik.
SOAL NOMOR 12
Dua orang peserta didik di sentra balok tampak duduk berdampingan. Keduanya saling meminjamkan balok silinder dan sesekali bercakap-cakap tentang 'jembatan tol', namun bangunan balok yang didirikan masing-masing memiliki rancangan terpisah tanpa pembagian peran formal. Menurut teori tahapan bermain Parten, dinamika tersebut berada pada tahap...
A. Bermain soliter (solitary play)
B. Bermain paralel (parallel play)
C. Bermain asosiatif (associative play)
D. Bermain kooperatif (cooperative play)
E. Bermain tak bertujuan (unoccupied behavior)
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Bermain asosiatif dicirikan oleh keterlibatan dalam aktivitas serupa, saling meminjam alat/bahan dan mengobrol, namun belum ada pembagian peran terstruktur atau tujuan bersama seperti pada bermain kooperatif.
SOAL NOMOR 13
Ketika beberapa peserta didik sedang menuangkan air ke dalam corong dan pipa transparan di sentra bahan alam, timbul pertanyaan mengapa air mengalir deras ke bawah. Respon lisan Guru berupa pertanyaan terbuka (open-ended) yang memicu nalar kritis tingkat tinggi adalah...
A. Apakah air warnanya jernih atau keruh?
B. Siapakah yang menciptakan air di bumi ini?
C. Apa yang kira-kira akan terjadi jika ujung pipanya kita angkat lebih tinggi dari corongnya?
D. Coba sebutkan huruf pertama dari kata 'air'!
E. Bukankah guru kemarin sudah memberitahu bahwa air itu selalu turun?
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Pertanyaan pemantik terbuka 'Apa yang terjadi jika...' menantang peserta didik membuat hipotesis, menguji hubungan kausalitas fluida, dan melakukan penyelidikan mandiri secara mendalam.
SOAL NOMOR 14
Guru merencanakan aktivitas luar ruangan menggunakan media ranting pohon bercabang dan bebatuan kali beraneka ukuran. Pertimbangan keselamatan pedagogis (risk-benefit assessment) yang paling tepat diterapkan adalah...
A. Membatalkan seluruh kegiatan karena ranting dan batu sangat berbahaya dan pasti mencederai peserta didik
B. Menghilangkan semua ranting dan menggantinya dengan replika spons busa sintetis yang steril
C. Memeriksa kebersihan serta menumpulkan ujung tajam bahan alam, menyepakati aturan keamanan bersama, dan mengawasi secara suportif
D. Membiarkan peserta didik bereksplorasi tanpa pengawasan sama sekali demi menumbuhkan keberanian liar
E. Membungkus seluruh batu kali menggunakan lakban hitam tebal agar tidak menyentuh kulit peserta didik
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Bermain dengan media alam mengandung risiko edukatif terukur (managed risk). Pendidik memitigasi bahaya nyata (ujung tajam/kotoran berbahaya), menetapkan aturan main bersama peserta didik, dan melakukan pendampingan aktif.
SOAL NOMOR 15
Dalam setting bermain peran makro dengan tema 'Pasar Barokah', Guru hendak menanamkan nilai empati sosial dan kejujuran bermuamalah. Properti dan penataan lingkungan main yang paling mendukung terwujudnya tujuan tersebut adalah...
A. Kertas bertuliskan nominal harga yang rumit dan mesin kasir digital yang hanya boleh disentuh oleh guru
B. Timbangan gantung sederhana, keranjang belanja anyaman, replika sayuran dari kain perca, dan kotak infak kejujuran
C. Buku katalog perbankan cetak yang meminta peserta didik menghitung bunga pinjaman uang
D. Satu meja kasir tunggal di mana peserta didik hanya boleh berbaris diam menunggu giliran bayar
E. Layar televisi yang memutar video iklan transaksi pasar modern secara terus menerus sepanjang sesi
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Timbangan sederhana, bahan konkrit sayur kain perca, dan kotak infak menstimulasi interaksi peran jual-beli nyata, melatih kejujuran menimbang, serta membiasakan kepedulian berbagi zakat/infak sejak usia dini.
SOAL NOMOR 16
Ketika peserta didik sedang asyik menyusun menara balok yang miring, seorang Pendidik tiba-tiba datang dan langsung membongkar balok tersebut sambil berkata: 'Bukan begitu caranya, susunannya harus seperti ini biar tidak roboh!'. Ditinjau dari hakikat pembelajaran berbasis bermain, tindakan pendidik tersebut keliru karena...
A. Menara balok memang seharusnya dibiarkan jatuh berantakan tanpa ada pembenahan konsep keseimbangan
B. Pendidik telah merampas agensi belajar peserta didik untuk bereksplorasi, menemukan konsep stabilitas, dan belajar dari kesalahan
C. Bahan balok kayu tidak cocok digunakan untuk mengenalkan konsep arsitektur pada peserta didik usia dini
D. Pendidik seharusnya memberikan sanksi bagi peserta didik yang mendirikan bangunan balok miring
E. Kegiatan bermain balok tidak memiliki kaitan sama sekali dengan kecerdasan spasial peserta didik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Hakikat bermain adalah otonomi dan kebebasan bereksplorasi (learner agency). Mengambil alih proses karya menghambat peserta didik belajar memecahkan masalah dari kegagalan konstruksi secara alami.
SOAL NOMOR 17
Guru mengajak peserta didik mengeksplorasi pembuatan cat warna alami dari parutan rimpang kunyit dan perasan daun pandan. Rangkaian aktivitas berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics) yang terpadu secara runtut tampak pada kegiatan...
A. Menghafal nama-nama zat kimia yang terkandung dalam tanaman kunyit dari lembar ringkasan materi
B. Menumbuk daun pandan dengan cobek kayu kecil, mencampur takaran air sendok demi sendok, mengamati perubahan warna, lalu melukis kaligrafi sederhana
C. Menonton video cara pabrik mengemas pewarna tekstil tanpa melakukan manipulasi bahan alam secara langsung
D. Menempel stiker warna kuning dan hijau pabrikan pada pola gambar botol di buku tugas harian
E. Menyalin tulisan latin 'kunyit' sebanyak lima baris di buku tulis bergaris halus tanpa menyentuh rimpang aslinya
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Menumbuk (Engineering/alat), menakar air (Mathematics), mengamati perubahan warna larutan (Science), dan melukis (Art) mengintegrasikan STEAM secara holistik melalui bahan konkrit ramah lingkungan.
SOAL NOMOR 18
Setelah kegiatan main sentra selesai dan seluruh alat telah dirapikan bersama, Guru memandu sesi recalling (mengingat kembali). Cara memfasilitasi recalling yang menumbuhkan metakognisi peserta didik usia dini adalah...
A. Menanyakan satu per satu nilai tes yang didapatkan peserta didik selama kegiatan berlangsung
B. Mengundang peserta didik menceritakan pengalaman mainnya, kesulitan yang dialami, dan bagaimana cara mereka mengatasinya
C. Mendominasi pembicaraan dengan menceritakan kembali kehebatan guru saat menata mainan di pagi hari
D. Menyuruh seluruh peserta didik diam membisu dan mendengarkan pengumuman kepulangan
E. Mengabsen nama-nama peserta didik yang meninggalkan serpihan kertas di lantai kelas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Recalling bermakna melatih metakognisi dan bahasa ekspresif. Peserta didik diajak merefleksikan proses kreasinya, tantangan yang dihadapi, serta solusi yang berhasil ditemukan selama bermain.
SOAL NOMOR 19
Sebuah ruang kelas RA memiliki luas terbatas, namun Guru ingin menghadirkan lingkungan belajar yang fleksibel dan mendukung mobilitas mandiri peserta didik. Strategi penataan ruang kelas yang paling fungsional adalah...
A. Menaruh meja dan kursi berukuran besar secara berbaris menghadap papan tulis hingga memenuhi seluruh ruangan
B. Memanfaatkan partisi tembok semen permanen yang tinggi untuk menyekat setiap sudut sentra kegiatan
C. Menggunakan karpet busa tematik, rak rendah terbuka beroda yang mudah digeser, dan nampan bertanda simbol visual
D. Mengosongkan ruang kelas dari segala bentuk media main agar peserta didik tidak berlarian
E. Menaruh seluruh alat main di dalam lemari kaca terkunci rapat yang hanya boleh dibuka oleh guru
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Rak rendah terbuka dengan label visual memudahkan akses mandiri dan pemberesan (kemandirian), sementara pemakaian karpet dan rak beroda memberikan fleksibilitas penataan ruang sesuai tema harian.
SOAL NOMOR 20
Dalam mengenalkan kearifan lokal nusantara yang sarat muatan fisik-motorik dan kebersamaan, Guru memilih permainan tradisional 'Gobak Sodor / Bentengan' yang dimodifikasi. Nilai karakter mulia yang terbangun paling dominan saat peserta didik memainkan permainan tersebut secara berkelompok adalah...
A. Kecenderungan bersaing secara individualistik demi menjadi juara tunggal di kelas
B. Kerja sama tim, kepatuhan pada kesepakatan garis batas, kewaspadaan gerak, dan sikap ksatria menghargai kawan
C. Ketergantungan penuh pada instruksi guru setiap kali melangkahkan kaki di lapangan
D. Sikap meremehkan kelompok kawan yang tidak berhasil melewati garis penjagaan
E. Keengganan bergerak karena takut pakaian seragam menjadi kotor terkena debu
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Permainan tradisional berkelompok menumbuhkan koordinasi motorik kasar, kelincahan visual-spasial, sportivitas, komunikasi antarteman, serta kepatuhan pada aturan main yang disepakati.
SOAL NOMOR 21
Perhatikan petikan catatan observasi guru berikut:
'Fulan tampak malas sekali hari ini, ia tidak mau berbagi pensil warna dan bersikap nakal kepada teman sebangkunya.'
Ditinjau dari kaidah asesmen autentik catatan anekdot objektif, catatan tersebut perlu diperbaiki karena...
A. Terlalu panjang dan memuat istilah psikologis yang sangat mendalam
B. Memuat pelabelan subjektif (malas, nakal) serta tidak mendeskripsikan fakta perilaku yang dapat diamati secara terukur
C. Tidak menyertakan tanda tangan kepala madrasah dan stempel resmi madrasah
D. Hanya mencatat kegagalan peserta didik tanpa memberikan sanksi fisik secara tertulis
E. Sudah sangat tepat dan objektif sehingga tidak memerlukan penyuntingan kalimat
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Catatan anekdot wajib bebas dari pelabelan subjektif (seperti 'malas', 'nakal'). Pendidik harus menuliskan fakta konkret: apa yang diucapkan, dilakukan, durasi kejadian, dan konteks situasinya secara netral.
SOAL NOMOR 22
Guru mendokumentasikan hasil karya melukis seorang peserta didik selama tiga bulan berturut-turut. Pada bulan pertama tampak goresan acak (scribbling), bulan kedua mulai muncul bentuk lingkaran tertutup dengan garis kepala-kaki (tadpole figure), dan bulan ketiga terdapat gambar manusia utuh berbusana muslim lengkap dengan matahari dan pepohonan. Analisis perkembangan yang paling valid dari data portofolio tersebut adalah...
A. Peserta didik mengalami regresi imajinasi karena menggambar objek yang terlalu banyak
B. Telah terjadi kemajuan bertahap dari tahap coretan tak beraturan menuju tahap prabagan yang matang serta persepsi ruang yang kaya
C. Peserta didik memerlukan bimbingan khusus karena seharusnya sudah mampu melukis realis tiga dimensi
D. Kemampuan motorik halus peserta didik stagnan karena masih menggunakan media kuas dan kertas yang sama
E. Gambar tersebut membuktikan bahwa peserta didik mengalami keterlambatan dalam perkembangan konsep bentuk
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Perjalanan dari scribbling ke tadpole figure hingga representasi detail menunjukkan lompatan perkembangan tipikal peserta didik usia dini dari manipulasi acak ke simbolisasi visual prabagan (schematic stage) yang kaya makna.
SOAL NOMOR 23
Dalam tujuan pembelajaran: 'Peserta didik mampu melakukan praktik wudhu secara mandiri dan tertib', rumusan indikator ketercapaian perilaku teramati (observable behavior) pada instrumen ceklis asesmen yang paling tepat adalah...
A. Memahami hakikat kesucian batiniah saat air wudhu mengalir ke seluruh persendian tubuh
B. Mampu membasuh muka, kedua tangan hingga siku, mengusap sebagian kepala, dan membasuh kedua kaki secara berurutan tanpa diingatkan
C. Mendapatkan nilai angka sepuluh pada lembar kerja mewarnai urutan rukun wudhu
D. Menghafal kitab fiqih bab bersuci dengan intonasi yang keras dan lantang di depan kelas
E. Menunjukkan ekspresi wajah yang sangat khusyuk ketika mendengarkan penjelasan guru tentang wudhu
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Indikator pada ceklis asesmen autentik harus berupa perilaku yang tampak (observable), terukur, dan operasional, seperti membasuh anggota wudhu secara berurutan dan mandiri.
SOAL NOMOR 24
Selama dua minggu pelaksanaan projek menanam biji kacang hijau, Guru mengambil foto berseri setiap tiga hari sekali yang menangkap ekspresi rasa takjub peserta didik, cara mereka mengukur tunas dengan jengkal jari, dan mencatat pertumbuhan dengan simbol titik air. Pemanfaatan foto berseri tersebut dalam asesmen autentik berfungsi sebagai...
A. Bahan pajangan semata untuk menghias dinding koridor madrasah agar terlihat indah oleh tim akreditasi
B. Dokumentasi naratif yang memperlihatkan rekam jejak penalaran saintifik, ketekunan, dan rasa syukur peserta didik sepanjang waktu
C. Bukti untuk menghukum peserta didik yang biji kecambahnya layu atau tidak tumbuh subur
D. Alat promosi komersial madrasah di media sosial tanpa mempertimbangkan privasi peserta didik
E. Pengganti rapor resmi sehingga guru tidak perlu lagi menuliskan narasi perkembangan di akhir semester
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Foto berseri (running records/learning stories) menangkap dinamika proses belajar (inquiry, kegigihan, pemecahan masalah) dari waktu ke waktu, menjadikannya data autentik pertumbuhan kompetensi peserta didik.
SOAL NOMOR 25
Praktik pemberian lembar kerja peserta didik (LKS) berupa tes tertulis pilihan ganda dan menjodohkan garis setiap hari di kelas RA dikritik keras oleh pakar PAUD dan kurikulum madrasah. Alasan ilmiah mendasar mengapa asesmen paper-and-pencil test tidak cocok bagi peserta didik usia dini adalah...
A. Harga kertas dan biaya fotokopi lembar soal ujian terlalu membebani kas operasional madrasah
B. peserta didik usia dini berpikir secara simbolis konkrit melalui raga dan indra, sehingga tes tertulis mereduksi keutuhan potensi dan memicu stres mental
C. Guru madrasah belum memiliki keterampilan yang memadai untuk membuat kunci jawaban pilihan ganda
D. Peserta didik usia dini belum bisa diajak berkomunikasi secara lisan dengan orang dewasa
E. Pemerintah melarang segala bentuk evaluasi pembelajaran di seluruh jenjang pendidikan dasar
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Secara neurosains dan perkembangan kognitif Piagetian, peserta didik usia dini berada pada tahap pra-operasional konkrit. Tes kertas-pensil tidak mencerminkan kapabilitas utuh dan bertentangan dengan prinsip asesmen autentik natural.
SOAL NOMOR 26
Melihat seorang peserta didik berinisiatif mengembalikan balok-balok kayu ke rak sesuai bentuk dan warnanya tanpa disuruh, Guru ingin memberikan umpan balik penguatan proses (process praise). Kalimat apresiasi yang paling mendidik adalah...
A. 'Kamu memang peserta didik paling pintar dan paling hebat di seluruh kelas ini!'
B. 'Terima kasih telah merapikan balok sesuai bentuknya. Usahamu membuat ruangan kita menjadi rapi dan aman untuk kawan-kawan.'
C. 'Ibu guru akan memberikan bintang lima di dahimu karena kamu tidak membuat pusing guru hari ini.'
D. 'Bagus, kalau kamu rajin begini nanti ibu belikan hadiah boneka yang mahal saat pulang sekolah.'
E. 'Nah, coba teman-teman yang lain lihat, kalian harus malu kalau tidak bisa seperti dia!'
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Praise on process fokus pada usaha, tindakan nyata, dan dampak positif perilakunya bagi komunitas, bukan memberi label umum kepintaran atau pujian materialistis yang memicu ketergantungan ekstrinsik.
SOAL NOMOR 27
Dalam menyusun Laporan Capaian Pembelajaran (Rapor Narasi) di RA, Guru mendapati seorang peserta didik masih belum lancar memegang sendok dan sering menumpahkan bekal makannya. Redaksi narasi rapor yang humanis, akurat, dan memotivasi orang tua adalah...
A. 'Peserta didik sangat ceroboh saat makan, otot motorik tangannya sangat kaku dan sering mengotori meja kelas.'
B. 'Ananda menunjukkan kemandirian saat membuka kotak bekalnya. Dalam mengoordinasikan sendok makan, ananda sedang berkembang dan memerlukan latihan pembiasaan bersama di rumah.'
C. 'Ananda belum tuntas pada kompetensi motorik halus makan sendiri dan berada di bawah rata-rata kelas.'
D. 'Mohon orang tua menyuapi ananda di rumah saja karena selalu merepotkan guru saat jam istirahat madrasah.'
E. 'Capaian aspek fisik-motorik ananda dinilai gagal karena belum memenuhi standar kriteria ketuntasan minimal.'
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Narasi rapor autentik wajib mengedepankan kekuatan peserta didik terlebih dahulu (strengths-based approach), mendeskripsikan area yang sedang berproses (emerging), serta memberikan saran kemitraan yang positif dengan orang tua.
SOAL NOMOR 28
Pada akhir sesi unjuk karya seni, Guru menyediakan cermin kecil dan tiga kartu ekspresi wajah (senang, biasa, butuh bantuan). Guru memfasilitasi refleksi diri (self-reflection) bagi peserta didik dengan cara menanyakan...
A. Berapa harga cat air yang dibelikan oleh orang tua kalian di toko perlengkapan?
B. Bagaimana perasaanmu saat membuat lukisan ini, dan bagian mana yang paling ingin kamu ceritakan kepada teman?
C. Siapakah di antara kalian yang merasa karyanya paling jelek dan pantas dibuang ke tempat sampah?
D. Apakah kalian tahu berapa nilai angka rapor yang pantas guru berikan untuk gambar tersebut?
E. Mengapa kalian tidak bisa melukis pemandangan gunung kembar seperti contoh di papan tulis?
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Refleksi diri peserta didik usia dini difasilitasi dengan bahasa perasaan dan pengalaman personal: mengekspresikan emosi terhadap karyanya serta mengidentifikasi bagian yang membuatnya bangga atau tertantang.
SOAL NOMOR 29
Saat pembagian laporan perkembangan pertengahan tahun, seorang wali peserta didik memprotes mengapa anaknya belum diajari membaca lancar dengan kartu kata drill layaknya bimbingan belajar privat. Pendekatan komunikasi persuasif Guru berbasis asesmen autentik dilakukan melalui...
A. Menunjukkan tumpukan portofolio karya, foto keterlibatan projek, kemampuan nalar lisan, dan buku cerita yang sering diceritakan kembali oleh peserta didik secara runut
B. Menantang balik wali peserta didik tersebut untuk mengajar sendiri di dalam kelas jika tidak setuju dengan sistem madrasah
C. Meminta maaf sebesar-besarnya dan langsung membagikan LKS membaca kata tanpa makna kepada seluruh kelas esok harinya
D. Menyarankan wali peserta didik tersebut memindahkan putranya ke sekolah lain yang menganut sistem pengeboran bacaan kaku
E. Mengabaikan komplain orang tua dan langsung menutup forum pertemuan secara sepihak
Jawaban Benar: A
Pembahasan: Portofolio karya, catatan observasi narasi, dan rekaman tuturan peserta didik membuktikan bahwa pemahaman literasi menyeluruh (fonik, pemahaman makna, cinta buku) telah bertumbuh kuat melebihi sekadar membaca mekanis.
SOAL NOMOR 30
Berdasarkan rekapitulasi asesmen formatif selama sebulan pertama, Guru menemukan fenomena bahwa sebagian besar peserta didik sering berebut mainan di sentra pembangunan dan belum mengenal konsep bergantian. Tindak lanjut kurikuler yang paling tepat dirancang Guru pada modul ajar berikutnya adalah...
A. Menghilangkan sentra pembangunan dari jadwal mingguan madrasah sampai akhir semester
B. Menyusun tema bermakna tentang 'Indahnya Berbagi dan Bekerja Sama' yang memuat invitasi main balok berpasangan dengan aturan timer pasir
C. Memberikan hukuman duduk di sudut kelas bagi setiap peserta didik yang memegang mainan lebih dari lima menit
D. Membeli mainan balok dalam jumlah ribuan agar masing-masing peserta didik bermain sendiri tanpa perlu berinteraksi
E. Meminta orang tua membelikan mainan yang sama untuk dibawa ke madrasah setiap hari
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Data asesmen formatif menjadi pijakan utama perencanaan pembelajaran (data-driven instruction). Masalah sosial diintervensi melalui rancangan pembelajaran kontekstual yang melatih negosiasi dan berbagi.
SOAL NOMOR 31
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) KMA 1503 Tahun 2025 menekankan transformasi atmosfer madrasah dari iklim hierarkis kaku menuju iklim cinta kasih (mahabbah). Cerminan perilaku pendidik yang paling mewakili paradigma ini di kelas RA adalah...
A. Menjaga jarak dingin dan selalu bersikap ketus agar peserta didik menaruh rasa segan dan takut kepada guru
B. Menyambut kehadiran peserta didik dengan senyum hangat, sapaan kasih, merangkul emosi, dan mendengarkan celoteh mereka dengan penuh perhatian
C. Membiarkan peserta didik melakukan apa saja tanpa batasan aturan moral karena cinta diartikan sebagai kebebasan mutlak
D. Memberikan hadiah uang tunai kepada peserta didik yang mampu duduk diam mematung tanpa bersuara
E. Menyerahkan seluruh pengelolaan kelas kepada tenaga kebersihan agar guru tidak merasa lelah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Paradigma KBC KMA 1503/2025 memosisikan guru sebagai figur kasih sayang (ar-rahmah). Welas asih diwujudkan melalui kehadiran utuh (mindful presence), sapaan hangat, dan penerimaan tanpa syarat terhadap pribadi peserta didik.
SOAL NOMOR 32
Konsep 'Nilai Kerapatan Madrasah' dalam KMA 1503 Tahun 2025 menuntut kelekatan relasional antara madrasah, orang tua, dan ekosistem sosial sekitar. Wujud nyata sinergi kerapatan madrasah yang paling harmonis pada jenjang RA tampak pada program...
A. Penarikan sumbangan wajib pembangunan gedung tanpa melalui musyawarah komite madrasah
B. Pelibatan orang tua sebagai narasumber profesi/keahlian dalam kelas inspirasi dan forum diskusi tumbuh kembang berkala
C. Penutupan akses gerbang madrasah secara ketat sehingga orang tua tidak boleh mengetahui aktivitas di dalam kelas
D. Penyerahan tanggung jawab pendidikan moral keagamaan peserta didik seutuhnya kepada guru di madrasah tanpa keterlibatan rumah
E. Pemberian pekerjaan rumah yang rumit setiap malam agar orang tua menggantikan peran guru mengajar calistung
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kerapatan madrasah merefleksikan kohesi sosial tripusat pendidikan. Melibatkan orang tua dalam kelas inspirasi dan diskusi parenting memperkokoh ekosistem pendukung pertumbuhan peserta didik secara selaras.
SOAL NOMOR 33
Pendidik mendapati jadwal harian di RA sangat padat oleh hafalan surat pendek, doa, kosakata bahasa asing, dan penulisan huruf Arab sambung sehingga peserta didik tampak lesu, mudah menangis, dan kehilangan keceriaan belajar. Langkah evaluasi jadwal yang berorientasi pada well-being peserta didik adalah...
A. Menambah durasi hafalan menjadi dua jam penuh agar peserta didik lebih cepat terbiasa dengan beban akademik
B. Meredesain jadwal dengan menyisipkan jeda mindfulness rileksasi napas, permainan motorik ceria, serta integrasi hafalan lewat nasyid bermain
C. Menghapus seluruh muatan keagamaan dan menggantinya dengan menonton animasi komersial di gawai pintar
D. Memarahi peserta didik yang tampak lesu karena dianggap tidak memiliki semangat juang tholabul ilmi
E. Mempercepat jam kepulangan menjadi jam delapan pagi tanpa ada kegiatan pembelajaran terstruktur
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Well-being peserta didik dalam KBC menjamin keseimbangan fisik, mental, dan emosi. Mengintegrasikan mindfulness, istirahat aktif, dan metode bermain dalam menanamkan nilai agama menghidupkan kecintaan belajar (hubb al-ilm).
SOAL NOMOR 34
Dalam menyusun Modul Ajar RA sesuai semangat KMA 1503 Tahun 2025, Guru tidak lagi dibebani oleh format administrasi puluhan lembar yang kaku, melainkan dokumen yang berfokus pada esensi pembelajaran bermakna. Ciri utama modul ajar yang mencerminkan Kurikulum Berbasis Cinta adalah...
A. Memuat tabel target angka ketercapaian kognitif yang seragam untuk seluruh peserta didik tanpa toleransi variasi
B. Memiliki fleksibilitas rancangan pengalaman belajar, peka terhadap kebutuhan afeksi peserta didik, serta kaya pilihan invitasi bermain
C. Hanya berupa salinan utuh (copy-paste) dari dokumen modul ajar madrasah percontohan di ibu kota provinsi
D. Wajib mencantumkan kisi-kisi soal ujian akhir semester sebanyak seratus butir pilihan ganda
E. Menghilangkan komponen tujuan pembelajaran dan langsung melompat pada evaluasi sanksi kedisiplinan
Jawaban Benar: B
Pembahasan: KBC KMA 1503/2025 memerdekakan guru dari belenggu administratif superfisial. Modul ajar dirancang adaptif, humanis, fokus pada pengalaman belajar yang menumbuhkan cinta, empati, dan otonomi berpikir peserta didik.
SOAL NOMOR 35
Seorang peserta didik di RA melempar balok kayu ke arah cermin sentra karena merasa kesal menaranya tersenggol oleh kawan yang sedang melintas. Penerapan disiplin positif (positive discipline) bernafaskan kasih sayang yang dilakukan Guru adalah...
A. Menjewer telinga peserta didik tersebut di hadapan kawan-kawannya agar ia merasakan efek jera
B. Mengamankan situasi, menenangkan gejolak amarah peserta didik, mengajak bicara dari hati ke hati tentang cara meluapkan rasa kesal, dan membimbingnya memperbaiki tatanan balok bersama kawan
C. Memasukkan peserta didik ke dalam gudang madrasah yang gelap selama sepuluh menit
D. Menyuruh seluruh peserta didik di kelas untuk menyoraki dan menjauhi peserta didik yang melempar balok
E. Mendiamkan perilaku tersebut tanpa teguran karena menganggap melempar benda adalah ekspresi fitrah peserta didik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Disiplin positif KBC membedakan antara tindakan salah dan harga diri peserta didik. Guru hadir meredakan badai emosi, membangun kesadaran konsekuensi logis, serta memfasilitasi restitusi hubungan secara damai.
SOAL NOMOR 36
Guru mengajak peserta didik memunguti sampah daun dan menyiram tanaman bunga di halaman madrasah sambil bersenandung tentang keagungan Allah yang meniupkan kehidupan pada tumbuhan. Nilai kerapatan dan cinta semesta (hubb al-khalq) yang sedang ditumbuhkan oleh Pendidik adalah...
A. Menggantikan tugas petugas kebersihan madrasah agar biaya operasional sekolah dapat dipangkas
B. Menanamkan kesadaran ekoteologis bahwa mencintai lingkungan dan makhluk hidup merupakan perwujudan cinta kepada Sang Maha Pencipta
C. Menjadikan aktivitas fisik luar ruangan sebagai hukuman bagi peserta didik yang datang terlambat
D. Melatih ketahanan fisik peserta didik di bawah terik matahari demi persiapan lomba baris-berbaris
E. Memaksa peserta didik mengoleksi tanaman hias langka untuk dijual kembali dalam bazar madrasah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Spiritualitas ekologis dalam KBC menanamkan keterhubungan kosmis (hubb al-khalq): menyayangi tumbuhan, hewan, dan alam semesta sebagai manifestasi rasa cinta dan syukur kepada Allah SWT (Rahmatan lil 'Alamin).
SOAL NOMOR 37
Dalam penyusunan Kurikulum Operasional Madrasah (KOM) di jenjang RA, tim pengembang kurikulum mencantumkan misi: 'Mewujudkan ekosistem madrasah yang ramah, menghargai keberagaman fitrah, dan melandaskan seluruh interaksi pada nilai ar-Rahman'. Indikator keterlaksanaan misi tersebut dalam keseharian adalah...
A. Mengeluarkan peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus karena dianggap menurunkan mutu akreditasi madrasah
B. Seluruh pendidik dan tenaga kependidikan bertutur kata santun, nir-kekerasan verbal/fisik, dan merangkul keunikan setiap peserta didik secara inklusif
C. Menerapkan sistem perankingan kelas juara umum untuk memicu persaingan ketat antarsiswa sejak kelompok A
D. Melarang peserta didik berekspresi secara bebas di sentra bermain agar lantai kelas selalu mengilap
E. Membatasi komunikasi dengan wali peserta didik hanya melalui surat edaran penagihan iuran bulanan
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Internalisasi nilai ar-Rahman (welas asih) mewujud dalam atmosfer madrasah inklusif: tutur kata lembut, nir-kekerasan, tidak ada perundungan, dan penghormatan penuh terhadap fitrah keberagaman potensi peserta didik.
SOAL NOMOR 38
Seorang peserta didik tampak ragu-ragu dan gemetar saat diminta memilih balok kayu di sentra karena takut pilihannya salah dan dimarahi oleh orang dewasa. Kalimat afirmasi yang paling mencerminkan prinsip keselamatan psikologis (psychological safety) dalam KBC adalah...
A. 'Kenapa kamu lama sekali? Jangan buang-buang waktu kawan-kawanmu yang lain!'
B. 'Di kelas kita tidak ada ide yang salah, sayang. Ambillah balok mana pun yang kamu suka, kita akan bereksplorasi bersama-sama.'
C. 'Kalau kamu penakut seperti ini, kamu tidak akan pernah bisa menjadi peserta didik yang pintar.'
D. 'Ayo cepat ambil yang warna merah, jangan ambil yang lain karena guru tidak suka!'
E. 'Biarkan saja dia, kita tinggalkan dia bermain sendiri di pojok ruangan.'
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Psychological safety dibangun ketika peserta didik meyakini bahwa kelas adalah tempat yang aman untuk mencoba, berbuat keliru, dan berekspresi tanpa takut dihakimi, dihukum, atau dipermalukan.
SOAL NOMOR 39
Seorang pendidik menolak menegur peserta didik yang memukul rekannya dengan alasan: 'Dalam Kurikulum Berbasis Cinta, kita tidak boleh melarang peserta didik dan harus mencintai apapun perilakunya tanpa aturan pembatas'. Kekeliruan konseptual yang terjadi pada pendidik tersebut adalah...
A. Pendidik tersebut sudah sangat benar dalam menerapkan prinsip kebebasan fitrah peserta didik usia dini
B. Menyamakan konsep cinta kasih dengan pola pengasuhan serba membiarkan (over-permissive/laissez-faire) yang merusak batasan moral dan rasa aman peserta didik
C. Kurikulum Berbasis Cinta sebenarnya mengharuskan hukuman fisik yang berat agar peserta didik disiplin
D. Pendidik seharusnya melaporkan kasus pemukulan tersebut kepada pihak aparat kepolisian setempat
E. Memukul kawan sebaya adalah bagian dari capaian pembelajaran motorik kasar yang sah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Cinta sejati dalam KBC mencakup perlindungan, ketegasan batasan (firmness), dan pembimbingan adab. Membiarkan perilaku kekerasan adalah bentuk pengabaian (neglect/permissive) yang merugikan keselamatan peserta didik lain.
SOAL NOMOR 40
Madrasah menginisiasi program paguyuban 'Ayah Hebat Madrasah' yang mengundang para ayah peserta didik untuk mendampingi putra-putrinya membaca buku dongeng di pojok baca setiap hari Sabtu pagi. Program ini mencerminkan implementasi KBC KMA 1503/2025 dalam hal...
A. Membebankan pekerjaan mengajar literasi kepada pihak keluarga tanpa peran aktif guru
B. Menguatkan ikatan kelekatan emosional ayah-peserta didik (fathering) dan memperkokoh pilar kerapatan madrasah dengan keluarga
C. Menggalang donasi pembelian buku cerita dari kalangan wali peserta didik yang berpenghasilan tinggi
D. Mengurangi jam kerja guru madrasah pada akhir pekan sehingga guru bisa libur lebih awal
E. Menyeleksi peserta didik yang memiliki keluarga utuh untuk diprioritaskan dalam program beasiswa
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kerapatan madrasah dalam KBC memandang pengasuhan sebagai tanggung jawab bersama. Pelibatan figur ayah (fathering involvement) menghadirkan kelekatan emosional yang kokoh bagi kesehatan jiwa dan kecerdasan peserta didik.
SOAL NOMOR 41
Cermati ayat Al-Qur'an berikut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Dalam menanamkan nilai agama dan moral sejak dini berdasarkan inspirasi ayat di atas, strategi pembiasaan ibadah praktis shalat dhuha di RA yang paling bermakna batiniah adalah...
A. Memarahi dan mencubit kaki peserta didik yang gerakannya tidak sinkron dengan irama imam
B. Menghadirkan suasana shalat yang tenang, membimbing bacaan dengan kelembutan suara, serta memaknai sujud sebagai wujud sayang dan patuh kepada Allah
C. Menjadikan hafalan bacaan shalat sebagai satu-satunya kriteria kenaikan ke jenjang madrasah ibtidaiyah
D. Membatasi durasi shalat maksimal satu menit agar peserta didik tidak mengeluh capek
E. Memberikan vonis berdosa bagi peserta didik usia dini yang sesekali tersenyum saat shalat berjamaah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Penanaman nilai agama pada peserta didik usia dini dilakukan melalui pembiasaan yang menggetarkan rasa cinta, kelembutan teladan (qudwah hasanah), dan keindahan ibadah, bukan doktrinasi ketakutan atau sanksi fisik.
SOAL NOMOR 42
Pendidik menyusun lintasan rintangan motorik kasar di halaman RA berupa: melompat di dalam lingkaran ban karet, merangkak di bawah terowongan kain, meniti balok kayu selebar 15 cm, dan mendarat di matras empuk. Aspek fondasi perkembangan fisik yang distimulasi secara terintegrasi pada kegiatan tersebut adalah...
A. Kekuatan jari jemari pra-menulis dan koordinasi mata-tangan sempit
B. Keseimbangan dinamis (vestibular), kesadaran posisi tubuh (proprioseptif), koordinasi bilateral, dan kekuatan otot besar
C. Kemampuan membaca simbolik fonetik angka dan huruf secara visual
D. Kecerdasan intrapersonal dalam menyendiri di tempat yang sepi
E. Daya ingat jangka pendek terhadap rumus matematika abstrak
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Obstacle course melatih sistem sensorik dasar: sistem vestibular (keseimbangan di balok titian), proprioseptif (kesadaran sendi/otot saat merangkak dan melompat), serta kekuatan motorik kasar penopang postur tubuh.
SOAL NOMOR 43
Di sentra persiapan, Guru menyediakan biji saga merah, cangkang kerang putih, dan kerikil abu-abu. Pendidik mencontohkan susunan baris: kerang - kerikil - kerang - kerikil, lalu menanyakan objek apa berikutnya yang harus diletakkan. Keterampilan fondasi kognitif pra-matematika yang sedang diasah pada kegiatan ini adalah...
A. Penjumlahan pecahan campuran bersusun
B. Pengenalan dan pelanjutan pola berulang (patterning/seriasi ab-ab)
C. Pengukuran sudut lancip dan tumpul menggunakan busur derajat
D. Penghafalan tabel perkalian angka sembilan
E. Analisis statistik data frekuensi berbobot
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Mengenali dan memperpanjang pola berulang (patterning ab-ab) merupakan fondasi penalaran aljabar dan pra-matematika esensial yang menghubungkan keteraturan visual dan logika urutan matematis.
SOAL NOMOR 44
Sewaktu membacakan buku cerita bergambar bertema 'Kisah Semut yang Pandai Bersyukur' (metode Interactive Read Aloud), Guru berhenti sejenak pada halaman di mana awan mendung mulai gelap dan bertanya: 'Wah, langitnya mulai menghitam, kira-kira apa yang akan dilakukan semut-semut kecil ini ya?'. Tujuan teknik interupsi interaktif ini adalah...
A. Menguji apakah peserta didik hafal seluruh huruf abjad dari judul buku tersebut
B. Menstimulasi keterampilan bernalar kritis, memprediksi alur cerita (predicting), dan memperkaya perbendaharaan kosakata reseptif
C. Mengalihkan perhatian peserta didik agar mereka tidak melihat ilustrasi gambar di dalam buku
D. Mempercepat waktu mendongeng agar guru bisa segera mengerjakan tugas dinas madrasah
E. Memaksa peserta didik menyimpulkan kesalahan tata bahasa dari pengarang buku fiksi tersebut
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Interactive read aloud dengan pertanyaan prediksi mendorong peserta didik menghubungkan petunjuk visual/tekstual dengan skema pengetahuannya, memicu nalar tingkat tinggi, serta pemahaman bacaan yang mendalam.
SOAL NOMOR 45
Dua peserta didik saling tarik-menarik sebuah gerobak kayu kecil di halaman sentra dan keduanya mulai berteriak kencang: 'Ini punyaku! Aku yang pegang duluan!'. Pendekatan resolusi konflik restoratif yang seharusnya difasilitasi oleh Guru adalah...
A. Merampas gerobak kayu tersebut lalu menguncinya di gudang agar keduanya sama-sama tidak bisa bermain
B. Menghukum peserta didik yang bersuara paling keras dengan melarangnya istirahat selama tiga hari
C. Menghampiri keduanya, meredakan ketegangan, mengajak duduk bersama untuk mendengarkan sudut pandang masing-masing, lalu memandu mereka menemukan solusi kesepakatan giliran
D. Meminta peserta didik yang bertubuh lebih kecil mengalah demi menjaga perasaan temannya
E. Membiarkan perkelahian berlanjut agar mereka belajar hukum rimba secara alami
Jawaban Benar: C
Pembahasan: Fasilitasi resolusi konflik melatih fondasi sosial-emosional: mengenali hak orang lain, mengartikulasikan kebutuhan tanpa kekerasan, dan menyepakati jalan tengah (problem-solving negosiasi damai).
SOAL NOMOR 46
Dalam sesi eksplorasi seni dan kreativitas, Pendidik memutar musik instrumental rebana nusantara bertempo ceria. Pendidik membagikan selendang kain warna-warni dan mengajak peserta didik bergerak bebas mengikuti irama musik. Manfaat stimulasi tersebut bagi perkembangan seni peserta didik usia dini adalah...
A. Mencetak seluruh peserta didik menjadi penari profesional yang hafal koreografi baku panggung
B. Mengasah kepekaan ritmis, kinestetik estetik, serta kebebasan mengekspresikan imajinasi melalui gerakan tubuh secara gembira
C. Mengurangi energi berlebih peserta didik agar mereka kelelahan dan tertidur pulas di dalam kelas
D. Menilai peserta didik yang memiliki kelenturan tubuh kaku untuk diberikan skor rapor merah
E. Menggantikan seluruh mata pelajaran sains dan matematika dengan latihan tari setiap hari
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Eksplorasi seni gerak dan musik pada peserta didik usia dini bertujuan mengembangkan sensitivitas ritmik, ekspresi emosi katarsis, apresiasi keindahan nada, serta koordinasi tubuh secara bahagia tanpa belenggu koreografi kaku.
SOAL NOMOR 47
Sebelum mengajarkan peserta didik memegang pensil untuk menulis abjad, Guru merancang aktivitas di sentra bahan alam: meremas adonan tepung (playdough), menjepit biji kenari dengan capitan kue berbahan kayu, dan merobek daun kering menjadi potongan kecil. Rasional pedagogis dari kegiatan ini adalah...
A. Sekadar mengisi waktu luang karena madrasah kehabisan stok buku tulis kotak
B. Mengembangkan kekuatan otot intrinsik telapak tangan, kelenturan pergelangan, dan genggaman jemari (pincer grasp) sebagai fondasi pra-menulis yang aman
C. Menghindari penggunaan alat tulis modern yang dianggap bertentangan dengan kurikulum madrasah
D. Melatih peserta didik menjadi juru masak profesional sejak masa kanak-kanak
E. Menghukum peserta didik yang belum bisa menulis dengan pekerjaan kasar di kelas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kesiapan menulis (pre-writing skills) bertumpu pada kematangan motorik halus: kekuatan otot telapak tangan (intrinsic muscles) dan genggaman tiga jari (pincer grasp) yang distimulasi optimal melalui media manipulatif.
SOAL NOMOR 48
Ketika melantunkan syair bertema keagamaan: 'Bulan terang benderang, hatiku riang senang', Guru mengajak peserta didik bertepuk tangan pada kata 'terang' dan 'senang' lalu menanyakan kesamaan bunyi akhirnya. Stimulasi fondasi kebahasaan yang sedang dikembangkan adalah...
A. Kemampuan tata bahasa morfologi bahasa Arab tingkat lanjut
B. Kesadaran fonologis (phonological awareness) berupa kepekaan mengenali rima dan pola bunyi bahasa
C. Kecepatan membaca cepat teks eksposisi tanpa intonasi suara
D. Keterampilan menerjemahkan syair nusantara ke dalam aksara kuno
E. Kapasitas meniru gaya bicara orang dewasa secara mekanis
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Kesadaran fonologis adalah fondasi utama literasi membaca dini. Mengenali rima akhir yang berbunyi serupa mengasah kepekaan auditori peserta didik membedakan bunyi-bunyi fonem dalam kata.
SOAL NOMOR 49
Di bak air sentra sains, peserta didik memasukkan spons kering, batu kerikil, dan daun mangga. Peserta didik terkejut melihat spons mula-mula terapung lalu perlahan tenggelam setelah menyerap banyak air. Bimbingan penyelidikan saintifik yang paling tepat dilontarkan Pendidik adalah...
A. 'Sudah, jangan basah-basahan! Cepat keluarkan tanganmu dari air!'
B. 'Mengapa menurutmu spons itu mula-mula ada di atas air lalu bisa turun ke dasar bak? Apa yang masuk ke dalamnya?'
C. 'Hafalkan rumus massa jenis air sekarang juga agar kamu tahu hukum Archimedes!'
D. 'Batu itu berat makanya tenggelam, titik. Tidak usah bertanya lagi.'
E. 'Jangan bermain air, nanti baju seragammu basah dan ibu guru yang dimarahi orang tuamu!'
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Pendekatan inkuiri memandu peserta didik mengamati perubahan fisis, mengidentifikasi faktor penyebab (penyerapan air yang menambah bobot), dan menyimpulkan hubungan kausalitas sederhana melalui dialog interaktif.
SOAL NOMOR 50
Dalam subtema 'Tubuhku Karunia Allah yang Sempurna', Guru menyediakan cermin besar dan meminta peserta didik mengamati mata, telinga, hidung, dan mulut mereka sambil berbisik: 'Alhamdulillah, terima kasih ya Allah telah memberiku mata untuk melihat bunga yang indah'. Pembelajaran ini memperkokoh fondasi perkembangan berupa...
A. Kesombongan raga karena merasa memiliki bentuk fisik yang paling rupawan dibanding kawan lain
B. Konsep diri positif, kesadaran citra raga (body image), dan internalisasi rasa syukur spiritual sejak usia dini
C. Kecemasan terhadap bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan model iklan televisi
D. Pengetahuan mendalam tentang anatomi bedah organ dalam manusia
E. Ketergantungan pada cermin untuk bersolek sepanjang waktu pembelajaran
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Mengenali anggota tubuh seraya mengaitkannya dengan fungsi kebaikan dan rasa syukur menumbuhkan citra tubuh positif (positive body image), kesadaran diri (self-awareness), dan pondasi keimanan yang kokoh.
SOAL NOMOR 51
Di taman bermain madrasah, hanya tersedia dua unit ayunan sementara ada enam peserta didik yang ingin memainkannya secara bersamaan. Pendidik mengajak mereka berdialog dan menggunakan jam pasir mini berdurasi tiga menit sebagai penanda waktu giliran bergantian. Penerapan nilai moderasi beragama tawasuth (moderat/tengah-tengah) yang tercermin pada situasi tersebut adalah...
A. Memberikan ayunan kepada peserta didik yang paling berani berteriak menangis
B. Mengelola hak dan keinginan individu secara seimbang dan proporsional demi kemaslahatan bersama tanpa ada pihak yang dirugikan
C. Menjual ayunan tersebut agar tidak menimbulkan pertengkaran antarsiswa di madrasah
D. Membiarkan peserta didik pertama bermain sepuasnya sampai ia merasa bosan sendiri
E. Menghukum seluruh peserta didik yang ingin berayun karena dianggap memicu keributan
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Tawasuth bermakna mengambil jalan tengah yang berkeadilan, seimbang (tawazun), dan proporsional. Kesepakatan giliran dengan timer pasir mengajarkan pengendalian ego diri dan penghormatan hak sesama.
SOAL NOMOR 52
Pada peringatan Hari Santri dan Budaya Nusantara di RA, para peserta didik mengenakan aneka busana adat dari berbagai provinsi di Indonesia. Ada peserta didik yang menertawakan penutup kepala khas daerah kawan lainnya yang terlihat asing. Sikap pedagogis Guru dalam menanamkan nilai tasamuh (toleransi) adalah...
A. Memarahi dan mengusir peserta didik yang menertawakan keluar dari panggung festival
B. Mengumpulkan peserta didik dalam lingkaran, menjelaskan keindahan ragam adat nusantara ciptaan Allah yang patut dihargai, dan mengajak saling memuji keunikan busana kawan
C. Menyuruh peserta didik yang ditertawakan segera mengganti pakaian dengan seragam biasa
D. Meniadakan festival budaya nusantara di madrasah untuk tahun-tahun mendatang
E. Menganggap hal tersebut sebagai candaan wajar yang tidak perlu diintervensi oleh pendidik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Tasamuh (toleransi/saling menghargai) diinternalisasikan melalui dialog edukatif yang menumbuhkan rasa takjub terhadap keragaman suku, bahasa, dan busana sebagai ayat-ayat kauniyah Allah yang memperkaya kehidupan.
SOAL NOMOR 53
Dalam projek P5-PPRA tema 'Aku Sayang Bumi' di RA, Guru mendapati banyak tumpukan kertas bekas lembar fotokopi yang tidak terpakai di kantor madrasah. Rangkaian alur projek kontekstual yang paling tepat melibatkan agensi peserta didik adalah...
A. Membakar seluruh kertas bekas tersebut di tengah halaman madrasah agar cepat musnah
B. Mengajak peserta didik merobek kertas, merendam menjadi bubur kertas, mencetak menjadi wadah pensil hias, dan memamerkannya kepada orang tua
C. Menjual tumpukan kertas tersebut ke pengepul rongsokan tanpa memberitahu peserta didik
D. Meminta peserta didik menghafal definisi daur ulang limbah padat di buku catatan harian
E. Melarang peserta didik menyentuh kertas bekas karena dianggap sarang kuman dan penyakit
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Projek P5-PPRA Aku Sayang Bumi menekankan aksi nyata kontekstual (hands-on project). Mengolah limbah kertas menjadi produk daur ulang menumbuhkan kepedulian lingkungan, kreativitas, dan rasa keberdayaan peserta didik.
SOAL NOMOR 54
Saat awal tahun ajaran baru di RA, Guru hendak membangun kesepakatan keyakinan kelas. Langkah pembimbingan yang selaras dengan nilai syura (musyawarah) dalam P5-PPRA adalah...
A. Guru menuliskan sepuluh larangan ketat di papan tulis lalu membacakannya dengan nada mengancam
B. Mengajak peserta didik mendiskusikan suasana kelas impian mereka, menampung gagasan lisan peserta didik, dan merumuskan kalimat kesepakatan positif bersama
C. Membagikan lembar tata tertib resmi kemenag yang wajib ditandatangani bermaterai oleh orang tua
D. Menunjuk ketua kelas untuk memutuskan aturan sepihak yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta didik
E. Membiarkan kelas tanpa aturan apapun karena aturan dianggap membatasi kebebasan peserta didik usia dini
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Nilai syura (musyawarah mufakat) dilatihkan dengan melibatkan suara (voice) dan pilihan (choice) peserta didik dalam merumuskan kesepakatan kelas, sehingga melahirkan kepatuhan sadar dari dalam diri.
SOAL NOMOR 55
Madrasah menyelenggarakan apel pagi ceria setiap hari Senin untuk mengenalkan cinta tanah air (muwathanah). Praktik pedagogis yang paling tepat agar nilai kebangsaan tumbuh natural dan menyenangkan bagi peserta didik RA adalah...
A. Mengharuskan peserta didik berdiri tegap di bawah terik matahari selama dua jam tanpa bergerak sedikit pun
B. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah dengan riang, mengibarkan bendera merah putih mini di tangan, dan menyimak kisah pahlawan teladan yang suka menolong sesama
C. Menghukum peserta didik yang goyang saat berbaris dengan lari keliling lapangan madrasah
D. Meniadakan seluruh pengenalan simbol negara karena dianggap materi yang terlalu berat untuk usia dini
E. Membacakan teks undang-undang dasar lengkap pasal demi pasal di hadapan peserta didik
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Penanaman muwathanah pada peserta didik RA dilakukan lewat pendekatan ramah peserta didik: nyanyian patriotik ceria, penggunaan media konkrit (bendera mini), dan dongeng kepahlawanan humanis yang membangkitkan rasa bangga berbangsa.
SOAL NOMOR 56
Pada dimensi Bergotong Royong projek P5-PPRA bertema 'Masjid Indah Kebanggaan Kami', sekelompok peserta didik membuat maket kubah dan menara dari kardus bekas. Indikator ketercapaian perilaku gotong royong yang paling otentik tampak ketika...
A. Satu orang peserta didik mengerjakan seluruh bagian maket sementara rekan-rekan sekelompoknya hanya duduk menonton di sudut ruangan
B. Peserta didik saling membagi peran (ada yang mengecat kardus, menggunting pita, dan menempel kubah) serta spontan membantu kawan yang catnya tumpah
C. Peserta didik saling mengejek warna cat yang dipilih oleh kelompok tetangga
D. Peserta didik menyembunyikan lem kertas agar tidak dipinjam oleh anggota kelompoknya sendiri
E. Guru mengambil alih pembuatan maket kardus dan mengerjakannya sendiri hingga tuntas
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Dimensi gotong royong terwujud saat muncul kolaborasi aktif: pembagian peran yang luwes, saling menolong tanpa pamrih (ta'awun), dan kelekatan emosi dalam menuntaskan karya kolektif bersama.
SOAL NOMOR 57
Ketika kegiatan makan bekal bersama di madrasah, Guru mendapati salah seorang peserta didik tidak membawa bekal karena orang tuanya sakit. Guru membimbing kawan-kawannya untuk menyisihkan sebagian lauk buahnya secara sukarela ke wadah baru untuk dinikmati bersama. Nilai moderasi beragama yang terefleksi secara mendalam pada peristiwa ini adalah...
A. Eksklusivisme kedaerahan yang membatasi bantuan hanya bagi kerabat dekat
B. I'tidal (berperilaku adil dan lurus) serta terwujudnya solidaritas ukhuwah insaniyah dan kepedulian sosial yang nyata
C. Kecenderungan bersikap kikir dan mempertahankan hak milik pribadi secara egois
D. Formalisme ritualistik yang mengabaikan penderitaan orang di sekitar madrasah
E. Kepasrahan total tanpa ada ikhtiar saling menyayangi antarsesama makhluk
Jawaban Benar: B
Pembahasan: I'tidal mencerminkan tegaknya keadilan dan kelurusan moral. Berbagi makanan secara sukarela membangun keadilan sosial di kelas, memupuk empati, dan mewujudkan ukhuwah nyata di kalangan peserta didik.
SOAL NOMOR 58
Seorang peserta didik pindahan dari luar pulau berbicara dengan aksen dan dialek daerah yang berbeda, sehingga beberapa peserta didik di kelas enggan mengajaknya bermain di sentra balok. Intervensi pedagogik Pendidik yang paling selaras dengan prinsip Rahmatan Lil Alamin adalah...
A. Meminta peserta didik pindahan tersebut diam dan tidak usah berbicara sampai aksennya hilang
B. Merancang kegiatan lingkaran cerita (circle time) yang mengeksplorasi keindahan aneka bahasa daerah di Indonesia dan memfasilitasi permainan peran yang melibatkan peserta didik baru tersebut secara terhormat
C. Memarahi dan menghukum peserta didik yang menolak dengan berdiri di bawah tiang bendera
D. Menyarankan orang tua peserta didik baru memindahkan anaknya ke sekolah yang memiliki kesamaan suku
E. Mengabaikan penolakan tersebut karena meyakini diskriminasi antaranak akan sembuh dengan sendirinya
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Rahmatan lil 'Alamin meniscayakan inklusivisme dan welas asih lintas suku/latar belakang. Guru merangkul perbedaan melalui edukasi keberagaman kultural yang menyenangkan, sehingga peserta didik baru merasa diterima dan dihargai.
SOAL NOMOR 59
Pada penghujung semester, RA menyelenggarakan 'Gelar Karya dan Perayaan Belajar Projek P5-PPRA'. Pengaturan peran peserta didik yang paling mendidik dan menumbuhkan kepemilikan belajar (student agency) adalah...
A. Guru yang berbicara dan mempresentasikan seluruh hasil karya di depan panggung sementara peserta didik hanya duduk rapi di belakang layar
B. Peserta didik bertindak sebagai kurator/presenter cilik di setiap gerai pameran, menyambut wali peserta didik, dan bangga menceritakan proses pembuatan karyanya
C. Menyewa panitia profesional dari luar madrasah agar pameran terlihat megah dan mewah layaknya galeri komersial
D. Hanya menampilkan karya milik peserta didik yang dianggap sempurna oleh kepala madrasah dan menyembunyikan karya peserta didik yang lain
E. Menjadikan pameran sebagai ajang lelang karya lukisan dengan harga tertinggi untuk kas madrasah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Perayaan belajar dalam kurikulum merdeka/KBC RA adalah panggung peserta didik (student agency). Mempercayai mereka menjadi presenter cilik menumbuhkan kepercayaan diri, artikulasi gagasan, dan rasa kepemilikan atas karyanya.
SOAL NOMOR 60
Setelah menyelesaikan projek P5-PPRA tentang pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos ramah lingkungan, Guru ingin memastikan bahwa nilai Rahmatan Lil Alamin tersebut melekat menjadi habituasi permanen. Langkah evaluasi keberlanjutan program yang paling efektif adalah...
A. Mengadakan ujian tertulis esai panjang tentang cara mengolah pupuk kimia sintetis bagi peserta didik RA
B. Menyusun kalender habituasi harian 'Pahlawan Hijau' yang dipantau bersama antara guru di madrasah dan orang tua di rumah melalui buku penghubung berbasis apresiasi
C. Menghentikan seluruh aktivitas peduli lingkungan karena jam projek semester telah habis terpenuhi
D. Menyuruh peserta didik membeli pupuk pabrik setiap hari untuk diserahkan ke madrasah
E. Mewajibkan peserta didik membersihkan seluruh saluran selokan jalan raya di luar lingkungan madrasah
Jawaban Benar: B
Pembahasan: Keberlanjutan nilai karakter Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alamin memerlukan habituasi lintas ekosistem (madrasah dan rumah). Kalender pembiasaan kemitraan orang tua menjaga kesinambungan karakter peduli alam dalam keseharian.
JALURPPG.ID
JP/CERT/12052026
Sertifikat Penghargaan
Sertifikat ini secara resmi diberikan kepada:
Peserta Kuis
Atas pencapaian dan kompetensi yang ditunjukkan pada kuis interaktif Paket 1 Soal AKGTK Guru RA: Kompetensi Pedagogik dan Profesional
dengan perolehan nilai akhir:
Capaian Skor
0
Tanggal Penerbitan:
12 Mei 2026
JALURPPG.ID
Direktur Platform Pendidikan
Lokasi:
Berbagi :
Posting Komentar
untuk "Paket 1 Soal AKGTK Guru RA: Kompetensi Pedagogik dan Profesional"
Posting Komentar untuk "Paket 1 Soal AKGTK Guru RA: Kompetensi Pedagogik dan Profesional"